JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menegaskan pentingnya membangun pers yang sehat dan menjaga kedaulatan informasi sebagai fondasi memperkuat demokrasi sekaligus ketahanan bangsa di tengah transformasi global dan percepatan era digital.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
Politisi PDI Perjuangan itu menilai tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” bukan sekadar slogan seremonial, melainkan refleksi atas kebutuhan strategis nasional di era ketidakpastian global.
Menurut legislator dari Daerah Pemilihan VII Jawa Timur itu, perubahan geopolitik dan disrupsi teknologi menuntut kesiapan seluruh elemen bangsa, termasuk sektor pers dan industri informasi. Indonesia, katanya, tidak lagi berbicara tentang masa depan digital—melainkan telah berada di dalamnya.
“‘Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat’ bukan sekadar rangkaian kata. Ini adalah manifestasi pertahanan nasional di tengah gempuran ketidakpastian global. Di tahun 2026, kita tidak lagi bicara tentang masa depan digital, tetapi bagaimana bertahan dan memimpin di dalamnya,” ujar Novita dalam keterangannya, Rabu (11/2/2026).

Ia menekankan, pers yang sehat merupakan penopang utama demokrasi. Tanpa media yang kredibel dan independen, arah demokrasi berpotensi kehilangan pijakan.
“Tanpa pers yang sehat, demokrasi kehilangan kompas. Tanpa ekonomi yang berdaulat, kemandirian hanya menjadi angan. Dan tanpa kedaulatan informasi, kekuatan bangsa akan rapuh,” tegasnya.
Novita juga mengajak pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem informasi yang bertanggung jawab.
Ia mendorong penguatan regulasi yang mampu melindungi kepentingan nasional, sekaligus membuka ruang inovasi media tanpa meninggalkan prinsip-prinsip jurnalistik.
Baginya, penguatan sektor pers dan ekonomi informasi bukan hanya agenda industri, tetapi bagian dari strategi besar menjaga daya saing dan kedaulatan bangsa di tengah arus globalisasi digital. (nia/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










