PSSI Jatim menilai Soekarno Cup 2026 memperbanyak panggung pemain U-17 dan membantu regenerasi Timnas Indonesia. Turnamen juga menerapkan standar profesional.
SURABAYA – PSSI Jawa Timur menilai Soekarno Cup 2026 menjadi tambahan penting bagi pembinaan pemain muda Indonesia. Turnamen yang diikuti 16 tim provinsi itu dinilai memperbanyak panggung kompetisi bagi pemain U-17 sekaligus membuka jalur regenerasi menuju Tim Nasional Indonesia.
Bidang Kompetisi PSSI Jatim, Arief Anton Sujarwo, mengatakan keberadaan kompetisi tambahan sangat dibutuhkan pemain muda untuk mengasah kemampuan dan mendapatkan pengalaman bertanding.
“Apalagi ini berbarengan dengan kompetisi Piala Soeratin U-17. Artinya pemain-pemain 17 tahun semakin banyak wadahnya, sangat bagus untuk perkembangan pemain muda di Indonesia,” kata Arief di sela Match Coordination Meeting H-1 seremoni pembukaan Soekarno Cup, Minggu (9/8/2026).
Baca juga: Said Abdullah: Soekarno Cup Jadi Wadah Talenta Muda Wong Cilik dan Pembentuk Karakter
Menurut Arief, Soekarno Cup tidak semestinya dipandang sebagai kompetisi musiman. Turnamen tersebut dapat menjadi ruang penyaringan pemain muda yang berpotensi berkembang hingga memperkuat Timnas Indonesia.
“Pastinya, ini artinya ini bibit-bibit yang akan berlaga ataupun memperkuat timnas nantinya. Itu harapan dari kita,” ujarnya.
Untuk memastikan kompetisi berjalan profesional, PSSI bersama panitia telah mematangkan seluruh aspek teknis pertandingan. Perangkat pertandingan juga diperkuat dengan wasit berlisensi C1 yang berpengalaman memimpin kompetisi tingkat nasional.
Selain itu, PSSI memberikan pembekalan kepada manajer dan pelatih 16 tim peserta mengenai aturan terbaru Laws of the Game (LOTG) 2025–2026.
Pembekalan tersebut diperlukan agar seluruh tim memiliki pemahaman yang sama terhadap regulasi pertandingan. Salah satu perubahan yang disampaikan berkaitan dengan aturan handball.
“Tadi sudah saksikan sendiri bahwa dari referee assessor kita sudah menjelaskan ke seluruh peserta terkait LOTG 2025–2026, di mana ada perubahan-perubahan soal handball tadi, jadi sudah disampaikan semua,” jelas Arief.
PSSI Jatim juga mengapresiasi komitmen panitia Soekarno Cup dalam menjaga integritas pertandingan. Salah satunya melalui rencana penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) pada babak semifinal dan final.
Selain VAR, panitia juga menyiapkan wasit netral dari luar Jawa Timur serta menyiarkan pertandingan secara langsung melalui YouTube. Langkah tersebut dinilai memperkuat transparansi dan profesionalitas penyelenggaraan turnamen.
Arief berharap seluruh peserta mampu menjaga fair play sejak pertandingan pertama. Persaingan untuk menjadi juara, kata dia, harus tetap berlangsung dalam suasana kompetitif dan kondusif.
“Tentunya selamat kepada seluruh 16 tim yang akan berlaga di Soekarno Cup ini. Kita harapkan semuanya bermain dengan fair play tanpa adanya gangguan-gangguan yang berarti dan tentunya juara satu nanti pasti tim yang terbaik,” tandasnya.
Soekarno Cup 2026 dijadwalkan mulai bergulir pada 10 Agustus. Dengan tambahan panggung kompetisi bagi pemain muda, PSSI berharap turnamen tersebut ikut memperkuat ekosistem pembinaan sepak bola sekaligus memperbesar peluang lahirnya pemain-pemain yang kelak mampu menembus Timnas Indonesia. (nia/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










