Jumat
16 Oktober 2026 | 2 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wiwin PDIP Ajak Guru SLB Perkuat Nilai Budaya di Tengah Modernisasi

IMG-20260329-WA0011

JOMBANG – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, menggelar sarasehan bersama ratusan guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Jombang, Jumat (27/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai budaya di tengah arus modernisasi.

Dalam sarasehan itu, Wiwin menekankan pentingnya “ngaji kebudayaan” sebagai upaya memahami dan menjaga warisan budaya di tengah kondisi sosial dan ekonomi yang penuh tantangan.

“Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus sosialisasi dengan semangat ngaji kebudayaan. Kita melihat kondisi bangsa saat ini, termasuk perekonomian, yang sedang tidak baik-baik saja, sehingga penting untuk kembali menguatkan nilai-nilai dasar masyarakat,” ujar Wiwin.

Menurut dia, perkembangan teknologi dan masuknya budaya luar secara bertahap telah menggeser sejumlah tradisi lokal. Salah satu yang mulai memudar adalah tradisi silaturahmi, khususnya saat momentum Idulfitri.

“Tanpa disadari, banyak budaya kita mulai tergerus. Misalnya penggunaan gawai yang berlebihan, hingga kebiasaan generasi muda yang lebih memilih berkumpul di kafe daripada bersilaturahmi ke rumah keluarga saat Lebaran,” jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai pelestarian budaya harus dimulai dari lingkungan terdekat, seperti keluarga dan dunia pendidikan.

Karena itu, Wiwin melibatkan para guru SLB yang dinilai memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

“Peran orang tua dan guru sangat penting. Dari merekalah nilai budaya bisa diwariskan kepada anak-anak, termasuk kepada peserta didik di sekolah. Mari kita jaga bersama budaya lokal agar tidak hilang ditelan zaman,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir dua narasumber, yakni budayawan Jombang, Imam Ghozali, yang membahas silaturahmi dari perspektif budaya, serta Nanda Sukmana dari sudut pandang agama.

Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif para peserta yang menyampaikan pandangan dan masukan terkait persoalan kebudayaan.

Koordinator guru SLB Jombang, Edi Sungkono, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, sarasehan tersebut memberi ruang bagi guru SLB untuk terlibat dalam diskusi yang lebih luas.

“Kami bangga dan bersyukur karena selama ini perhatian terhadap guru SLB masih sangat minim. Ketika diundang dalam kegiatan ini, kami merasa dihargai. Semoga ke depan ada sinergi yang lebih kuat demi kesejahteraan guru dan murid SLB di Jombang,” ujar Edi. (fathir/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Data Desil Bansos Bermasalah, Sri Untari Dorong Pemutakhiran Lebih Cepat

JAKARTA – Ketidakakuratan data kesejahteraan dan lambatnya pemutakhiran berisiko membuat bantuan sosial (bansos) ...
EKSEKUTIF

344 Koperasi Desa Merah Putih di Kediri Harus Kantongi SLF Sebelum Beroperasi

KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan 344 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) yang telah disiapkan ...
KRONIK

Perhatikan Nasib Ibu Saena dan Delapan Anaknya, Hakim: Kami Bantu Fasilitasi Pendidikan Mereka

BANGKALAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bangkalan, Nur Hakim, memberikan perhatian terhadap kondisi ibu ...
KRONIK

Kukuhkan 66 Kepala Sekolah, Bupati Lukman Tekankan Integritas dan Mutu Pendidikan

BANGKALAN – Kepala sekolah bukan sekadar menduduki jabatan struktural, tetapi juga memegang tanggung jawab besar ...
KRONIK

Sambut Hari Santri, Pemkab Banyuwangi Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk 28 Ribu Santri

BANYUWANGI – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober, Pemerintah ...
KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...