SURABAYA – Semangat Pancasila harus mampu hadir mengikuti perkembangan zaman, termasuk di ruang digital. Generasi muda dinilai memiliki peran penting untuk menggunakan teknologi secara produktif, membangun persatuan, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Susy Cecilia Agustina atau akrab disapa Mbak Susy, dalam momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10/2026).
Menurut Mbak Susy, tantangan mengamalkan nilai-nilai Pancasila saat ini memiliki bentuk yang berbeda dibandingkan masa lalu. Perkembangan teknologi, media sosial, arus informasi yang cepat, serta perubahan sosial menghadirkan ruang baru bagi generasi muda untuk berkontribusi.
Baca juga: Puan Maharani: Nilai Pancasila Harus Hadir dalam Kebijakan dan Pelayanan kepada Rakyat

“Generasi hari ini menghadapi zaman yang berbeda. Karena itu, semangat Pancasila juga harus mampu hadir dalam ruang-ruang baru, termasuk dunia digital. Anak muda harus bisa menggunakan teknologi untuk hal-hal yang produktif, membangun persatuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ia menilai peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak semestinya berhenti pada seremoni atau kegiatan upacara. Nilai-nilai Pancasila harus diterjemahkan dalam tindakan nyata di tengah kehidupan masyarakat yang terus berkembang.
“Pancasila bukan hanya untuk diucapkan atau dihafalkan. Pancasila harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, melalui sikap gotong royong, kepedulian terhadap sesama, menghargai perbedaan dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat,” ujar politisi perempuan muda PDI Perjuangan tersebut.
Bagi Mbak Susy, ruang digital menjadi salah satu arena penting untuk menerapkan nilai-nilai tersebut. Media sosial dan teknologi, kata dia, seharusnya dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan hal-hal positif, memperkuat hubungan antarmasyarakat dan membuka ruang kolaborasi.

Di sisi lain, semangat persatuan juga semakin penting di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Perbedaan pilihan, latar belakang, budaya maupun cara pandang tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menjauh.
“Berbeda bukan berarti bermusuhan. Justru dalam perbedaan itulah kita belajar membangun Indonesia bersama. Gotong royong adalah salah satu kekuatan bangsa yang harus terus kita rawat,” lanjutnya.
Ia juga menekankan, nilai Pancasila akan semakin bermakna apabila dapat dirasakan langsung dalam kehidupan masyarakat.
Kepedulian sosial, membantu warga yang membutuhkan, membuka ruang bagi perempuan dan generasi muda, serta membangun lingkungan yang saling menghargai, menurutnya, merupakan bentuk sederhana dari pengamalan Pancasila.

“Pancasila harus menjadi sesuatu yang dekat dengan kehidupan rakyat. Ketika kita membantu tetangga, bergotong royong, menghormati orang lain, menjaga persatuan dan memperjuangkan keadilan sosial, sebenarnya kita sedang menghidupkan nilai-nilai Pancasila,” tuturnya.
Pandangan tersebut juga menjadi bagian dari aktivitas Mbak Susy dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan di Jawa Timur. Sepanjang 2026, ia terlibat dalam sejumlah kegiatan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur yang menekankan kepedulian kepada masyarakat serta penguatan peran perempuan dan generasi muda.
Menurutnya, momentum Hari Kesaktian Pancasila seharusnya menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk tidak sekadar mengenang sejarah, tetapi meneruskan nilai perjuangan melalui kerja nyata sesuai bidang masing-masing.
“Semangat Pancasila harus kita wariskan kepada generasi berikutnya bukan hanya melalui kata-kata, tetapi melalui keteladanan. Mari kita jadikan Pancasila sebagai nilai yang hidup, tumbuh dan hadir dalam setiap langkah kita,” pungkasnya. (arul/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












