Kamis
28 Mei 2026 | 1 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bantuan Mas Dhito Hidupkan Lagi Harapan Keluarga di Puncu

pdip jatim 260529 warung suyanto 1

Kisah haru keluarga Suyanto di Kediri yang menjual rumah demi pengobatan istri kini kembali bangkit setelah mendapat bantuan usaha dan beasiswa dari Bupati Kediri.

KEDIRI — Pagi itu, suasana di Dusun Bahagia, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, terasa berbeda dari biasanya. Matahari belum terlalu tinggi ketika sebuah mobil dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopusmik) Kabupaten Kediri berhenti di depan rumah sederhana milik Suyanto, Senin (25/5/2026).

Dari dalam rumah, lelaki 55 tahun itu tampak keluar perlahan. Wajahnya yang selama beberapa bulan terakhir dipenuhi kegelisahan pagi itu mulai terlihat lebih tenang.

Di sampingnya, sang istri, Zainul Sarpianik (58), duduk sambil memperhatikan beberapa perlengkapan usaha yang satu per satu diturunkan dari kendaraan.

Ada etalase kecil, perlengkapan dapur, hingga kebutuhan untuk membuka warung kembali.

Suyanto tak banyak bicara. Namun senyum tipis di wajahnya seolah cukup menggambarkan rasa lega yang selama ini tertahan.

Beberapa bulan terakhir hidup keluarganya memang berjalan begitu berat.

Rumah yang dulu mereka miliki terpaksa dijual untuk biaya pengobatan sang istri yang terserang stroke.

Warung kecil yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga pun ikut berhenti beroperasi.

Tabungan habis. Penghasilan nyaris tak ada.

Bahkan putri mereka, Bunga Febriana (16), harus menghentikan sekolah sejak November 2025 karena kondisi ekonomi keluarga yang tak lagi memungkinkan.

“Sebenarnya kalau anak sampai tidak bisa melanjutkan sekolah itu pedih, tapi keadaan memang memaksa harus seperti ini,” ujar Suyanto lirih.

Namun pagi itu, perlahan harapan mulai datang kembali.

Bantuan perlengkapan usaha dari Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito, menjadi titik awal baru bagi keluarga kecil tersebut untuk bangkit dari keterpurukan.

“Alhamdulillah dibantu Pak Bupati, sekarang rasanya sudah ayem,” lanjutnya.

Suyanto bercerita, sebelum istrinya sakit, warung kecil mereka cukup ramai pelanggan. Dari usaha itulah kebutuhan keluarga sehari-hari tercukupi.

Karena itu, saat bantuan perlengkapan usaha datang, ia merasa seperti diberi kesempatan kedua untuk kembali menata hidup.

Dalam waktu dekat, warung itu akan kembali dibuka.

Dengan pengalaman yang pernah dimiliki, Suyanto yakin masih bisa menjalankan usaha sambil tetap merawat istrinya di rumah.

“Pengennya usaha warung nanti bisa berjalan, dan semoga saja bisa kembali punya rumah lagi,” katanya penuh harap.

Di sudut rumah lainnya, Bunga tampak tak kalah bahagia.

Gadis remaja itu kini mulai kembali membuka buku pelajaran setelah mendapat kepastian bisa melanjutkan sekolah melalui bantuan beasiswa.

Sejak rumahnya dikunjungi Mas Dhito beberapa waktu lalu, Bunga sudah kembali menjalin komunikasi dengan pihak sekolah lamanya. Sambil menunggu tahun ajaran baru, ia mulai belajar mandiri dari rumah.

Ada semangat baru di wajahnya.

Dukungan untuk kembali sekolah bukan hanya datang dari pemerintah daerah, tetapi juga dari guru-gurunya yang terus memberi semangat agar ia tidak menyerah pada keadaan.

“Terima kasih banyak buat Pak Bupati, sudah memberi beasiswa untuk sekolah lagi dan usaha buat ayah,” ujar Bunga pelan.

Bagi gadis itu, sekolah bukan sekadar soal belajar di kelas. Ia ingin suatu hari nanti bisa mengangkat derajat kedua orang tuanya yang selama ini berjuang keras untuk keluarga.

Kisah keluarga Suyanto sebelumnya sempat menyentuh perhatian Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat berkunjung langsung ke rumah mereka pada 5 Mei 2026 lalu.

Kala itu, bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri itu berjanji membantu memberikan perlengkapan usaha kepada Suyanto sekaligus memastikan Bunga bisa kembali bersekolah melalui program beasiswa.

Kini, janji itu mulai nyata satu per satu.

Dan di rumah sederhana di Dusun Bahagia itu, suara harapan perlahan kembali terdengar.

Bukan dalam bentuk kemewahan besar.

Melainkan dari warung kecil yang akan kembali buka, buku sekolah yang mulai dibaca lagi, dan senyum keluarga yang akhirnya bisa sedikit bernapas lega setelah lama dihimpit keadaan. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bantuan Mas Dhito Hidupkan Lagi Harapan Keluarga di Puncu

Kisah haru keluarga Suyanto di Kediri yang menjual rumah demi pengobatan istri kini kembali bangkit setelah ...
KRONIK

Ketika Daging Kurban dan Sembako Menjadi Kebahagiaan Sederhana Warga Balapan Sukorejo

Warga Balapan Sukorejo Kota Blitar merasakan hangatnya kebersamaan Iduladha saat menerima daging kurban dan paket ...
KABAR CABANG

PDIP Bondowoso Tebar Ribuan Paket Daging Kurban hingga Lereng Argopuro

DPC PDI Perjuangan Bondowoso membagikan ribuan paket daging kurban dari enam sapi ke sejumlah desa hingga lereng ...
KABAR CABANG

PDIP Sampang Potong Lima Ekor Sapi, Iwan: Kami Hadir untuk Kebahagiaan Masyarakat

SAMPANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sampang melakukan pemotongan hewan kurban di lima ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Sumenep Bagikan Ratusan Paket Daging Kurban untuk Warga Kurang Mampu dan Lansia

SUMENEP – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep membagikan ratusan paket daging kurban ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ajak Masyarakat Jadikan Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas Sosial

Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha 1447 H sebagai momentum memperkuat gotong ...