Minggu
01 November 2026 | 9 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pejabat OJK Mundur Massal, Hasto: Ini Bentuk Tanggung Jawab Moral dan Keteladanan Baru

pdip jatim 260201 sekjen

JAKARTA – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengapresiasi langkah pengunduran diri sejumlah pejabat teras Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) di tengah gejolak pasar modal yang terjadi baru-baru ini.

Hasto menilai langkah tersebut sebagai sebuah keteladanan baru dalam budaya kepemimpinan di Indonesia.

Menurut Hasto, kesediaan seorang pejabat untuk meletakkan jabatan saat menghadapi persoalan besar adalah cerminan dari standar etika tinggi.

Hal ini sejalan dengan spirit “Satyam Eva Jayate” (Hanya Kebenaran yang Menang) yang menjadi tema Rakernas I PDIP sekaligus perisai moral bagi para pemimpin.

“Di dalam Rakernas Pertama PDI Perjuangan 2026, tema Satyam Eva Jayate adalah perisai moral. Ketika kami melihat ada pejabat yang menunjukkan tanggung jawab moralnya dengan mundur, PDI Perjuangan menganggap ini sebagai suatu keteladanan baru yang patut diapresiasi,” ujar Hasto menjawab wartawan di Gedung Megawati Institute, Menteng, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Dia menegaskan bahwa jabatan bukanlah sekadar kursi kekuasaan, melainkan amanah berat yang menuntut pertanggungjawaban nyata.

Baca juga: Apresiasi Mundurnya Pimpinan OJK, Said Abdullah Dorong Reformasi Kebijakan Free Float

Di tengah dinamika ekonomi yang tidak menentu, Hasto mendorong agar otoritas moneter dan fiskal segera melakukan sinergi yang solid guna memitigasi dampak guncangan di pasar keuangan agar tidak merembet ke ekonomi masyarakat bawah.

“Yang lebih penting saat ini adalah bagaimana otoritas moneter, fiskal, dan sektor riil bekerja sama. Berbagai persoalan yang terjadi di sektor keuangan dan pasar modal jangan sampai mengganggu sektor riil. Kepentingan rakyat, bangsa, dan negara harus dikedepankan di atas segalanya,” tegas politisi asal Yogyakarta tersebut.

Krisis di jajaran regulator keuangan ini menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara signifikan pada 28–29 Januari 2026.

Setelah Iman Rachman mundur dari jabatan Direktur Utama BEI, publik dikejutkan dengan mundurnya tiga pejabat kunci OJK, yakni Ketua Dewan Komisioner Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner I.B. Aditya Jayaantara.

Bagi PDI Perjuangan, pengunduran diri massal ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh bagi sistem pengawasan keuangan nasional.

Hasto menekankan bahwa setiap keputusan ekonomi yang diambil pemerintah harus tetap berorientasi pada kedaulatan ekonomi rakyat agar tidak mudah goyah oleh spekulasi pasar global. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Renny Pramana: Korban Bencana Butuh Makanan Bergizi, Bukan Sekadar Mengenyangkan

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, menegaskan korban bencana ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Kirim Bantuan Air Bersih untuk Warga Ngasem Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan kepedulian dan gotong royong kepada ...
LEGISLATIF

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi Ekonomi, Yuzar Rasyid Minta Warga Ajukan Sanggahan

KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mendorong warga yang mendapati angka desil bantuan sosial tidak ...
HEADLINE

Pimpin Kembali PA GMNI Jatim, Deni Wicaksono Andalkan Digital Sebarkan Gagasan Bung Karno

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Guntur Dorong Paguyuban MC Blitar Samakan Standar Profesionalisme

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong paguyuban pembawa acara atau ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Pendataan Digital Bansos Harus Sesuai Kondisi Riil, Bukan Like and Dislike

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan proses pendataan kependudukan secara digital untuk ...