Rabu
22 Juli 2026 | 12 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDIP Saudi Bantu Urus TKI Sakit yang Minta Pulang ke Sukabumi

pdip-jatim-nurhayati-tki-sukabumi

pdip-jatim-nurhayati-tki-sukabumiJEDDAH – Dewan Perwakilan Luar Negeri PDI Perjuangan Saudi Arabia melaporkan kasus yang dialami tenaga kerja Indonesia (TKI) Nurhayati Bt Muhammad Ali Tohrip (53) ke Menteri Tenaga Kerja RI, pejabat KJRI Jeddah, dan Direktur Perlindungan WNI & BHI Kemenlu RI.

TKI asal Sukabumi Jawa Barat yang sudah 17 tahun bekerja di kota Madinah itu sekarang dirawat di RS King Fahd Madinah. Nurhayati yang sebagian gajinya belum diberikan oleh majikannya itu, minta dipulangkan ke tanah air.

“Insya Allah, KJRI Jeddah akan langsung menindaklanjuti kasus tersebut,” kata Sofiyah Jusan, Wakil Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia, Rabu (28/9/2016).

Kasus itu diketahui DPLN PDIP Saudi dari Sekjen Posko Perjuangan TKI (Pospertki) Oktavian Hardianto. Pospertki sebagai organisasi sayap PDIP tersebut sebelumnya menerima pengaduan dari salah satu netizen yang berinisial “K” melalui jejaring sosial.

Pengadu melaporkan adanya salah satu TKI yang sedang dirawat di RS King Fahd Madinah tidak dipulangkan oleh majikannya yang sudah bekerja 17 tahun lamanya, meski kontrak kerjanya sudah habis. Selain itu, sebagian gajinya belum dibayar sang majikan.

Kemudian, kepada Ketua DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia Sharief Rachmat, pengadu menjelaskan ihwal Nurhayati. Menurut pengadu, Nurhayati tidak mengetahui alamat majikannya, karena selama 17 tahun bekerja, hanya di dalam rumah.

Menurut pengadu, Nurhayati sudah dua kali masuk rumah sakit. Saat ini dia dirawat di lantai dua RD King Fahd.

“Dia minta bantuan untuk dipulangkan, dan mendapatkan sisa hak–haknya. Akan lebih bagus kalau ada orang KJRI Jeddah yang datang,” kata “K”, si pelapor kepada Sharief Rachmat.

Selama bekerja, gaji Nurhayati per bulannya sebesar 600 Riyal Saudi atau setara Rp 2 juta. Selama 17 tahun bekerja, gaji yang diterima Nurhayati baru 20.600 Riyal Saudi dengan rincian 3.600 Riyal Saudi dikirim ke Indonesia dan 17 ribu Riyal Saudi dibelikan emas. Hanya saja, emas yang dibeli tersebut saat ini ada di tangan majikannya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Syaifuddin Zuhri Dorong Turnamen Usia Dini Digelar Rutin untuk Cetak Pesepak Bola Berkualitas

SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mendorong turnamen sepak bola usia dini digelar secara rutin ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Gandeng Praktisi, Latih Petani Bikin Pupuk Organik Murah Meriah

BOJONEGORO – Upaya menjaga ketahanan pangan dan merespons tingginya harga pupuk kimia terus dilakukan di daerah. ...
KRONIK

Sambut Bulan Kemerdekaan, Bupati Lukman Pimpin ASN Percantik Kota Bangkalan

BANGKALAN – Menyambut Bulan Kemerdekaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggerakkan aparatur sipil negara ...
EKSEKUTIF

Pemkab Ngawi Siapkan Regulasi Mengemudi Sepeda Motor bagi Anak Usia 17 Tahun Ke Bawah

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku prihatin atas meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...