Selasa
22 September 2026 | 5 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hilirisasi Industri Karet Masih Jauh dari Optimal, Novita: Kesejahteraan Petani Harus Jadi Prioritas

pdip jatim 260126 NH 1

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menilai keberhasilan hilirisasi industri di Indonesia, khususnya sektor karet, masih jauh dari kata optimal.

Hal itu disampaikannya usai Komisi VII DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) bersama Kementerian Perindustrian dan Bridgestone Group di PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate (BSRE), Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (23/1/2026).

Menurutnya, capaian hilirisasi tidak bisa hanya diukur dari peningkatan ekspor maupun volume produksi semata. Dia menyoroti fakta bahwa sekitar 85 persen ekspor Indonesia masih didominasi barang setengah jadi, sehingga nilai tambah bagi negara dan kesejahteraan petani belum maksimal.

“Ini harus menjadi catatan kritis bagi Kementerian Perindustrian, bagaimana menambah nilai tambah bagi Indonesia, terutama bagi petani dan masyarakat sekitar industri,” ujar Novita kepada Parlementaria, dikutip Senin (26/1/2026).

Selain itu, legislator perempuan satu-satunya dari Dapil Jawa Timur VII ini juga menekankan pentingnya pemberdayaan lingkungan dan pengelolaan keanekaragaman hayati di sekitar kawasan industri.

Dia mengungkapkan, dalam diskusi tersebut terungkap bahwa PT Bridgestone mengalami penurunan produksi akibat faktor cuaca dan geopolitik global.

Kondisi ini, kata dia, tidak hanya berdampak pada perusahaan, tapi juga berpengaruh pada penerimaan negara dan nilai tambah ekonomi domestik. Lebih lanjut, Novita menyampaikan bahwa Kunspek Komisi VII DPR RI bertujuan menyerap aspirasi dan memetakan persoalan yang perlu segera didorong untuk meningkatkan nilai tambah industri karet nasional.

Dia menegaskan pentingnya insentif bagi industri yang telah bertransformasi ke industri hijau, termasuk memastikan bahwa insentif tersebut terintegrasi dengan pemberdayaan petani dan peningkatan serapan tenaga kerja lokal.

“Saya mengapresiasi PT Bridgestone dan komunitas pengusaha karet yang sudah bertransformasi ke industri hijau. Tapi yang tak kalah penting, insentif itu harus berdampak langsung pada petani, masyarakat sekitar, peningkatan kreativitas, serta daya saing nasional,” tegasnya.

Novita juga mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus mengejar target ekspor, tetapi terlebih dahulu memperkuat pasar domestik. Menurutnya, ekspor bahan mentah dan setengah jadi tanpa nilai tambah justru berpotensi menjadi kebocoran ekonomi bagi Indonesia.

“Kita harus bisa menjadi raja di negeri sendiri. Dampak kebijakan industri harus nyata dirasakan masyarakat dan petani,” pungkas politisi muda PDI Perjuangan ini. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Magetan Soroti Pengadaan Videotron dan Mobil Dinas PKK 

MAGETAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan menggelar sidang paripurna dengan agenda ...
KRONIK

Tinjau Mata Air Mandhung, Bupati Lukman: Air untuk Masa Depan Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengatakan, sumber air bukan hanya persoalan ketersediaan air pada saat ...
KRONIK

Hj. Ansari PDIP Minta Pimpinan Komisi VIII DPR Serius Sikapi Masalah UINSA

JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, mendorong evaluasi total terhadap tata kelola Perguruan Tinggi ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Minta Pemkab Malang Lebih Peka Baca Tanda Krisis, Jangan Tunggu Jadi Kegaduhan

MALANG — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang lebih peka ...
LEGISLATIF

Puan: Capaian Asian Games Harus Jadi Dasar Penguatan Pembinaan Olahraga Berkelanjutan

JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong agar setiap capaian kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Kabupaten Madiun Minta Kewenangan dan Anggaran Desa Diperjelas

MADIUN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Madiun meminta Raperda Desa yang sedang dibahas benar-benar ...