Soekarno Cup 2026 menyiapkan teknologi VAR untuk semifinal dan final. Panitia juga mendatangkan wasit dari luar Jatim demi menjaga netralitas dan sportivitas.
SURABAYA – Teknologi Video Assistant Referee (VAR) akan disiapkan untuk semifinal dan final Soekarno Cup 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen panitia menjaga transparansi, sportivitas, dan integritas pertandingan dalam turnamen yang diikuti 16 tim provinsi.
Wakil Ketua Panitia Pelaksana Soekarno Cup 2026, Eri Irawan, mengatakan penggunaan VAR di laga krusial diharapkan mampu meminimalkan potensi kesalahan dalam pengambilan keputusan pertandingan.
“Kabar gembiranya nanti semifinal dan final ada VAR-nya. Jadi kalau ada yang curang atau berniat curang itu sangat ketahuan, mudah ketahuan,” kata Eri saat Match Coordination Meeting di Grand Praxis Surabaya, Minggu (9/8/2026).
Selain menyiapkan VAR, panitia juga memastikan netralitas perangkat pertandingan dengan mendatangkan wasit dari luar Jawa Timur. Wasit yang memimpin pertandingan berasal dari PSSI Jawa Tengah.
Menurut Eri, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga profesionalisme sekaligus memastikan tidak ada intervensi dari tuan rumah selama turnamen berlangsung.
“Insya Allah panitia netral dan panitia bersikap profesional termasuk wasit yang akan memimpin besok bukan dari Jawa Timur. Wasitnya dari PSSI Jawa Tengah,” tegasnya.
Soekarno Cup 2026 diikuti 16 tim dari berbagai provinsi di Indonesia. Panitia memastikan persiapan teknis pertandingan maupun latihan telah dimatangkan di empat lokasi utama, yakni Gelora Bangkalan, Stadion Gelora 10 November, Lapangan Thor, dan Gelora Joko Samudro Gresik.
Eri mengakui pengaturan jadwal latihan menjadi tantangan tersendiri karena seluruh tim harus mendapatkan kesempatan berlatih dalam waktu yang relatif bersamaan.
“Mohon maaf dan dimaklumi bila ada sedikit perjalanan yang jauh karena kami harus mengatur delapan lapangan dalam waktu yang bersamaan,” ujarnya.
Sementara itu, seremoni pembukaan Soekarno Cup 2026 akan dipusatkan di Stadion Gelora 10 November Surabaya, Senin (10/8/2026). Panitia menargetkan sekitar 8.000 penonton hadir dalam pembukaan turnamen.
Stadion tersebut dipilih karena memiliki nilai historis dalam perjalanan sepak bola Surabaya dan Jawa Timur. Seluruh pemain dari 16 tim juga dijadwalkan mengikuti prosesi defile untuk menyapa penonton.
Namun, pemain yang harus menjalani laga perdana Jawa Timur melawan Jawa Barat akan mendapat pengecualian karena harus melakukan persiapan pertandingan.
Dari sisi keamanan, panitia telah melakukan asesmen bersama kepolisian. Eri menyebut potensi konflik antarsuporter relatif kecil. Justru potensi gesekan lebih diantisipasi terjadi di dalam lapangan.
“Potensi konflik antar suporter hampir tidak ada. Tetapi justru yang paling rentan adalah antar pemain, antar pelatih, dan antar ofisial. Ini yang harus diwaspadai,” kata Eri yang juga anggota DPRD Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan.
Seluruh pertandingan Soekarno Cup 2026 juga akan disiarkan secara langsung melalui YouTube. Langkah tersebut diharapkan membuat jalannya pertandingan dapat disaksikan publik secara lebih terbuka.
Bidang Kompetisi PSSI Jawa Timur, Arief Anton Sujarwo, mengapresiasi pelaksanaan Soekarno Cup sebagai bagian dari pembinaan pemain muda. Menurutnya, turnamen tersebut dapat menjadi ruang bagi pemain usia muda untuk mendapatkan pengalaman kompetitif.
“Ini artinya ini bibit-bibit yang akan berlaga ataupun memperkuat timnas nantinya. Itu harapan dari kita,” kata Arief.
Match Coordination Meeting menjadi agenda teknis terakhir sebelum turnamen dimulai. Pertemuan tersebut juga diisi dengan agenda rilis jersey masing-masing tim yang disaksikan PSSI dan panitia.
Setelah seluruh persiapan rampung, 16 tim provinsi akan memulai perjuangan mereka dalam Soekarno Cup 2026 yang diawali dengan seremoni pembukaan di Surabaya pada Senin (10/8/2026). (nia/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










