MAGETAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan membuka water station untuk mendukung peserta Napak Tilas dalam rangka HUT ke-351 Kabupaten Magetan, Sabtu (24/10/2026). Selain air mineral, pos tersebut menyediakan buah segar untuk membantu peserta menyegarkan diri selama mengikuti kegiatan.
Beragam buah, mulai semangka, pisang, hingga jeruk, disediakan sebagai refreshment bagi peserta yang menempuh rute Napak Tilas dengan berjalan kaki maupun berlari.
Wakil Sekretaris Bidang Internal DPC PDI Perjuangan Magetan, Lucky Setiyoherman, mengatakan partisipasi tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan masyarakat yang memadukan aktivitas fisik, kebersamaan, dan kecintaan terhadap daerah.
“Partisipasi ini merupakan bentuk keterlibatan DPC PDI Perjuangan Magetan dalam memeriahkan hari jadi Kabupaten Magetan sekaligus mendukung kegiatan masyarakat yang memadukan aktivitas fisik, kebersamaan, dan kecintaan terhadap daerah,” kata Lucky.
Tak sekadar menjadi ajang mengenang perjalanan sejarah daerah, Lucky menilai Napak Tilas berpotensi dikembangkan menjadi agenda yang semakin menarik bagi generasi muda. Salah satunya dengan menggabungkan kegiatan olahraga, edukasi sejarah, dan kreativitas dalam sebuah festival.
Baca juga: Rita Haryati Ajak Warga Magetan Jaga Persatuan dan Gotong Royong Lewat Napak Tilas
Menurut dia, Napak Tilas kini memiliki daya tarik bagi anak muda, termasuk komunitas pelari yang akrab dengan sebutan pelari kalcer. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan sejarah Magetan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kebiasaan dan selera generasi masa kini.

“Agenda seperti Napak Tilas ini sangat diminati oleh kalangan anak muda yang sering disebut sebagai pelari kalcer. Agar semakin menarik minat generasi muda, mungkin agenda serupa tahun depan dapat dikolaborasikan dengan konten-konten historis yang menambah edukasi tentang sejarah Magetan,” ujarnya.
Lucky mengusulkan agar informasi sejarah ditempatkan di sejumlah titik sepanjang rute Napak Tilas. Materinya dapat berupa artikel singkat yang dikemas dengan artwork kontemporer sehingga peserta tidak hanya berolahraga, tetapi juga mendapatkan pengetahuan tentang perjalanan sejarah dan kekayaan lokal Magetan.
“Bisa melalui penambahan gimmick berupa artikel-artikel sejarah yang dikemas dengan artwork kontemporer agar menarik bagi generasi hari ini. Apalagi jika acaranya dikemas menjadi sebuah festival dan menampilkan pop culture Magetan,” tambahnya.
Pengemasan tersebut, lanjut Lucky, dapat membuka ruang kolaborasi lintas komunitas sekaligus memperkuat unsur sejarah dan budaya lokal. Napak Tilas pun berpeluang berkembang menjadi agenda yang tidak hanya dinikmati masyarakat Magetan dan sekitarnya, tetapi juga menarik peserta dari daerah lain.
“Harapannya, tahun depan Napak Tilas bukan hanya menjadi event yang dinikmati anak muda di sekitar Magetan, tetapi juga bisa diupayakan naik level ke tingkat nasional,” tutupnya.
Melalui pembukaan water station dan gagasan pengembangan kegiatan tersebut, DPC PDI Perjuangan Magetan turut mendorong agar peringatan HUT Kabupaten Magetan menjadi ruang partisipasi masyarakat.
Ke depan, Napak Tilas diharapkan dapat memadukan gaya hidup sehat, pengenalan sejarah, pelestarian budaya, dan kreativitas generasi muda dalam satu agenda yang semakin menarik. (rud/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













