Jumat
14 Agustus 2026 | 2 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banggar DPRD Jember Ingatkan Pemkab Tak Lagi Geser Anggaran APBD Sepihak

pdip-jatim-250227-ipunk-jember

Banggar DPRD Jember mengingatkan Pemerintah Kabupaten Jember agar tidak lagi menggeser anggaran APBD yang telah disepakati bersama. DPRD menegaskan pelaksanaan anggaran harus mengacu pada KUA-PPAS untuk menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

JEMBER – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Jember mengingatkan Pemerintah Kabupaten Jember agar tidak lagi melakukan pergeseran anggaran yang telah disepakati bersama dalam pembahasan APBD. DPRD menegaskan pelaksanaan anggaran harus tetap mengacu pada Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) sebagai dasar pengelolaan keuangan daerah.

Peringatan tersebut disampaikan menyusul temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada Tahun Anggaran 2025 yang mengharuskan pemerintah daerah mengembalikan anggaran senilai miliaran rupiah. Banggar menilai kejadian tersebut tidak boleh terulang dalam pelaksanaan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Anggota Banggar DPRD Jember dari Fraksi PDI Perjuangan, Edi Cahyo Purnomo, meminta pemerintah daerah menjalankan seluruh program dan alokasi anggaran sesuai hasil kesepakatan bersama antara legislatif dan eksekutif.

“Jangan sampai anggaran yang sudah menjadi kesepakatan berubah lagi. Saya berharap pelaksanaan anggaran tetap sesuai arah kebijakan dan visi-misi bupati,” kata Edi, Jumat (26/6/2026).

Politisi yang akrab disapa Ipung itu mengatakan pembahasan Perubahan APBD 2026 yang dijadwalkan berlangsung sekitar Agustus mendatang harus menjadi momentum memperkuat komitmen antara pemerintah daerah dan DPRD dalam menjaga konsistensi pelaksanaan anggaran.

Menurutnya, seluruh kesepakatan yang telah dituangkan dalam KUA-PPAS harus menjadi pedoman pelaksanaan program sehingga tidak terjadi perubahan alokasi anggaran secara sepihak.

“Kalau kesepakatan itu kembali diubah secara sepihak, tentu DPRD tidak bisa diminta ikut bertanggung jawab atas risiko yang muncul,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Jember menjadi sorotan setelah puluhan organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan pergeseran anggaran pascarestrukturisasi terhadap 26 perangkat daerah. Sejumlah perubahan alokasi anggaran disebut dilakukan tanpa melalui pembahasan bersama DPRD, sehingga memunculkan kritik dari kalangan legislatif.

Banggar DPRD Jember berharap pelaksanaan Perubahan APBD 2026 dapat berjalan sesuai mekanisme perencanaan dan penganggaran yang berlaku. Dengan demikian, setiap kebijakan anggaran tetap berada dalam koridor akuntabilitas, transparansi, serta hasil kesepakatan antara legislatif dan eksekutif. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Krisis Air Bersih meluas di Bojonegoro, Abidin Fikri Kembali Kirim Bantuan

BOJONEGORO – Dampak kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino mulai memicu krisis air bersih di sejumlah ...
HEADLINE

Banteng Jatim FC Tahan Banteng Kalbar, 25 Talenta Muda Terus Ditempa di Soekarno Cup

Banteng Jatim FC menahan imbang Banteng Kalbar di laga kedua Soekarno Cup 2026. Tim ini membawa 25 talenta terbaik ...
LEGISLATIF

Ririk Dorong Potensi Munjungan Dikembangkan, dari Wisata hingga Perikanan

TRENGGALEK – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Trenggalek, Ririk Wahyumawati, mendorong potensi ...
KRONIK

Ketua DPRD Sumenep Sambut Audiensi Mahasiswa Terkait Usulan Regulasi LGBT

SUMENEP – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Spear of Justice menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan ...
KRONIK

Lumpia Ipung dan Riuh Soekarno Cup: Empat Dekade Mengais Rezeki di Gelora 10 November

SURABAYA – Peluit pertandingan belum lama berbunyi. Suara suporter bersahutan. Para pemain muda berlari mengejar ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Anak Muda Kediri Dampak Bullying dan Pernikahan Dini

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali mengingatkan dampak bullying dan dispensasi pernikahan dini serta ...