JEMBER – Halaman kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember berubah fungsi menjadi ruang latihan kesenian Gandrung. Kelompok seni Padepokan Surya Kencana memanfaatkan halaman kantor Partai di Jalan Supriadi 54, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, untuk berlatih, Sabtu (3/10/2026).
Selama ini, kelompok tersebut berlatih di Jalan Cempedak Gang 9 Nomor 11, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang. Pemindahan tempat latihan dilakukan setelah pengurus DPC membuka halaman kantornya bagi para pegiat seni.
Bendahara DPC PDI Perjuangan Jember, Candra Ary Fianto, mengatakan penyediaan tempat itu merupakan bentuk dukungan Partai terhadap pelestarian kesenian daerah, khususnya Gandrung.
Menurut Candra, halaman kantor Partai memiliki keuntungan lain karena berada di jalur utama yang menghubungkan Kabupaten Jember dan Bondowoso. Aktivitas latihan yang berlangsung di ruang terbuka membuat kesenian tersebut dapat dilihat langsung oleh masyarakat yang melintas.
“Tak sedikit orang yang berhenti untuk bisa menyaksikan kesenian itu,” jelas anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember itu.
Menurut dia, perhatian masyarakat yang muncul dari aktivitas latihan juga berpotensi membuka peluang pertunjukan bagi para seniman. Masyarakat yang tertarik dapat berkomunikasi langsung dengan kelompok kesenian tersebut.
Salah satu seniman Gandrung, Wiwin Sutrisno, mengapresiasi kesediaan pengurus DPC menyediakan tempat latihan. Menurut dia, ruang latihan merupakan salah satu persoalan yang dihadapi kelompok seni yang selama ini bertahan secara mandiri.
“Tak semua partai bersedia memfasilitasi tempat berlatih semacam ini,” ujar Wiwin.
Para pegiat Padepokan Surya Kencana selama ini mengandalkan kemampuan sendiri untuk menjalankan aktivitas kesenian. Mereka berkumpul dan berlatih secara gotong royong untuk mempertahankan keberadaan seni Gandrung.
Pemanfaatan halaman kantor Partai itu setidaknya memberi mereka ruang latihan tanpa harus menanggung persoalan ketersediaan tempat. Di saat yang sama, latihan terbuka membuat kesenian Gandrung lebih mudah bersentuhan dengan masyarakat.
Namun, pelestarian kesenian tidak berhenti pada tersedianya tempat latihan. Keberlangsungan kelompok seni tetap bergantung pada kemampuan para pelakunya menjaga regenerasi, mengembangkan pertunjukan, dan menemukan ruang tampil di tengah perubahan selera masyarakat. (art/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













