Kamis
05 November 2026 | 5 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Lindungi Produk Lokal, Blitar Resmi Miliki Perda Penguatan Ekonomi Daerah

pdip-portal-1772274683093

BLITAR – Pemerintah Kabupaten Blitar memperkuat perlindungan dan pengembangan produk lokal melalui pengesahan Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan Produk Lokal, sebagai langkah strategis mendorong daya saing pelaku usaha daerah sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan.

Perda tersebut disahkan bersama lima regulasi lainnya dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Blitar yang dihadiri Bupati Blitar Rijanto dan Wakil Bupati Beky Herdihansah di Graha Paripurna DPRD Kabupaten Blitar, Jumat (27/2/2026) malam.

Bupati Blitar Rijanto mengatakan regulasi ini diharapkan menjadi landasan hukum bagi penguatan produk daerah agar mampu berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

“Perda Perlindungan Produk Lokal menjadi instrumen penting untuk mendukung pemberdayaan pelaku usaha sekaligus meningkatkan daya saing produk Kabupaten Blitar,” ujarnya.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, pembangunan ekonomi daerah tidak hanya bertumpu pada investasi besar, tetapi juga pada penguatan potensi lokal yang dimiliki masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah mendorong hadirnya kebijakan yang memberi ruang tumbuh bagi produk lokal.

Selain Perda Perlindungan Produk Lokal, DPRD dan pemerintah daerah juga menyetujui lima Perda lainnya, yakni pengaturan kerja sama daerah, perubahan regulasi pemerintahan desa dan Badan Permusyawaratan Desa, pencabutan Perda kerja sama desa, serta penyelenggaraan administrasi kependudukan.

Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi, menyatakan seluruh proses pembahasan telah dilakukan secara komprehensif melalui panitia khusus agar regulasi yang dihasilkan dapat diterapkan secara efektif dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.
“Harapannya Perda yang disahkan benar-benar aspiratif dan implementatif,” katanya.

Dalam rapat tersebut, DPRD juga menyerahkan dokumen Pokok-Pokok Pikiran DPRD Tahun Anggaran 2027 kepada Bupati Blitar sebagai bahan sinkronisasi perencanaan pembangunan daerah.

Rijanto menegaskan keberhasilan regulasi tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat dan pelaku usaha agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

“Implementasi Perda ini harus berjalan konsisten dan akuntabel sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Rapat paripurna ditutup dengan penandatanganan persetujuan bersama terhadap seluruh Ranperda yang telah disepakati sebagai wujud sinergi DPRD dan Pemerintah Kabupaten Blitar dalam memperkuat tata kelola pemerintahan serta mendorong kesejahteraan masyarakat. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

105 Pejabat Pemkab Madiun Dilantik, Fery Minta Langsung Tancap Gas

MADIUN – Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono meminta 105 pejabat yang baru dilantik di lingkungan Pemkab ...
KRONIK

TP PKK Sumenep Gelar Silaturahmi, Nia Fauzi Minta Hapus Sekat demi Kesejahteraan Rakyat

SUMENEP – Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia ...
LEGISLATIF

APBD 2027 Kota Malang Didorong Biayai Terapi Disabilitas, Made Usulkan Gandeng MAC

MALANG – APBD Kota Malang 2027 didorong mengakomodasi kebutuhan pelayanan terapi, pendampingan profesional, hingga ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Ajak Pelaku Usaha Kafe Pindah ke Food Court Pasar Pon, Gratis Sewa Setahun

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengajak para pelaku usaha kafe yang selama ini berjualan di ...
KRONIK

Bupati Lukman Tinjau Normalisasi Sungai di Langkap, Pastikan Sesuai Kebutuhan Petani

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, meninjau pekerjaan normalisasi sungai di Desa Langkap, Kecamatan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti Penurunan Anggaran Infrastruktur dalam RAPBD Kota Madiun 2027

MADIUN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menyoroti penurunan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) ...