Sabtu
05 September 2026 | 5 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDIP Saudi Bantu Urus TKI Sakit yang Minta Pulang ke Sukabumi

pdip-jatim-nurhayati-tki-sukabumi

pdip-jatim-nurhayati-tki-sukabumiJEDDAH – Dewan Perwakilan Luar Negeri PDI Perjuangan Saudi Arabia melaporkan kasus yang dialami tenaga kerja Indonesia (TKI) Nurhayati Bt Muhammad Ali Tohrip (53) ke Menteri Tenaga Kerja RI, pejabat KJRI Jeddah, dan Direktur Perlindungan WNI & BHI Kemenlu RI.

TKI asal Sukabumi Jawa Barat yang sudah 17 tahun bekerja di kota Madinah itu sekarang dirawat di RS King Fahd Madinah. Nurhayati yang sebagian gajinya belum diberikan oleh majikannya itu, minta dipulangkan ke tanah air.

“Insya Allah, KJRI Jeddah akan langsung menindaklanjuti kasus tersebut,” kata Sofiyah Jusan, Wakil Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia, Rabu (28/9/2016).

Kasus itu diketahui DPLN PDIP Saudi dari Sekjen Posko Perjuangan TKI (Pospertki) Oktavian Hardianto. Pospertki sebagai organisasi sayap PDIP tersebut sebelumnya menerima pengaduan dari salah satu netizen yang berinisial “K” melalui jejaring sosial.

Pengadu melaporkan adanya salah satu TKI yang sedang dirawat di RS King Fahd Madinah tidak dipulangkan oleh majikannya yang sudah bekerja 17 tahun lamanya, meski kontrak kerjanya sudah habis. Selain itu, sebagian gajinya belum dibayar sang majikan.

Kemudian, kepada Ketua DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia Sharief Rachmat, pengadu menjelaskan ihwal Nurhayati. Menurut pengadu, Nurhayati tidak mengetahui alamat majikannya, karena selama 17 tahun bekerja, hanya di dalam rumah.

Menurut pengadu, Nurhayati sudah dua kali masuk rumah sakit. Saat ini dia dirawat di lantai dua RD King Fahd.

“Dia minta bantuan untuk dipulangkan, dan mendapatkan sisa hak–haknya. Akan lebih bagus kalau ada orang KJRI Jeddah yang datang,” kata “K”, si pelapor kepada Sharief Rachmat.

Selama bekerja, gaji Nurhayati per bulannya sebesar 600 Riyal Saudi atau setara Rp 2 juta. Selama 17 tahun bekerja, gaji yang diterima Nurhayati baru 20.600 Riyal Saudi dengan rincian 3.600 Riyal Saudi dikirim ke Indonesia dan 17 ribu Riyal Saudi dibelikan emas. Hanya saja, emas yang dibeli tersebut saat ini ada di tangan majikannya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Di Tempat Hasto Dilahirkan, Demokrasi Dibicarakan Lewat Gamelan dan Tarian

YOGYAKARTA – Tidak ada kemewahan ruang pertemuan hotel. Tidak ada pendingin udara yang membuat suasana malam terasa ...
LEGISLATIF

Puan Dukung Penegakan Hukum 21 Badan Usaha Terkait Karhutla, Minta Prosesnya Transparan

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan penegakan hukum ...
KRONIK

Hasto Ingatkan Ancaman Populisme Otoriter, Dorong Lima Agenda Ketahanan Demokrasi

YOGYAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengingatkan menguatnya populisme otoriter dapat ...
KRONIK

Pantau Langsung Kebakaran Kawah Ijen, Bupati Ipuk Ajukan Helikopter Water Bombing

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memantau langsung lokasi kebakaran di Kawsan Pegunungan Ijen, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Lantik 4 Kepala OPD, Tekankan Integritas dan Pelayanan Terbaik untuk Rakyat

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, melantik empat pejabat pimpinan tinggi pratama (JPTP) di ...
KABAR CABANG

Formasi Baru Terbentuk, Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Pagerwojo Siap Menangkan Pemilu 2029

TULUNGAGUNG – Pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Pagerwojo masa bakti 2026-2031 resmi ...