Minggu
01 November 2026 | 10 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Upacara Gabungan, Plt Ketua DPRD Magetan Tekankan Keselarasan SDM dan Kelestarian Lingkungan

IMG-20260520-WA0038_copy_612x408

MAGETAN – Plt. Ketua DPRD Kabupaten Magetan, H. Suyatno, menghadiri Upacara Gabungan Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67, Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118, dan Hari Bumi ke-56 di halaman Sekretariat Daerah Pemkab Magetan, Rabu (20/5/2026).

​Suyatno menilai, penggabungan ketiga momentum besar ini memiliki makna filosofis yang mendalam serta keterkaitan yang kuat dalam membangun peradaban di Kabupaten Magetan.

​”Hari ini kita memperingati tiga momentum fundamental yang sangat krusial bagi pembangunan Magetan,” ujar Suyatno saat ditemui usai upacara, Rabu.

​Menurut Suyatno, peringatan ini bukan sekadar seremonial tahunan. Momentum ini harus menjadi pengingat bagi jajaran eksekutif maupun legislatif bahwa kemajuan daerah tidak dapat dipisahkan dari kualitas sumber daya manusia (SDM) dan daya dukung lingkungan.

​”Kemajuan Magetan tidak akan tercapai tanpa SDM yang terdidik, semangat nasionalisme yang bangkit, dan daya dukung lingkungan bumi yang lestari,” tuturnya.

​Kawal Anggaran Pendidikan dan Gizi Anak
​Sebagai langkah konkret, Suyatno menegaskan komitmen DPRD Magetan dalam mengawal kebijakan anggaran yang berpihak pada sektor pendidikan dan peningkatan kualitas SDM.

​Selain itu, pihak legislatif menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi program pemerintah pusat di tingkat daerah, salah satunya program pemenuhan gizi nasional. Program ini dinilai sebagai investasi jangka panjang yang vital bagi generasi muda.

​”Program pemenuhan gizi ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun fisik dan intelektual generasi penerus di Kabupaten Magetan, agar mereka menjadi tunas bangsa yang kuat, unggul, dan kompetitif,” kata politisi senior tersebut.

​Jaga Ekologi demi Generasi Masa Depan
​Terkait momentum Harkitnas, Suyatno mengajak masyarakat Magetan untuk merefleksikan kembali semangat perjuangan Boedi Oetomo dan mengontekstualisasikannya ke dalam tantangan era modern.

​Sementara dalam peringatan Hari Bumi, ia menyoroti pentingnya menjaga kelestarian alam melalui aksi nyata, mulai dari pembatasan sampah plastik hingga reboisasi.

​”Mari melakukan aksi nyata mulai dari hal-hal kecil, seperti pengurangan produk plastik sekali pakai. Yang lebih penting lagi adalah penanaman pohon di semua kawasan agar alam tetap hijau,” jelasnya.

​Ia mengingatkan bahwa orientasi pembangunan daerah harus tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan lingkungan hidup.

​”Bumi Magetan adalah titipan untuk anak cucu kita. Pembangunan harus berjalan beriringan dengan kelestarian ekologi yang berkelanjutan demi masa depan,” pungkas Suyatno.(rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Guntur Dorong Paguyuban MC Blitar Samakan Standar Profesionalisme

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong paguyuban pembawa acara atau ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Pendataan Digital Bansos Harus Sesuai Kondisi Riil, Bukan Like and Dislike

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan proses pendataan kependudukan secara digital untuk ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Dorong Kader GMNI Isi Ruang Strategis di Lembaga Negara

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Salah Tafsir Kuota Perempuan BPD, Komisi A DPRD Jember Minta Pengisian Dievaluasi

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menemukan dugaan salah tafsir penerapan kuota minimal 30 persen keterwakilan ...
LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Dorong Trans Jatim Malang Raya Terintegrasi dengan Angkot, Lindungi Pendapatan Sopir

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong integrasi Bus Trans Jatim Koridor II Malang ...
KRONIK

Baguna Ngawi Jenguk Nenek Usia 97 Tahun, Korban Angin Kencang di Kwadungan

NGAWI – Di usianya yang hampir satu abad, Saelah (97 tahun) harus menghadapi kenyataan pahit setelah rumahnya ...