Senin
12 Oktober 2026 | 5 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma Batal DKI-1, PDIP Dinilai Ambil Keputusan Tepat

pdip-jatim-wali-kota-risma

pdip-jatim-wali-kota-rismaSURABAYA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan akhirnya memutuskan mencalonkan pasangan Ahok-Djarot pada Pemilihan Kepala Daerah DKI 2017, Selasa, 20 September 2016. Artinya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tetap melanjutkan masa kepemimpinannya di Surabaya.

Risma sempat digadang-gadang diusung dalam bursa pilkada Jakarta untuk melawan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, gubernur yang sekarang, karena elektabilitasnya yang meroket.

Pengamat politik menilai keputusan partai banteng tersebut tepat. Sebab, Risma bisa segera berfokus pada tugasnya sebagai Wali Kota Surabaya.

Kris Nugroho, dosen pengajar jurusan ilmu politik Universitas Airlangga berpendapat bahwa tindakan PDIP yang merelakan Risma menetap di Kota Pahlawan sudah benar.

Menurut dia, masa bakti Risma baru setahun sejak pelantikannya untuk kedua kali menjabat orang nomor satu Surabaya. Janji-janji politiknya belum banyak terealisasi, misalnya tentang pembenahan transportasi publik dan jalan-jalan di Surabaya.

“Tugas di Surabaya lebih penting untuk diselesaikan. Apalagi masih setahun,” tutur Kris saat ditemui di ruangannya pada Rabu, 21 September 2016.

Kris memaklumi aksi diam Risma yang tidak banyak berkomentar mengenai rencana PDIP memboyongnya ke Jakarta. Tindakan ini, kata dia, sudah tepat. “Tidak memberi janji. Kalau janji, tapi malah batal dipilih, bisa jadi kesalahan besar,” ujarnya.

Suko Widodo, dosen ilmu komunikasi Universitas Airlangga, yang juga peneliti komunikasi politik pada Pusat Kajian Komunikasi Surabaya (Puskakom), juga mengungkapkan hal senada. Dia menilai keputusan PDIP realistis.

Sukowi—sapaan akrabnya—mengatakan komitmen Risma mengemban amanah lima tahun di Surabaya harus digenapi. “Rakyat memilih dia untuk lima tahun,” ucapnya.

Itu sebabnya, kata Sukowi, Risma justru akan dinilai tidak etis apabila meninggalkan Surabaya saat masa kepemimpinannya belum mencapai setahun.

Disinggung mengenai kemungkinan Risma maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur, Sukowi justru tidak berkomentar banyak. Menurut dia, kemungkinan itu mungkin saja terjadi mengingat catatan keberhasilan Risma selama memimpin Surabaya.

Namun, Sukowi melanjutkan, selalu ada kemungkinan lain yang bisa terjadi. “Pilgub sama pilwali itu kan beda. Bisa saja sebelumnya banyak dukungan, tapi tidak begitu di lainnya,” katanya. (tempo)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Beber Jalur Koreksi Desil Bansos, Warga Kediri Bisa Ajukan Pemutakhiran Data

KEDIRI – Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mengingatkan warga agar memeriksa data kesejahteraan yang ...
KRONIK

RSUD Blambangan Raih Tiga Penghargaan NHR, Bupati Ipuk: Tolok Ukur Berbenah Tingkatkan Layanan

BANYUWANGI – RSUD Blambangan Banyuwangi meraih tiga penghargaan dalam ajang National Hospital Ranking (NHR) yang ...
KRONIK

Bupati Fauzi Upayakan Pemulangan 9 Nelayan Sumenep yang Ditahan di Australia

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengupayakan pemulangan sembilan ...
HEADLINE

HUT ke-81 Jatim, Deni: Pembangunan Berhasil Jika Rakyat Ikut Maju dan Merasakan Manfaatnya

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono menegaskan keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari ...
KRONIK

Ratusan Kendaraan Dinas “Raib”, Andi PDIP Sebut Pemda Berpotensi Tanggung Kewajiban Pajak

BONDOWOSO – Sebanyak 409 kendaraan dinas milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab0) Bondowoso tidak diketahui ...
LEGISLATIF

Wiwin Minta Pemerintah Hitung Pasokan Bahan Baku Sebelum Bangun Pabrik Pakan

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Wiwin Sumrambah mengingatkan pemerintah agar mengkaji kesiapan bahan ...