TRENGGALEK – Cabang olahraga (cabor) mixed martial arts (MMA) Trenggalek yang tergolong masih muda langsung menunjukkan prestasi di level Jawa Timur. Dari 12 atlet yang diturunkan pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jatim 2026, tim MMA Trenggalek berhasil membawa pulang 10 medali, terdiri dari dua emas, dua perak, dan enam perunggu.
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Ketua KONI Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan terhadap cabor MMA mulai menunjukkan hasil meski usianya baru sekitar dua tahun.
“Ini luar biasa. Karena meski masih baru, MMA Trenggalek mampu unjuk gigi di level regional tingkat Jawa Timur. Ini berkat sentuhan para pelatih juga dan tentunya kerja keras latihan para atlet,” kata Doding Rahmadi, Kamis (23/9/2026).
Kejurprov MMA Jatim tersebut berlangsung di GOR Soekarno-Hatta, Kota Blitar, pada 17-20 September 2026. Tim Trenggalek menurunkan 12 atlet putra dan putri dari berbagai kelas, termasuk kategori pemula.
Doding mengaku capaian tersebut menjadi catatan positif bagi perkembangan MMA di Trenggalek. Sebab, meski baru dibentuk sekitar 2024, para atlet sudah mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.
“Dan tak pernah menyangka ternyata atlet MMA Trenggalek mampu bersaing dengan daerah-daerah lain di Jawa Timur,” ujar Ketua DPRD Trenggalek itu.
Menurut Doding, raihan 10 medali tersebut tidak hanya menjadi pencapaian dalam Kejurprov, tetapi juga modal penting bagi atlet untuk menghadapi agenda olahraga berikutnya.
Dua ajang yang kini menjadi sasaran pembinaan adalah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2027.
“Dengan raihan ini setidaknya menjadi modal untuk turun di Popda dan Porprov nanti,” kata Doding.
Ia meminta para atlet dan pelatih tidak cepat berpuas diri. Prestasi di Kejurprov diharapkan menjadi pemacu untuk meningkatkan kualitas latihan, sekaligus menjaga keberlangsungan pembinaan MMA di Trenggalek.
Sebagai induk organisasi olahraga di daerah, KONI Trenggalek berupaya menjaga pembinaan tetap berjalan meski menghadapi keterbatasan anggaran. Doding mengakui efisiensi anggaran turut berdampak pada dukungan hibah untuk KONI maupun organisasi perangkat daerah (OPD).
Namun, kondisi tersebut tidak boleh menghentikan proses pembinaan atlet. Menurutnya, prestasi yang diraih MMA Trenggalek justru menjadi penyemangat agar pembinaan olahraga terus dipertahankan.
“Capaian ini menjadi penyemangat. Maka dari itu saya menyambut atlet dan bangga,” ujar pria yang juga Sekretaris DPC PDIP Trenggalek tersebut.
Dengan modal 10 medali dari Kejurprov Jatim 2026, MMA Trenggalek kini memiliki pijakan untuk menatap kompetisi berikutnya. Pembinaan atlet muda, peningkatan kualitas latihan, serta kesinambungan program menjadi pekerjaan berikutnya agar prestasi tersebut dapat berlanjut hingga Popda dan Porprov Jatim 2027. (azz/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












