MALANG – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak generasi muda terlibat langsung dalam pelestarian lingkungan, mulai dari rehabilitasi mangrove hingga menjaga keberlanjutan ekosistem. Menurutnya, gerakan lingkungan tidak boleh berhenti pada penanaman pohon, tetapi harus disertai perawatan dan keterlibatan masyarakat secara konsisten.
Pesan tersebut disampaikan Hasto dalam agenda Open Talk Komunitas Anak Muda Memperjuangkan Lingkungan Hidup yang Berdampak Ekonomi
bersama anak muda, nelayan, dan perempuan pesisir di kawasan Clungup Mangrove Conservation (CMC), Malang Selatan, Sabtu (17/10/2026).
Hasto mengapresiasi inisiatif masyarakat dalam merehabilitasi kawasan mangrove CMC. Baginya, keterlibatan komunitas menjadi bagian penting dalam memulihkan ekosistem sekaligus membangun kesadaran bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama.
“Saya melihat hal yang luar biasa dari inisiatif anak muda Indonesia dalam melakukan rehabilitasi di sini. Penanaman mangrove dan kesadaran komunitas menunjukkan bahwa gerakan masyarakat mampu membangun kembali ekosistem,” ujar Hasto.

Baca juga: Hasto Tawarkan Moratorium Hutan dan Penataan Ulang Tata Ruang untuk Atasi Karhutla
Ia menekankan, keberhasilan pelestarian lingkungan tidak cukup diukur dari jumlah pohon yang ditanam. Tanaman harus dirawat hingga tumbuh, kawasan konservasi dijaga, dan keseimbangan ekosistem dipertahankan melalui kerja berkelanjutan.
Karena itu, Hasto mendorong generasi muda tidak sekadar menjadi peserta kegiatan penghijauan, tetapi juga mengembangkan komunitas yang memiliki pengetahuan dan kepedulian terhadap konservasi.
“Bagaimana kita memperkuat ilmu pengetahuan dan menarik komunitas anak muda untuk bergabung? Ini perlu menjadi percontohan agar semakin banyak masyarakat terlibat dalam menjaga lingkungan dan membangun kehidupan yang lebih sejahtera serta bermartabat,” katanya.
Pengalaman CMC menunjukkan bagaimana inisiatif masyarakat dapat mengambil peran dalam menjaga kawasan mangrove. Bagi warga pesisir, keberadaan ekosistem ini berkaitan erat dengan kelestarian lingkungan dan keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Hasto berharap praktik konservasi berbasis komunitas dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan gerakan serupa sesuai potensi dan persoalan ekologis masing-masing.
Ia menegaskan, Gerakan Merawat Pertiwi yang dijalankan PDI Perjuangan berangkat dari nilai ideologis dan kemanusiaan. Gotong royong menjadi landasan untuk membangun tanggung jawab bersama dalam menjaga sumber daya alam bagi generasi mendatang.
“Gerakan Merawat Pertiwi harus terus dilanjutkan secara kultural. Kita perlu membangun kesadaran bahwa merawat bumi merupakan bagian dari tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Forum tersebut mempertemukan anak muda, nelayan, dan perempuan pesisir untuk berbagi pengalaman sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam konservasi. Pembahasan juga mencakup peluang mengembangkan kegiatan yang memberi manfaat ekonomi tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Bagi Hasto, gerakan pelestarian alam perlu tumbuh menjadi kebiasaan kolektif, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Karena itu, rawatlah bumi pertiwi. Menjaga lingkungan harus menjadi gerakan bersama agar alam tetap lestari dan masyarakat dapat membangun kehidupan yang sejahtera serta bermartabat,” pungkasnya. (yols/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












