SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah kota untuk mendukung putaran nasional Piala Soeratin yang dijadwalkan berlangsung di Surabaya. Fasilitas tersebut dapat digunakan tanpa biaya sewa untuk kebutuhan latihan maupun pertandingan dalam agenda pembinaan sepak bola usia muda.
Dukungan tersebut diberikan setelah Persebaya Kelompok Umur (KU) 13, 15, dan 17 tahun mencatat prestasi dengan meraih gelar juara Piala Soeratin tingkat Jawa Timur secara bersamaan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan Pemkot siap memberikan dukungan fasilitas kepada PSSI dan Persebaya yang akan menjadi tuan rumah putaran nasional.
“Kami memberikan support penuh kepada PSSI dan pembinaan ini. Dengan lapangan latihan maupun lapangan pertandingan. Apalagi hari ini Persebaya bermain sebagai tuan rumah di Kota Surabaya. Kalau untuk PSSI tidak ada biaya sewa, karena Persebaya ini juara,” kata Eri saat menerima audiensi ofisial, manajemen, serta pemain Persebaya KU 13, 15, dan 17 di Ruang Sidang Wali Kota Surabaya, Jumat (25/9/2026).
Sejumlah fasilitas yang disiapkan antara lain Lapangan Thor, Lapangan ABC, Gelora Bung Tomo (GBT), hingga Gelora 10 November. Teknis pemanfaatan masing-masing fasilitas akan dikoordinasikan lebih lanjut antara Pemkot Surabaya, PSSI, dan manajemen Persebaya.
Menurut Eri, dukungan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah kota mendukung pembinaan sepak bola usia muda. Terlebih, tiga kelompok usia Persebaya baru saja mencatat capaian bersama di tingkat Jawa Timur.
“Saya matur nuwun (terima kasih) Persebaya kembali mengharumkan nama Kota Surabaya. Di Piala Soeratin, mungkin ini pertama kali dalam sejarah kelompok umur 13, 15, dan 17 juara bersama di tingkat Jawa Timur,” ujarnya.
Dengan status sebagai tuan rumah putaran nasional, Eri berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan para pemain muda untuk menunjukkan kemampuan di level yang lebih tinggi.
Ia juga menitipkan karakter permainan khas Surabaya kepada para pemain ketika berlaga di putaran nasional.
“Saya nitip untuk terus memberikan semangat kepada adik-adik semuanya. Terus main ngosek, terus main ngeyel, ini main di kandang kita di Kota Surabaya. Karakter Persebaya itu wani tempur,” katanya.
Eri berharap dukungan fasilitas dan status tuan rumah dapat menjadi tambahan motivasi bagi para pemain untuk melanjutkan capaian di tingkat nasional.
“Semoga kelompok umur 13, 15, dan 17 Persebaya bisa menjadi yang terbaik dan keluar sebagai juara di kandangnya sendiri,” tandas politisi PDI Perjuangan itu.
Sementara itu, Direktur Pembinaan Amatir/Usia Muda Persebaya Saleh Hanifah menyambut positif dukungan Pemkot Surabaya. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi tambahan bagi pemain, pelatih, dan manajemen dalam mempersiapkan diri menghadapi putaran nasional.
“Apa yang disampaikan Pak Wali tadi betul-betul memotivasi kita semuanya, bukan hanya pengurus, tetapi juga seluruh tim. Saya berharap momen hari ini bisa diresapi oleh seluruh pemain, pelatih, dan manajemen,” tutur Saleh.
Ia memastikan pesan untuk bermain penuh semangat akan menjadi bagian dari persiapan tim.
“Tadi pesannya adalah wani ngosek dan wani ngeyel. Itu yang akan betul-betul kita terapkan kepada seluruh pemain,” tegasnya.
Dukungan fasilitas olahraga milik Pemkot Surabaya tersebut sekaligus memperkuat peran kota dalam mendukung pembinaan sepak bola usia muda. Dengan tersedianya lapangan latihan dan pertandingan tanpa biaya sewa untuk agenda tersebut, persiapan Persebaya KU 13, 15, dan 17 diharapkan dapat berlangsung lebih optimal menjelang persaingan di tingkat nasional. (gio/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











