Jumat
07 Agustus 2026 | 12 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bantaran Kali di Banjaransari Terkikis, Kanang: Perlu Perhatian Nasional

IMG-20260128-WA0004_copy_663x411

NGAWI – Aliran sungai Bengawan Madiun yang melintasi Desa Banjaransari, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, tampak tenang di permukaan. Namun di balik ketenangan tersebut, tersimpan energi besar dari debit air sungai yang terus mengalir dan perlahan mengikis bantaran kali.

Kekuatan arus sungai terutama terasa pada bagian aliran yang berbelok. Bantaran kali yang semestinya berfungsi sebagai zona ekologis sekaligus pelindung dari derasnya aliran air justru mengalami pengikisan serius dari tahun ke tahun.

Di Desa Banjaransari, pengikisan bantaran sungai telah berlangsung cukup lama. Pada salah satu sisi sungai, erosi menggerus tanah hingga ratusan meter dan mengubah topografi jalan desa yang semula lurus menjadi berkelok mengikuti alur sungai. Sementara di sisi lainnya, sedimentasi lumpur terus menumpuk dan mengubah pola aliran air.

Kondisi tersebut memicu keresahan warga setempat. Mereka khawatir jika erosi terus dibiarkan, lahan persawahan yang berada di sepanjang aliran sungai akan ikut tergerus dan terancam rusak.

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Budi Sulistyono atau yang akrab disapa Kanang, meninjau langsung lokasi pengikisan bantaran sungai tersebut. Ia menyaksikan kondisi erosi tanah yang telah terjadi bertahun-tahun dan menilai situasinya semakin mengkhawatirkan.

“Pengikisan bantaran kali ini sudah sangat mengkhawatirkan. Sekitar 100 meter tanah bantaran sungai telah terkikis,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).

Menurut Kanang, jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penanganan serius, maka erosi berpotensi semakin meluas dan berdampak langsung pada jalan desa serta area persawahan milik warga.

“Warga berharap adanya pembangunan tanggul agar ancaman erosi bisa dihentikan, sehingga jalan desa dan lahan persawahan tetap aman dari pengikisan,” jelasnya.

Kanang menilai, dengan kondisi saat ini, pembangunan tanggul sungai sulit dilakukan melalui anggaran pemerintah daerah, terlebih lagi oleh pemerintah desa. Karena itu, ia mendorong agar persoalan tersebut mendapatkan perhatian dan penanganan dari pemerintah pusat.

“Masalah ini harus ditangani oleh pemerintah pusat. Tidak mungkin ditangani oleh pemerintah kabupaten, apalagi pemerintah desa. Secara nasional, ini perlu mendapatkan perhatian dan dukungan,” tegasnya.

Pembangunan tanggul sungai diharapkan dapat segera direalisasikan guna mengurangi dampak erosi, sehingga jalan desa serta lahan persawahan warga dapat terselamatkan dari ancaman pengikisan lebih lanjut. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Silaturahmi dengan Keluarga Besar MAN Sumenep, Hj. Ansari: Suara Para Guru Sangat Penting

SUMENEP – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, melakukan kunjungan ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep, pada ...
EKSEKUTIF

Tekan Timbulan Sampah ke TPA Benowo, Eri Cahyadi Wajibkan ASN Pilah Sampah dari Rumah

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota ...
KRONIK

Hj. Ansari Tegaskan Peran Penting P2K2, Ajak Keluarga Prioritaskan Pendidikan Anak

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, mengatakan bahwa Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga ...
SEMENTARA ITU...

Mas Dhito Beri Beasiswa dan Peralatan Las untuk Peraih Emas LKS Nasional 2026

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memberikan beasiswa hingga perguruan tinggi dan peralatan las kepada Moh. ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Targetkan Komisi Disabilitas Pertama di Indonesia Terbentuk Agustus 2026

DPRD Jawa Timur menargetkan pembentukan Komisi Disabilitas pertama di Indonesia melalui penyelesaian Raperda ...
PEREMPUAN

PWI Gresik Nobatkan Nila Yani Jadi Tokoh Inspiratif Penggerak UMKM

GRESIK – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Gresik-Lamongan, Nila Yani Hardiyanti dikenal sebagai wakil rakyat yang ...