NGAWI – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono atau Kanang, menyampaikan belasungkawa dengan bertakziah ke rumah duka korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, yakni mendiang Mia Citra Rumaisha, di Desa Tambakboyo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi.
Mia diketahui merupakan salah satu korban meninggal dunia dalam insiden tabrakan antara kereta api jarak jauh dan KRL yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur.
Ditemui dalam agenda legislatif, Kanang menilai peristiwa tersebut merupakan kecelakaan. Namun, ia menyoroti sejumlah hal krusial, terutama terkait proses evakuasi dan penanganan medis korban.
“Keluarga menceritakan proses evakuasi membutuhkan waktu hingga delapan jam untuk melepas jepitan di kaki korban. Setelah itu korban dibawa ke rumah sakit untuk penanganan awal,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Ia mengungkapkan, berdasarkan keterangan keluarga, kondisi korban sempat stabil usai dievakuasi. Namun, kondisi kesehatan korban kemudian menurun drastis setelah mendapatkan penanganan lanjutan di rumah sakit.
“Ini yang perlu kita cermati. Apakah ada kendala dalam diagnosis atau penanganan medis, atau faktor lain seperti keterbatasan tenaga spesialis,” katanya.
Menurut Kanang, korban sempat mengalami sesak napas sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan.

Selain aspek medis, Kanang juga menyoroti pentingnya evaluasi sistem komunikasi di PT Kereta Api Indonesia (KAI), khususnya dalam koordinasi antara petugas lapangan dengan pengatur perjalanan kereta.
“Harus ada evaluasi terkait komunikasi di jalur kereta. Bagaimana koordinasi dengan menara pengatur agar kereta lain bisa segera dihentikan ketika terjadi insiden,” ujarnya.
Ia menilai peningkatan sistem komunikasi menjadi hal penting untuk mencegah terjadinya miskomunikasi yang berpotensi menimbulkan kecelakaan serupa di masa mendatang.
Meski demikian, Kanang tetap mengapresiasi kinerja PT KAI yang dinilai telah menunjukkan profesionalisme dalam pelayanan kepada masyarakat.
“PT KAI sudah profesional, namun evaluasi tetap harus dilakukan secara berkala demi keselamatan penumpang,” katanya.
Diketahui, kecelakaan kereta api di Bekasi Timur tersebut merenggut belasan korban jiwa. Salah satu korban, Mia Citra Rumaisha, telah dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Ngawi. (amd/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










