Sabtu
19 September 2026 | 3 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hj. Ansari PDIP: Pemutakhiran Data Sosial Ekonomi Butuh Sinergi Pemerintah dan Warga

PDIP-Jatim-Ansari-PDIP-19092026

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan Dapil Madura, Hj. Ansari, menggelar reses sekaligus Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di SMP Muhammadiyah 1 Pamekasan, Gladak Anyar, Pamekasan, Sabtu (19/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat menyampaikan persoalan data sosial ekonomi, khususnya desil, yang dinilai belum sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Menurut Ansari, pemutakhiran data sosial ekonomi masyarakat penting dilakukan agar kondisi warga yang tercatat dalam sistem benar-benar sesuai dengan keadaan di lapangan. Ia mendorong masyarakat untuk turut aktif memastikan data dirinya, termasuk desil, sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Jangan hanya menunggu. Masyarakat juga perlu mengecek data desilnya. Kalau ada yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, harus disampaikan untuk dilakukan pemutakhiran,” ujar Ansari.

Ansari mengungkapkan, aspirasi yang diterima dari masyarakat di daerah dapat menjadi bahan untuk mendorong perbaikan dan pemutakhiran data. Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan dokumen kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“KTP itu identitas pribadi. Jangan mudah dipinjamkan atau diberikan kepada orang lain. Kita harus berhati-hati karena data kependudukan bisa digunakan untuk berbagai keperluan,” ujarnya.

Kehati-hatian masyarakat, lanjut Ansari, terhadap dokumen kependudukan juga penting dalam konteks pemutakhiran data sosial ekonomi. Data yang digunakan pemerintah harus berasal dari informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia meminta masyarakat memastikan data kependudukan dan kondisi sosial ekonominya tercatat dengan benar. Apabila terdapat perubahan kondisi atau ketidaksesuaian data, warga diharapkan menempuh mekanisme pembaruan yang tersedia.

“Kalau ada data yang tidak sesuai, jangan dibiarkan. Sampaikan dan lakukan pemutakhiran. Tetapi di sisi lain, masyarakat juga harus menjaga data pribadinya dan tidak sembarangan memberikan KTP,” katanya.

Ansari menegaskan, pembenahan data sosial ekonomi membutuhkan keterlibatan pemerintah sekaligus masyarakat. Pemerintah berkewajiban melakukan pemutakhiran dan verifikasi, sementara masyarakat perlu memastikan informasi yang tercatat mengenai dirinya benar.

“Data yang akurat sangat penting. Kita ingin kondisi masyarakat yang sebenarnya tercermin dalam data, sehingga program pemerintah juga dapat dilaksanakan berdasarkan data yang tepat,” tandasnya. (hzm/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Wabup Ngawi Serahkan Apresiasi kepada Para Atlet Pencak Silat Peraih Medali dalam Kejuaraan Panglima TNI

NGAWI – Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko memberikan apresiasi kepada para atlet pencak silat asal Ngawi yang ...
LEGISLATIF

Hj. Ansari PDIP: Pemutakhiran Data Sosial Ekonomi Butuh Sinergi Pemerintah dan Warga

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan Dapil Madura, Hj. Ansari, menggelar reses sekaligus Sosialisasi Empat ...
LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Siapkan Dana Cadangan Rp80 Miliar untuk Pilkada 2029

TRENGGALEK – DPRD Kabupaten Trenggalek bersama pemerintah daerah menyiapkan skema dana cadangan untuk kebutuhan ...
KRONIK

Gandeng Komunitas Lingkungan, IMAGRO UNEJ Adukan Abrasi Pantai Cemara ke DPRD Jember

JEMBER – Garis pantai di Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, tidak lagi berhenti di tempat yang sama. Pasir terkikis. ...
KRONIK

Perkuat Sinergi Daerah, Bupati Fauzi dan Bupati Rijanto Teken MoU Pembangunan

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar ...
KRONIK

Rehabilitasi Sekolah, Bupati Lukman Tegaskan Hasil Harus Berkualitas dan Tepat Sasaran

BANGKALAN – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mempercepat pembenahan sarana dan prasarana pendidikan ...