Kamis
01 Oktober 2026 | 10 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ketua DPRD Ngawi Sarankan ASN ke Kantor Naik Sepeda Angin

IMG-20260330-WA0015_copy_888x566

NGAWI – Situasi dunia tengah dilanda ketidakpastian. Konflik berkepanjangan di Timur Tengah mulai terasa dampaknya, salah satunya terhadap kondisi ekonomi nasional.

Pemerintah pun berupaya melakukan penghematan energi agar ketahanan fiskal negara bisa lebih terjaga. Langkah ini mencakup penghematan bahan bakar minyak hingga listrik.

Sejumlah daerah juga mulai menerapkan skema kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara. Namun di Kabupaten Ngawi, pelaksanaan WFH masih menunggu petunjuk teknis (juknis) sebelum dapat diimplementasikan.

Meski demikian, upaya penghematan energi tetap menjadi perhatian serius. Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Yuwono Kartiko, yang akrab disapa King, turut mendorong efisiensi di lingkungan pemerintahan.

Dalam pelaksanaan penghematan energi, King menyarankan pegawai yang tempat tinggalnya dekat dengan kantor agar menggunakan kendaraan non-motor.

“Kami menyarankan pegawai yang lokasi kantor tidak jauh dari tempat tinggal agar menggunakan kendaraan non-motor,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (30/3/2026).

Selain itu, penghematan juga dapat dilakukan dengan memastikan seluruh alat elektronik dimatikan setelah tidak digunakan atau saat meninggalkan ruang kerja.

Menurut King, langkah-langkah sederhana ini diharapkan mampu mendukung efisiensi energi di tengah tekanan ekonomi dan konflik berkepanjangan di Timur Tengah yang berdampak pada ketidakstabilan pasokan energi global.

“Sehingga akan ada penghematan-penghematan penggunaan energi,” kata anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Ngawi tersebut.

Lebih lanjut, King juga mendorong agar seluruh pekerjaan, baik oleh pegawai maupun masyarakat, dilakukan seefektif mungkin. Menurutnya, upaya penghematan tidak boleh mengurangi kualitas atau hasil dari pekerjaan yang telah ditentukan.

Terkait pelaksanaan WFH bagi pegawai negeri sipil, Ketua DPRD Kabupaten Ngawi meminta agar Pemerintah Kabupaten Ngawi mengacu pada arahan dari pemerintah pusat.

“Sebelum juknis itu turun, alangkah lebih baik apabila ada inisiatif untuk memulai efisiensi mandiri di tempat kerja. Dengan melakukan pekerjaan yang seefektif mungkin, sehingga beban energi bisa diminimalisir,” tandasnya. (Amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kick Off Hari Santri 2026, Bupati Fauzi: Momentum Perkuat Kebersamaan dan Menghargai Perjuangan para Pendahulu Kita

SUMENEP – Memperingati Hari Santri 2026, PCNU Sumenep resmi menggelar Kick Off Hari Santri 2026 di Aula Al-Ikhlas ...
KRONIK

Karhutla Gunung Botak Belum Padam Sepenuhnya, Wabup Ngawi Prioritaskan Permukiman Warga

NGAWI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Botak, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, belum ...
KRONIK

Soroti Potensi Kenaikan Biaya Haji 2027, Ansari PDIP: Jangan Langsung Bebankan ke Rakyat

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta pemerintah tidak menjadikan kenaikan harga ...
EKSEKUTIF

Bupati Gresik Pantau Penyaluran Air Bersih untuk Warga Balongpanggang Terdampak Kekeringan

GRESIK – Krisis air bersih mulai menghimpit 315 kepala keluarga (KK) di Desa Ganggang, Kecamatan Balongpanggang, ...
KRONIK

Resmi Beroperasi, Pasar Banyuwangi Padukan Konsep Modern-Heritage

BANYUWANGI – Pasar Banyuwangi yang selesai direvitalisasi oleh Kementerian PU mulai beroperasi pada Kamis ...
KRONIK

Pedagang Puger Tolak Alun-Alun Diubah, Tabroni Minta Pemerintah Duduk Bersama Warga

JEMBER – Sehari setelah pedagang Pasar Tanjung berunjuk rasa di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, ...