JEMBER – DPRD Jember didatangi sejumlah kelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi sepanjang pekan ini. Mereka datang untuk menggali informasi mengenai tugas dan fungsi legislatif sekaligus menguji informasi yang diperoleh dari dunia maya.
Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, mengatakan bahwa mahasiswa tidak semestinya menerima informasi secara mentah. Menurut dia, sikap kritis perlu dipelihara melalui diskusi dan pengujian informasi secara langsung.
“Mahasiswa harus kritis dan tidak boleh antipolitik,” ujar Candra di ruang Banmus DPRD Jember, Jumat (2/10/2026).
Candra mengatakan, pertanyaan mahasiswa selama sepekan antara lain berkaitan dengan fungsi legislasi DPRD hingga rencana pembentukan peraturan daerah inisiatif DPRD. Menurut dia, pertanyaan mahasiswa justru perlu dijawab secara terbuka, termasuk jika menyangkut hal-hal teknis.

DPRD, lanjut Candra, merupakan ruang yang tepat bagi mahasiswa untuk memahami proses politik dan pemerintahan secara langsung.
“Apalagi di DPRD tempat berkumpulnya para politisi. Saya meyakini banyak hal yang ditanyakan oleh mereka, bahkan jika perlu sedetail-detailnya,” ujar anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember itu.
Dua kelompok mahasiswa yang datang, antara lain, Komunitas Peradilan Semu (KOMPRES) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember dan Forum Kajian Keilmuan Hukum Universitas Jember.
Candra menilai, keberanian mahasiswa mempertanyakan kerja lembaga politik merupakan bagian dari upaya menjaga idealisme mereka. Menurut dia, sikap tersebut bukan untuk ditentang, melainkan diarahkan agar semakin tajam. (art/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












