SURABAYA — Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, langsung menggeber arah kerja partai usai konsolidasi internal dinyatakan solid tanpa friksi. Tiga program prioritas disiapkan sebagai fokus gerak partai agar lebih berdampak bagi masyarakat.
Gus Ipin menegaskan, kekuatan internal PDIP Trenggalek saat ini berada dalam kondisi kompak, tanpa faksi, dan tetap berada di jalur ideologi partai.
“Relatif tidak ada faksi di Trenggalek. Semua terkonsolidasi dan berpegang bahwa partai adalah pijar penuntun,” ujarnya saat Halal Bihalal DPD PDIP Jawa Timur di Surabaya, Minggu (12/4/2026).
Ia memastikan, seluruh struktur partai telah terbentuk sesuai arahan DPP, termasuk keterlibatan 30 persen perempuan serta generasi muda di bawah 35 tahun dalam posisi strategis.
Masuk fase berikutnya, Arifin menekankan kerja partai tidak boleh berhenti di konsolidasi, tetapi harus semakin tajam dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, DPC PDIP Trenggalek menginstruksikan tiga program prioritas.
Pertama, menjadikan partai sebagai advokat sosial yang aktif menjembatani kebutuhan masyarakat, baik sosial maupun ekonomi melalui jalur partai, legislatif, dan eksekutif.
Kedua, memperkuat ketahanan pangan sebagai langkah antisipasi kekeringan di wilayah Trenggalek.
Ketiga, fokus pada isu lingkungan, terutama pengelolaan sampah yang menyumbang sekitar 14 persen emisi gas rumah kaca.
“Kalau ini bisa ditekan, dampaknya akan besar bagi daerah,” tegasnya.
Politisi muda yang juga Bupati Trenggalek ini memastikan seluruh kader akan digerakkan dalam tiga agenda tersebut agar memberi dampak nyata.
Di akhir, Gus Ipin mengingatkan kader untuk mengambil peran lebih progresif.
“Jadilah pelopor perubahan, bukan sekadar mengikuti arus. Kita berpartai untuk gotong royong membangun bersama masyarakat,” pungkasnya. (gio/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










