Rabu
10 Juni 2026 | 10 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDI Perjuangan Desak PBB Bertindak Tegas atas Serangan ke Prajurit TNI di Lebanon

pdip jatim 260214 mhsa

JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengatakan, PDIP berduka atas 8 korban prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian atas nama PBB di Lebanon. Tiga prajurit TNI meninggal dan lima orang mengalami luka luka.

Menurut Said, aksi penyerangan tentara Israel terhadap pasukan perdamaian PBB menunjukkan mereka merasa berdiri di atas hukum. Jika dihitung sejak Oktober 2024, ungkapnya, tentara Israel telah melakukan serangan 25 kali terhadap properti dan pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon.

Tragedi berulang yang dilakukan oleh Israel ini, kata Said, seolah mendapatkan impunitas. Seperti halnya mereka melakukan kejahatan kemanusiaan di Gaza, Palestina. Dunia dan PBB seolah tak kuasa menahan kejahatan kemanusiaan yang di lakukan oleh Israel.

“Terbunuhnya 3 orang prajurit TNI dan 5 lainnya luka-luka harus menjadi momentum bagi PBB untuk bertindak lebih tegas dan nyata terhadap Israel sebagai pembuktian organisasi ini masih berfungsi,” tegas Said Abdullah, dalam keterangannya, Jumat (3/4/2026).

Ketua Banggar DPR RI ini menambahkan, melalui Dewan Keamanan, Mahkamah Internasional dan Sekjen PBB, serta bangsa-bangsa harus melakukan sejumlah langkah nyata, antara lain:

1. Tindakan berulang Israel di Lebanon dan Gaza bukti nyata atas pelanggaran Piagam PBB, dan kejahatan kemanusiaan. Oleh sebab itu, Said menyerukan kepada Dewan HAM PBB, dan atau negara-negara berdaulat untuk mengajukan Israel ke Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) atas kejahatan Israel yang memenuhi empat unsur sekaligus:

a. The crime of genocide (genosida), diatur dalam Pasal 6 Statuta Roma.

b. Crimes against humanity (kejahatan terhadap kemanusiaan), diatur dalam Pasal 7 Statuta Roma.

c. War crimes (kejahatan perang), diatur dalam Pasal 8 Statuta Roma.

d. The crime of aggression (agresi), khusus mengenai kejahatan agresi belum diatur lebih rinci dalam Statuta Roma,[8] dan Mahkamah akan melaksanakan yurisdiksi setelah suatu ketentuan diadopsi sesuai dengan Pasal 121 dan 123 Statuta Roma.

2. Menuntut pertanggungjawaban langsung Israel atas terbunuhnya 3 prajurit TNI dan 5 lainnya terluka dalam bentuk; (1) pengakuan tindakan penyerangan tersebut dan, (2) permintaan maaf dalam forum resmi di PBB, (3) menyatakan siap bertanggung jawab melalui mekanisme peradilan oleh ICC.

3. Keberadaan Israel telah menjadi beban dunia, menyerukan berbagai negara untuk memutuskan hubungan diplomatik dan kerja sama berbagai bidang dengan Israel. Mengisolasi Israel dalam hubungan dengan berbagai bangsa bangsa di dunia. Beberapa negara di Eropa yang semula menjadi mitra baik Israel telah melakukan hal ini, Said mengapresiasi langkah pemerintah di Spanyol yang menarik dubesnya dari Israel, Perancis dan Denmark yang menolak penjualan senjata ke Israel, dan sejumlah negara lainnya memutuskan hubungan diplomatik.

4. Pada (12/9/2025) Majelis Umum PBB telah bersidang yang mengambil sikap atas solusi dua negara, Palestina dan Israel sebagai dua negara yang berdiri. Pengakuan Palestina sebagai negara berdaulat ini oleh 142 anggota Majelis Umum PBB dari 193 negara yang hadir.

Dengan demikian Sekjen dan Dewan Keamanan PBB harus sesegera mungkin untuk melaksanakan keputusan tersebut. Langkah ini untuk mengantisipasi tindakan Israel yang berdiri atas doktrin terkutuk, yang merasa sebagai bangsa terpilih, dan merasa wilayah Israel dan sekitarnya sebagai tanah yang dijanjikan, sehingga mereka merasa berhak mendirikan perluasan kekuasaan Israel.

5. Bangsa Yahudi dan sejarah Negara Israel memang penuh dengan sejarah kekerasan. Bahkan nabi-nabi mereka saja mereka bunuh.

Nabi Zakharia AS & Nabi Yahya AS, Dibunuh karena menyampaikan pesan Allah yang bertentangan dengan kepentingan penguasa. Nabi Yesaya AS, Yeremia AS, dan Amos AS, dibunuh dan dianiaya karena menentang penyimpangan agama, korupsi politik, dan ketidakadilan.

Kalau mereka menjadi bangsa terpilih, kata Said Abdullah, harusnya mereka menyuci dosa masa lalu dengan pertobatan. Membawa keadilan dan rasa kemanusiaan di masa kini

Rakyat Israel, imbuhnya, harus menuntut pemerintahnya melakukan hal ini, atau mereka akan semakin dikucilkan oleh dunia. Apalagi di media sosial sentimen terhadap Israel dan Yahudi semakin meluas. (nia/pr)

 

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Abidin Fikri Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude, Soroti Ketimpangan Distribusi Tenaga Medis

JAKARTA – Program Pascasarjana Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur Jakarta resmi meluluskan Abidin Fikri dalam ...
LEGISLATIF

Komisi II DPRD Ngawi Sidak SPMB, Temukan Kesenjangan Jumlah Pendaftar Antar Sekolah

NGAWI – Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SMP Negeri di wilayah ...
KABAR CABANG

Dapur Umum DPC Sidoarjo Mengepul, Bagikan Ratusan Nasi Kotak untuk Pekerja Jalanan

SIDOARJO – Dapur Umum DPC PDI Perjuangan Sidoarjo kembali mengepul. Ratusan kotak nasi beserta lauk dibagikan ...
KABAR CABANG

Tantri Bararoh: Pelemahan Rupiah Harus Dijawab dengan Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan

Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Tantri Bararoh mengingatkan pelemahan rupiah berpotensi menekan daya ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Pastikan Layanan Kesehatan Warga Banyakan Tetap Berjalan Pasca Puskesmas Tiron Terbakar

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memastikan layanan kesehatan bagi warga Kecamatan Banyakan tetap berjalan ...
KRONIK

Bupati Sumenep Tegaskan Sinergi dengan TNI AL Perkuat Kemajuan Daerah Maritim

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan TNI ...