JEMBER – Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Indi Naidha, mengajak generasi muda menjadikan batik bagian dari gaya berpakaian sehari-hari, bukan hanya pakaian untuk acara resmi.
Menurut Indi, cara tersebut penting agar batik tetap diminati di tengah perubahan tren fesyen. Batik, kata dia, dapat dikemas dalam berbagai model seperti jaket, dress, tas, hingga streetwear.
“Masih ada sebagian anak muda yang menganggap batik identik dengan kesan tua, panas, atau kaku. Padahal, batik bisa tampil lebih modern dan mengikuti tren,” kata Indi dalam momentum Hari Batik Nasional, Jumat (2/10/2026).
Indi mengatakan, penggunaan batik secara lebih luas juga dapat mendukung keberlangsungan usaha para pengrajin. Meningkatnya permintaan akan berdampak pada aktivitas produksi di tingkat pembatik.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember itu juga mengingatkan masyarakat untuk menghargai proses pembuatan batik, terutama batik tulis dan batik cap yang membutuhkan keterampilan serta pengetahuan yang diwariskan antargenerasi.
Menurut Indi, batik juga berpeluang menjadi bagian dari industri kreatif yang dikenal lebih luas di tingkat internasional. Generasi muda Indonesia, termasuk yang berada di luar negeri, dapat ikut memperkenalkannya.
“Masa depan batik ada di tangan kalian. Kalau kalian bangga pakainya, dunia akan ikut bangga,” ujar Indi. (art/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












