Senin
28 September 2026 | 8 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Said Abdullah Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Bersama Pemuda dan Mahasiswa Sumenep

PDIP-Jatim Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan 28092026

SUMENEP – Pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan dinilai perlu terus diperkuat di kalangan generasi muda, terutama di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial.

Hal itu menjadi salah satu bahasan dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, MH Said Abdullah, di Ruang Pertemuan Arya Wiraraja, Hotel de Baghraf, Sumenep, Senin (28/9/2026).

Kegiatan yang melibatkan pemuda dan mahasiswa tersebut dihadiri oleh dua tenaga ahli MH Said Abdullah, Moh. Fauzi, dan Slamet Hidayat. Juga hadir dua pemateri, yaitu aktivis Ainul Yaqin dan akademisi Mulyadi.

Menurut Yaqin, generasi muda tidak sekadar menerima estafet pembangunan, tetapi juga memiliki tanggung jawab mempersiapkan keberlanjutan bangsa.

“Kita adalah masa depan bangsa. Masa depan bangsa itu harus dipersiapkan semaksimal mungkin,” ujarnya.

Ia menyebut Empat Pilar Kebangsaan – Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan serta Bhinneka Tunggal Ika- tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, masing-masing memiliki fungsi dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Empat pilar yang menopang kebangsaan kita ini tidak boleh ada yang runtuh satu pun. Empat pilar ini harus sama-sama kokoh,” katanya.

Ainul mengajak peserta melihat tantangan kebangsaan yang berkembang seiring kemajuan teknologi. Misinformasi, tambah dia, intoleransi, fanatisme kedaerahan, hingga persoalan pemahaman keagamaan merupakan sejumlah persoalan yang perlu disikapi generasi muda.

“Di era digitalisasi, banyak tantangan baru yang harus kita respons semaksimal mungkin sebagai generasi muda,” jelasnya.

Ainul menegaskan, Pancasila sebagai pedoman dalam menentukan sikap sekaligus menjaga persatuan di tengah keberagaman. Pancasila, lanjut dia, bukan hanya ditempatkan sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pandangan hidup dan salah satu perekat masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Mulyadi mengajak peserta tidak melihat kehidupan bernegara sebagai urusan pemerintah atau pejabat semata. Menurutnya, keberadaan negara ditopang oleh kontribusi seluruh warga dengan latar belakang dan profesi yang berbeda.

“Negara ini tidak hanya miliknya pejabat, negara ini tidak hanya miliknya ASN, guru, siapa pun namanya. Tidak hanya miliknya anggota legislatif, tidak hanya miliknya mereka yang duduk di yudikatif. Negara ini milik kita bersama,” tegas Mulyadi. ()

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Sri Untari Dorong Pergub Perda Disabilitas Segera Disusun, KDD Jadi Prioritas

SURABAYA – DPRD Jawa Timur mendorong tiga Peraturan Gubernur (Pergub) segera disusun setelah Perda tentang ...
KRONIK

Ketua DPRD Banyuwangi Dorong Posko Pengaduan di Ketapang, Solusi Sumbatan Aspirasi Pengguna Jasa

BANYUWANGI – Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, mendorong pembentukan posko pengaduan di ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Siapkan Perwali Perlindungan PRT, Soroti Penampungan dan Denda yang Memberatkan

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang Perlindungan Pekerja ...
KRONIK

Said Abdullah Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Bersama Pemuda dan Mahasiswa Sumenep

SUMENEP – Pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan dinilai perlu terus diperkuat di kalangan generasi muda, ...
SEMENTARA ITU...

Novita Hardini: Krisis Air Bersih Butuh Kehadiran Negara dan Kekuatan Masyarakat

TRENGGALEK – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Novita Hardini menegaskan, penanganan krisis air bersih ...
LEGISLATIF

Indah Kurnia: Setiap Warga Punya Peran Strategis Membangun Bangsa

SIDOARJO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Indah Kurnia menegaskan, setiap warga negara memiliki peran ...