Rabu
07 Oktober 2026 | 8 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gandeng BSI, Bupati Ipuk Perkuat Upaya Pengentasan Kemiskinan

PDIP-Jatim-07102026

BANYUWANGI – Upaya pengentasan kemiskinan di Banyuwangi terus diperkuat melalui kolaborasi banyak pihak. Kali ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menjalin kerja sama dengan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. Kolaborasi ini berfokus pada pengentasan kemiskinan masyarakat melalui sektor pendidikan dan kesehatan.

Kerjasama ini ditandai penandatanganan nota kesepahaman antara Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dan Regional CEO RO XII Surabaya Bali Nusra BSI, Muhammad Arif Gunawan, di Banyuwangi, Rabu (7/10/2026).

Melalui nota kesepahaman ini, kedua pihak sepakat memperkuat sinergi pembangunan daerah. Pemkab Banyuwangi dan BSI siap mengoptimalkan pemanfaatan produk serta layanan jasa perbankan syariah demi kesejahteraan warga Banyuwangi.

Regional CEO RO XII Surabaya Bali Nusra BSI, Muhammad Arif Gunawan, mengatakan jika BSI siap menjadi mitra strategis dalam mengawal agenda pembangunan Pemkab Banyuwangi.

“Hari ini kita spesifik berbicara terkait konstelasi ekosistem kesehatan dan pendidikan. Kami akan mengolaborasikan pendayagunaan dana sosial BSI Maslahat agar berdampak tepat sasaran,” ujar Gunawan.

Ia menjelaskan, dukungan kesehatan mencakup penguatan sarana rumah sakit hingga puskesmas. BSI juga mengalokasikan program CSR untuk penanganan stunting serta bantuan bagi pasien kategori duafa.

Pada sektor pendidikan, BSI menyiapkan program beasiswa khusus bagi para pelajar. “Penyaluran dana beasiswa tersebut akan disinergikan bersama lembaga pendidikan formal maupun informal di Banyuwangi,” tuturnya.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, dukungan BSI dapat memperkuat berbagai program pemerintah daerah sekaligus mempercepat upaya penurunan angka kemiskinan di Banyuwangi.

Selama ini, kata Ipuk, Pemkab Banyuwangi terus menghadirkan berbagai inovasi di bidang kesehatan dan pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Program tersebut, antara lain, Beasiswa Banyuwangi Cerdas, Beasiswa Progresif, Garda Ampuh untuk memutus mata rantai anak putus sekolah, Mall Orang Sehat, layanan jemput bola bagi warga yang membutuhkan perawatan, hingga penanganan stunting yang melibatkan kader dan pedagang sayur keliling (mlijoan).

“Berkat kerja gotong royong ini, IPM meningkat menjadi 75,17, lebih tinggi jika dibandingkan wilayah Sekarkijang, kemiskinan kita juga turun menjadi 6,13 persen,” ujar Ipuk.

“Semoga dengan dukungan BSI, upaya-upaya yang kita lakukan ini semakin kuat dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” tandas perempuan yang juga menjabat Wakabid Pemerintahan dan Otonomi Daerah DPD PDI Perjuangan Jatim itu. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Gandeng BSI, Bupati Ipuk Perkuat Upaya Pengentasan Kemiskinan

BANYUWANGI – Upaya pengentasan kemiskinan di Banyuwangi terus diperkuat melalui kolaborasi banyak pihak. Kali ini, ...
EKSEKUTIF

Eri Ungkap Alasan 13 Kepala PD Surabaya Diganti: Bukan Soal Suka atau Tidak Suka

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan alasan pergantian 13 kepala perangkat daerah dalam setahun. Evaluasi ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Minta Kompetensi Guru di Kabupaten Kediri Ditingkatkan

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta kompetensi guru di Kabupaten Kediri terus ditingkatkan ...
KRONIK

Bupati Lukman Resmikan Pengaktifan Pompa P2AT Tragah, Harap Tingkatkan Intensitas Tanam

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten Bangkalan mengaktifkan kembali pompa P2AT (Proyek Pengembangan Air Tanah) di ...
KRONIK

Pejabat Banyuwangi Jalani Tes Urine dan Tandatangani Pakta Integritas Bebas Narkoba

BANYUWANGI – Pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, mulai camat hingga kepala Organisasi Perangkat ...
EKSEKUTIF

Sanusi Tegaskan Program Sampah di Malang Tak Boleh Berhenti Jadi Pilot Project

MALANG – Bupati Malang Sanusi menegaskan penanganan sampah tidak boleh berhenti sebagai proyek percontohan atau ...