Kamis
11 Juni 2026 | 1 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Neoimperialisme Menguat, Djarot Ajak Kembali ke Ajaran Bung Karno

pdip jatim 260329 djarot 1

BLITAR — Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, menegaskan bahwa arah politik Indonesia harus tetap berpijak pada amanat konstitusi, khususnya Pembukaan UUD 1945 yang menolak segala bentuk penjajahan.

Dia menyoroti dinamika geopolitik global yang dinilainya menunjukkan gejala neoimperialisme, terutama melalui meningkatnya konflik dan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

“Setiap bentuk agresi militer dan intervensi terhadap negara berdaulat bertentangan dengan hukum internasional, termasuk Piagam PBB,” ujarnya di sela agenda ziarah ke Makam Bung Karno, di Kota Blitar, Minggu (29/3/2026).

Menurutnya, Indonesia harus konsisten mengambil sikap ideologis dengan menolak segala bentuk intervensi yang melanggar kedaulatan negara lain. Sikap tersebut, kata dia, merupakan bagian dari prinsip politik luar negeri Indonesia sejak awal kemerdekaan—berdiri di pihak bangsa-bangsa tertindas dan memperjuangkan keadilan global.

Ia juga menyinggung pentingnya peran kepemimpinan nasional dalam merespons dinamika global. Salah satunya melalui langkah diplomatik Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang dinilainya mencerminkan penghormatan terhadap kedaulatan bangsa lain.

Lebih lanjut, Djarot mengaitkan sikap tersebut dengan warisan pemikiran Soekarno, khususnya dalam semangat solidaritas Asia-Afrika melawan kolonialisme dan imperialisme.

“Bung Karno menegaskan bahwa Indonesia harus berdiri di pihak bangsa yang mengalami penindasan dan memperjuangkan kemerdekaannya,” katanya.

Ia menambahkan, nilai-nilai tersebut perlu terus diaktualisasikan melalui penguatan ajaran Trisakti—berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Selain itu, Djarot juga menyoroti pentingnya kepercayaan diri bangsa dalam menghadapi tekanan global, dengan mengandalkan kekuatan nasional.

Ia turut menyinggung polemik keterlibatan Indonesia dalam forum Board of Peace (BoP) yang dinilai perlu dievaluasi secara kritis.

“Kalau BoP bergeser menjadi ‘board of war’, Indonesia tidak boleh berada di dalamnya. Kita harus kembali pada jati diri—menolak penjajahan dan memperjuangkan perdamaian dunia,” pungkasnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Abidin Fikri Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude, Soroti Ketimpangan Distribusi Tenaga Medis

JAKARTA – Program Pascasarjana Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur Jakarta resmi meluluskan Abidin Fikri dalam ...
LEGISLATIF

Komisi II DPRD Ngawi Sidak SPMB, Temukan Kesenjangan Jumlah Pendaftar Antar Sekolah

NGAWI – Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SMP Negeri di wilayah ...
KABAR CABANG

Dapur Umum DPC Sidoarjo Mengepul, Bagikan Ratusan Nasi Kotak untuk Pekerja Jalanan

SIDOARJO – Dapur Umum DPC PDI Perjuangan Sidoarjo kembali mengepul. Ratusan kotak nasi beserta lauk dibagikan ...
KABAR CABANG

Tantri Bararoh: Pelemahan Rupiah Harus Dijawab dengan Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan

Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Tantri Bararoh mengingatkan pelemahan rupiah berpotensi menekan daya ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Pastikan Layanan Kesehatan Warga Banyakan Tetap Berjalan Pasca Puskesmas Tiron Terbakar

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memastikan layanan kesehatan bagi warga Kecamatan Banyakan tetap berjalan ...
KRONIK

Bupati Sumenep Tegaskan Sinergi dengan TNI AL Perkuat Kemajuan Daerah Maritim

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan TNI ...