Rabu
30 September 2026 | 10 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ratusan Siswa Diduga Keracunan Massal MBG, Fuad Benardi Minta Evaluasi Total Tata Kelola SPPG

pdip jatim 251122 fuad benardi

Fuad Benardi mendesak evaluasi total program MBG usai dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Surabaya.

SURABAYA — Anggota DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi, menyoroti serius insiden dugaan keracunan massal yang menimpa sekitar 200 siswa di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, usai mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Fuad, kejadian tersebut menjadi catatan serius sekaligus preseden buruk dalam pelaksanaan program nasional yang sejatinya bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak.

“Ini merupakan preseden buruk bagi program MBG. Ke depan harus ada perbaikan tata kelola untuk memastikan bahan yang dimasak benar-benar sesuai standar dan higienis,” ujar Fuad, Senin (11/5/2026).

Politisi PDI Perjuangan itu meminta evaluasi menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khususnya terkait standar kebersihan, pengawasan bahan baku, hingga proses distribusi makanan.

Ia menilai niat baik program pemerintah untuk membantu pemenuhan gizi anak dan meringankan beban ekonomi keluarga tidak boleh berujung menimbulkan persoalan kesehatan.

Suasana di sejumlah fasilitas kesehatan kawasan Surabaya Barat sendiri sempat ramai setelah para siswa berdatangan dengan keluhan serupa. Sebagian siswa tampak lemas dan harus mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan data sementara, sekitar 200 siswa dari 12 sekolah di wilayah Tembok Dukuh terdampak insiden tersebut. Mereka dilaporkan mengalami gejala seperti pusing, mual, hingga muntah berulang setelah menyantap makanan program MBG.

Awalnya para siswa mendapatkan penanganan di Puskesmas Tembok Dukuh. Namun karena jumlah korban terus bertambah, sebagian besar kemudian dirujuk ke RS Ibu dan Anak IBI Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Fuad meminta seluruh pihak tetap tenang sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Surabaya.

Menurutnya, hasil uji laboratorium penting untuk memastikan penyebab utama insiden sekaligus menjadi dasar evaluasi program ke depan.

“Kami menunggu hasil laboratorium untuk mengetahui penyebab aslinya dan menentukan langkah perbaikan apa yang harus dilakukan oleh SPPG ke depan,” katanya.

Hingga kini, pihak terkait masih melakukan investigasi terhadap sampel makanan untuk menelusuri kemungkinan titik lemah dalam rantai distribusi maupun proses pengolahan menu MBG. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Cegah Anak Mengamen, Pemkot Surabaya Siapkan Pelatihan Menjahit dan Usaha Gorengan

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak hanya menghentikan aktivitas seorang anak yang diduga diajak ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Banyuwangi Salurkan Ribuan Paket Bansos untuk Jukir, Kuli, hingga Asongan

BANYUWANGI – Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Ana Aniati, mengatakan PDI Perjuangan menyalurkan ribuan paket ...
KRONIK

Said Abdullah: Prabowo-Megawati Akan Bertemu Lagi, Diharapkan 17 Oktober

JAKARTA – Pertemuan lanjutan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri direncanakan ...
LEGISLATIF

Baktiono Minta Seleksi Direksi BUMD Surabaya Bebas Manuver Politik

SURABAYA – Proses seleksi calon Direksi lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Surabaya mendapat perhatian DPRD ...
KRONIK

Sinung Soroti Rencana Utang Rp45 Miliar dalam APBD Bondowoso 2027

BONDOWOSO – Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, menyoroti rencana pemerintah daerah menarik utang Rp45 ...
EKSEKUTIF

Debit Sumber Air Menurun, 500 Warga Selorejo Kediri Dapat Bantuan Air Bersih

KEDIRI – Sekitar 500 warga Dusun Selorejo, Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mengalami kesulitan ...