Jumat
01 Mei 2026 | 10 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Usung Ahok-Djarot Sejalan dengan Ideologi PDIP

pdip-jatim-ahok-djarot01

pdip-jatim-ahok-djarot01JAKARTA — PDI Perjuangan secara resmi menjadi partai pengusung utama pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat untuk Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017.

Menurut Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, ada empat pertimbangan untuk memutuskan mengusung pasangan petahana tersebut.

“Pertama, Ahok hingga saat ini adalah petahana Gubernur DKI Jakarta yang meneruskan tugas pasangan Jokowi-Ahok, yang sebelumnya telah diusung PDI Perjuangan pada Pilkada 2012 lalu,” kata Hasto, saat deklarasi pasangan Ahok-Djarot, semalam.

Kedua, langkah mengusung Ahok-Djarot dinilai sejalan dengan ideologi PDI Perjuangan, yakni Pancasila 1 Juni 1945 dan Trisakti. (Baca juga: PDI Perjuangan Jagokan Ahok-Djarot)

Hasto mengatakan, PDI Perjuangan memegang teguh dan berkomitmen meneguhkan nilai-nilai pluralisme dalam ideologi tersebut. Juga selalu berupaya konsisten dalam menjalankan program-program kebijakan Jokowi-Ahok pada waktu lalu.

“Ketiga, pasangan Ahok-Djarot dalam pandangan PDI-P mempunyai komitmen yang teguh dalam melaksanakan ideologi partai serta mampu bersinergi dengan pemerintah pusat dalam mengejawantahkan praktik pemerintahan,” ujar dia.

Keempat, PDI Perjuangan menilai pasangan Ahok-Djarot mampu meneruskan dan mengimplementasikan visi dan misi Jakarta Baru yang sebelumnya diusung pasangan Jokowi-Ahok pada Pilkada 2012 lalu.

Hal ini dibuktikan dengan hasil survei selama satu tahun terakhir yang konsisten menunjukkan tingkat kepuasan publik DKI Jakarta yang tinggi terhadap kinerja pasangan tersebut.

“Maka, dengan ini PDI-P menyatakan sebagai partai pengusung utama pasangan Ahok-Djarot pada Pilkada DKI Jakarta 2017,” ucap Hasto.

Ahok sendiri menyambut baik dukungan PDI Perjuangan. Dia menyebut Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menugaskan dia untuk menghapuskan masalah suku agama ras dan antargolongan (SARA) di Ibu Kota.

“Bu Mega cuma sampaikan bahwa PDIP ini partai ideologis, jelas Pancasila dilahirkan oleh Bung Karno,” kata Ahok.

Sebagai partai yang dijiwai sikap ideologis Soekarno, PDIP perlu melaksanakan komitmen terhadap Pancasila. Maka penghapusan masalah SARA kini menjadi tugas Ahok, karena tak sesuai dengan Pancasila.

“Jadi tidak ada lagi SARA. Masalah SARA itu sudah ketinggalan. NKRI Pancasila itu sudah selesai,” tegasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

May Day di DPRD Jatim, Yordan Tegaskan Tuntutan Buruh Akan Diteruskan ke Pusat

Aksi May Day di DPRD Jatim, Yordan Batara-Goa pastikan tuntutan buruh soal outsourcing, upah, dan PHK diteruskan ke ...
KRONIK

Ini, Kunci Sukses Bupati Ipuk Dorong Anak Muda Banyuwangi Berkreasi di Pertanian

BANYUWANGI – Sejak menjabat sebagai Bupati Banyuwangi, salah satu program prioritas Ipuk Fiestiandani adalah sektor ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tekankan Rekrutmen Sekolah Rakyat Harus Tepat Sasaran, Prioritaskan Warga Kurang Mampu

Mas Dhito tekankan rekrutmen Sekolah Rakyat Kediri harus tepat sasaran bagi desil 1 dan 2, progres pembangunan ...
LEGISLATIF

May Day Produktif, Doding Ajak Buruh Tanam Pohon Perkuat Lingkungan dan Ketahanan Pangan di Trenggalek

Doding Rahmadi ajak buruh tanam pohon saat May Day di Trenggalek, dorong ketahanan pangan dan lingkungan ...
LEGISLATIF

Puan: Isu Outsourcing, Ancaman PHK hingga Ojol Harus Dibaca Satu Kerangka Perlindungan Pekerja

Puan Maharani nilai isu outsourcing, PHK, hingga ojol harus dibaca dalam satu kerangka perlindungan pekerja di May ...
KABAR CABANG

May Day, PDIP Surabaya Rangkul Ojol Perempuan: Serap Aspirasi hingga Salurkan Bantuan

PDIP Surabaya rangkul 250 ojol perempuan saat May Day 2026, salurkan bantuan dan serap aspirasi pekerja informal. ...