Minggu
20 September 2026 | 9 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jumlah Pasien Meningkat, DPRD Jember Minta RSUD Soebandi Optimalkan Layanan Nakes

pdip jatim 251027 nuki

JEMBER — Anggota Komisi D DPRD Jember Wahyu Prayudi Nugroho mendorong RSUD dr. Soebandi untuk mengoptimalkan pelayanan tenaga kesehatan (nakes) seiring meningkatnya jumlah pasien dalam beberapa waktu terakhir.

Legislator yang akrab disapa Nuki itu mempertanyakan kesiapan jumlah tenaga medis di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut, terutama setelah semakin banyak warga memanfaatkan fasilitas Universal Health Coverage (UHC).

“Apakah nakes yang tersedia saat ini sudah memadai untuk melayani sekian banyak pasien per hari,” ujar Nuki, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, peningkatan jumlah pasien tidak boleh berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu yang menggantungkan pengobatan di RSUD Soebandi karena biaya yang lebih terjangkau melalui skema UHC.

“Jangan sampai dengan bertambahnya pasien, pelayanan tidak maksimal. Apalagi masyarakat miskin yang memilih RSUD karena biaya gratis,” tegas legislator PDI Perjuangan tersebut.

Selain soal jumlah tenaga kesehatan, Nuki juga menyoroti pentingnya pemberian jasa pelayanan (japel) yang layak bagi tenaga medis. Ia menilai, kesejahteraan nakes perlu diperhatikan agar tidak memengaruhi kualitas layanan kepada pasien.

“Nakes yang sudah bekerja optimal, secara otomatis japelnya juga harus sesuai. Tujuannya agar pelayanan kepada pasien tetap maksimal,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD dr. Soebandi, dr. I Nyoman Semita, Sp.OT., Spine (K), menyatakan rumah sakit masih membutuhkan tambahan sekitar 186 tenaga kesehatan untuk mengimbangi beban layanan yang terus meningkat.

Terkait jasa pelayanan, ia menjelaskan bahwa RSUD tetap memberikan japel kepada tenaga medis. Namun dalam dua tahun terakhir, persentase yang diberikan masih sebesar 30 persen dari total pendapatan.

“Japel tahun 2025 dan 2026 persentasenya tetap 30 persen. Namun secara nominal lebih besar tahun 2026 karena jumlah pasien yang terus bertambah,” jelasnya.

Ia menambahkan, belum maksimalnya persentase japel sesuai Permendagri Nomor 79 Tahun 2018 tentang BLUD disebabkan RSUD Soebandi masih memiliki kewajiban pembayaran utang yang harus diselesaikan.

Dengan meningkatnya jumlah pasien hingga Februari 2026, DPRD Jember berharap manajemen RSUD Soebandi dapat melakukan langkah strategis untuk memastikan pelayanan tetap optimal dan kebutuhan tenaga kesehatan terpenuhi. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Soekarno Run Banyuwangi Spektakuler, Said: Kalau Jateng Punya Borobudur, Jatim Punya Banyuwangi

BANYUWANGI – Ribuan warga Banyuwangi mengikuti Soekarno Run. Mereka tampak bersemangat mengikuti kegiatan yang ...
KABAR CABANG

Target Menang Pemilu 2029, PDIP Banyuwangi Siapkan 5872 Kader Militan di Tingkat Desa

BANYUWANGI – DPC PDI Perjuangan Banyuwangi siap menuntaskan seluruh pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) sebagai ...
KRONIK

Dua Event Olahraga Meriahkan Banyuwangi, 3.400 Pelari Siap Ramaikan Soekarno Run

BANYUWANGI – Banyuwangi terus memantapkan diri sebagai salah satu destinasi sport tourism di Indonesia. Akhir pekan ...
SEMENTARA ITU...

8.000 Jamaah Padati Pendopo Blitar, Rijanto Ajak Teladani Akhlak Rasulullah

BLITAR – Sekitar 8.000 jamaah memadati Pendopo Sasana Adhi Praja Kabupaten Blitar, Sabtu (19/9/2026), untuk ...
HEADLINE

PDI Perjuangan Jatim Bagikan 2.000 Paket Sembako, Said Abdullah: Jangan Lihat Pilihan Politiknya

BANYUWANGI – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur membagikan sebanyak 2.000 paket sembako kepada masyarakat di Kabupaten ...
KRONIK

Soekarno Run BWX 2026, PDI Perjuangan Jatim Jadikan Banyuwangi Pusat Sport Tourism

BANYUWANGI – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan menggelar ajang sport tourism Soekarno Run BWX di Kabupaten ...