Sabtu
19 September 2026 | 9 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Neoimperialisme Menguat, Djarot Ajak Kembali ke Ajaran Bung Karno

pdip jatim 260329 djarot 1

BLITAR — Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, menegaskan bahwa arah politik Indonesia harus tetap berpijak pada amanat konstitusi, khususnya Pembukaan UUD 1945 yang menolak segala bentuk penjajahan.

Dia menyoroti dinamika geopolitik global yang dinilainya menunjukkan gejala neoimperialisme, terutama melalui meningkatnya konflik dan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

“Setiap bentuk agresi militer dan intervensi terhadap negara berdaulat bertentangan dengan hukum internasional, termasuk Piagam PBB,” ujarnya di sela agenda ziarah ke Makam Bung Karno, di Kota Blitar, Minggu (29/3/2026).

Menurutnya, Indonesia harus konsisten mengambil sikap ideologis dengan menolak segala bentuk intervensi yang melanggar kedaulatan negara lain. Sikap tersebut, kata dia, merupakan bagian dari prinsip politik luar negeri Indonesia sejak awal kemerdekaan—berdiri di pihak bangsa-bangsa tertindas dan memperjuangkan keadilan global.

Ia juga menyinggung pentingnya peran kepemimpinan nasional dalam merespons dinamika global. Salah satunya melalui langkah diplomatik Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang dinilainya mencerminkan penghormatan terhadap kedaulatan bangsa lain.

Lebih lanjut, Djarot mengaitkan sikap tersebut dengan warisan pemikiran Soekarno, khususnya dalam semangat solidaritas Asia-Afrika melawan kolonialisme dan imperialisme.

“Bung Karno menegaskan bahwa Indonesia harus berdiri di pihak bangsa yang mengalami penindasan dan memperjuangkan kemerdekaannya,” katanya.

Ia menambahkan, nilai-nilai tersebut perlu terus diaktualisasikan melalui penguatan ajaran Trisakti—berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Selain itu, Djarot juga menyoroti pentingnya kepercayaan diri bangsa dalam menghadapi tekanan global, dengan mengandalkan kekuatan nasional.

Ia turut menyinggung polemik keterlibatan Indonesia dalam forum Board of Peace (BoP) yang dinilai perlu dievaluasi secara kritis.

“Kalau BoP bergeser menjadi ‘board of war’, Indonesia tidak boleh berada di dalamnya. Kita harus kembali pada jati diri—menolak penjajahan dan memperjuangkan perdamaian dunia,” pungkasnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

PDI Perjuangan Jatim Bagikan 2.000 Paket Sembako, Said Abdullah: Jangan Lihat Pilihan Politiknya

BANYUWANGI – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur membagikan sebanyak 2.000 paket sembako kepada masyarakat di Kabupaten ...
KRONIK

Soekarno Run BWX 2026, PDI Perjuangan Jatim Jadikan Banyuwangi Pusat Sport Tourism

BANYUWANGI – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan menggelar ajang sport tourism Soekarno Run BWX di Kabupaten ...
KRONIK

Angka Kemiskinan Banyuwangi Turun, PDI Perjuangan Jatim Ingatkan Dampaknya Harus Dirasakan Wong Cilik

SURABAYA – Angka kemiskinan Kabupaten Banyuwangi terus menunjukkan tren penurunan dalam lima tahun terakhir. ...
LEGISLATIF

Kanang Pantau Distribusi Bantuan Pangan di Ngawi, Soroti Sinergi KDMP-Bulog

NGAWI – Anggota Komisi VI DPR RI Ir. Budi Sulistyono (Kanang) memantau distribusi bantuan pangan oleh Perum Bulog ...
LEGISLATIF

Erma Susanti Minta Pemprov Jatim Selamatkan Lahan Sebelum Jadi Puso

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Erma Susanti meminta Pemprov Jatim mempercepat langkah menghadapi ...
KRONIK

Bupati Ipuk Jamin Pendidikan Anak Korban KM Virgo Asal Banyuwangi

BANYUWANGI – Dua warga Banyuwangi menjadi korban hilang KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa. Dua korban ...