Rabu
30 September 2026 | 10 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Komisi C DPRD Jatim Soroti Kejanggalan Rekrutmen Direksi dan Komisaris Bank Jatim

pdip jatim 251122 fuad benardi

SURABAYA — Komisi C DPRD Jawa Timur menyoroti proses rekrutmen dua jabatan strategis yang masih kosong di Bank Jatim, yakni Direktur Manajemen Risiko dan satu posisi komisaris, menyusul adanya dugaan kejanggalan dalam seleksi terbuka yang tengah berjalan.

Sorotan tersebut disampaikan anggota Komisi C DPRD Jatim, Fuad Benardi, usai rapat dengar pendapat dengan Direksi Bank Jatim di ruang Komisi C DPRD Jatim, Senin (2/2/2026).

Fuad mengungkapkan, dalam proses rekrutmen Direktur Manajemen Risiko tercatat sekitar 30 peserta mendaftar. Namun, hanya enam orang yang diajukan untuk mengikuti tahapan seleksi lanjutan dengan alasan tidak memenuhi syarat Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Ini sama seperti kejadian sebelumnya. Sudah jelas tidak memenuhi syarat OJK, tapi tetap diajukan. Artinya, panitia seleksi keliru sejak awal dalam melakukan rekrutmen. Sekarang juga begitu, dari sekitar 30 pendaftar, hanya enam yang diajukan sebagai calon direksi,” ungkap Fuad.

Ia menilai, penjelasan panitia seleksi terkait gugurnya puluhan peserta lainnya tidak disampaikan secara rinci. Alasan yang disampaikan disebut hanya sebatas hasil rapat internal, tanpa pemaparan detail mengenai kekurangan administrasi maupun kompetensi peserta.

Kondisi tersebut, lanjut Fuad, memunculkan kecurigaan adanya unsur subjektivitas dalam proses seleksi. “Ini jelas membuat kita curiga ada unsur like and dislike, suka atau tidak suka, atau bahkan maaf, ada gerbong-gerbongan di Bank Jatim,” tegasnya.

Politisi muda PDI Perjuangan ini menekankan, posisi Direktur Manajemen Risiko merupakan jabatan krusial yang seharusnya diisi oleh figur dengan kompetensi dan rekam jejak kuat. Ia mengaitkan hal itu dengan sejumlah persoalan yang berulang kali terjadi di Bank Jatim.

“Ini sudah bolak-balik ada kejadian. Artinya kan fungsi pengawasan dan pengecekan tidak berjalan optimal. Jangan sampai ini terulang lagi, tapi faktanya kejadian tetap muncul,” ujar Fuad.

Ia juga menyinggung peran komisaris yang dinilainya kurang responsif dalam merespons berbagai persoalan, termasuk dalam kasus BI Fest. “Kita berkaca pada masalah yang ada. Dalam kasus BI Fest, komisaris terlihat diam saja. Baru setelah kita panggil ke Komisi C, mereka menjelaskan. Kenapa tidak sejak awal memberikan laporan?” katanya.

Meski demikian, Fuad menegaskan Komisi C DPRD Jatim memiliki keterbatasan kewenangan dalam proses rekrutmen direksi dan komisaris BUMD. Hal itu merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 54 tentang Badan Usaha Milik Daerah.

“Kami hanya bisa memberikan saran, tidak bisa melakukan intervensi karena terbentur PP 54. Padahal, ketika ada masalah, DPRD yang justru disalahkan. Ini yang perlu dievaluasi ke depan,” tutup Fuad. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Cegah Anak Mengamen, Pemkot Surabaya Siapkan Pelatihan Menjahit dan Usaha Gorengan

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak hanya menghentikan aktivitas seorang anak yang diduga diajak ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Banyuwangi Salurkan Ribuan Paket Bansos untuk Jukir, Kuli, hingga Asongan

BANYUWANGI – Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Ana Aniati, mengatakan PDI Perjuangan menyalurkan ribuan paket ...
KRONIK

Said Abdullah: Prabowo-Megawati Akan Bertemu Lagi, Diharapkan 17 Oktober

JAKARTA – Pertemuan lanjutan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri direncanakan ...
LEGISLATIF

Baktiono Minta Seleksi Direksi BUMD Surabaya Bebas Manuver Politik

SURABAYA – Proses seleksi calon Direksi lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Surabaya mendapat perhatian DPRD ...
KRONIK

Sinung Soroti Rencana Utang Rp45 Miliar dalam APBD Bondowoso 2027

BONDOWOSO – Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, menyoroti rencana pemerintah daerah menarik utang Rp45 ...
EKSEKUTIF

Debit Sumber Air Menurun, 500 Warga Selorejo Kediri Dapat Bantuan Air Bersih

KEDIRI – Sekitar 500 warga Dusun Selorejo, Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mengalami kesulitan ...