Sabtu
07 November 2026 | 12 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hilirisasi Industri Karet Masih Jauh dari Optimal, Novita: Kesejahteraan Petani Harus Jadi Prioritas

pdip jatim 260126 NH 1

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menilai keberhasilan hilirisasi industri di Indonesia, khususnya sektor karet, masih jauh dari kata optimal.

Hal itu disampaikannya usai Komisi VII DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) bersama Kementerian Perindustrian dan Bridgestone Group di PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate (BSRE), Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (23/1/2026).

Menurutnya, capaian hilirisasi tidak bisa hanya diukur dari peningkatan ekspor maupun volume produksi semata. Dia menyoroti fakta bahwa sekitar 85 persen ekspor Indonesia masih didominasi barang setengah jadi, sehingga nilai tambah bagi negara dan kesejahteraan petani belum maksimal.

“Ini harus menjadi catatan kritis bagi Kementerian Perindustrian, bagaimana menambah nilai tambah bagi Indonesia, terutama bagi petani dan masyarakat sekitar industri,” ujar Novita kepada Parlementaria, dikutip Senin (26/1/2026).

Selain itu, legislator perempuan satu-satunya dari Dapil Jawa Timur VII ini juga menekankan pentingnya pemberdayaan lingkungan dan pengelolaan keanekaragaman hayati di sekitar kawasan industri.

Dia mengungkapkan, dalam diskusi tersebut terungkap bahwa PT Bridgestone mengalami penurunan produksi akibat faktor cuaca dan geopolitik global.

Kondisi ini, kata dia, tidak hanya berdampak pada perusahaan, tapi juga berpengaruh pada penerimaan negara dan nilai tambah ekonomi domestik. Lebih lanjut, Novita menyampaikan bahwa Kunspek Komisi VII DPR RI bertujuan menyerap aspirasi dan memetakan persoalan yang perlu segera didorong untuk meningkatkan nilai tambah industri karet nasional.

Dia menegaskan pentingnya insentif bagi industri yang telah bertransformasi ke industri hijau, termasuk memastikan bahwa insentif tersebut terintegrasi dengan pemberdayaan petani dan peningkatan serapan tenaga kerja lokal.

“Saya mengapresiasi PT Bridgestone dan komunitas pengusaha karet yang sudah bertransformasi ke industri hijau. Tapi yang tak kalah penting, insentif itu harus berdampak langsung pada petani, masyarakat sekitar, peningkatan kreativitas, serta daya saing nasional,” tegasnya.

Novita juga mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus mengejar target ekspor, tetapi terlebih dahulu memperkuat pasar domestik. Menurutnya, ekspor bahan mentah dan setengah jadi tanpa nilai tambah justru berpotensi menjadi kebocoran ekonomi bagi Indonesia.

“Kita harus bisa menjadi raja di negeri sendiri. Dampak kebijakan industri harus nyata dirasakan masyarakat dan petani,” pungkas politisi muda PDI Perjuangan ini. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Pentingnya Jalan Usaha Tani di Beji untuk Petani Dukung Swasembada Pangan

KABUPATEN PASURUAN – Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten ...
LEGISLATIF

Amithya Dorong KIK Beri Manfaat Nyata bagi 8.000 Pelaku Seni Kota Malang

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong penguatan ekosistem pelaku seni, mulai ...
LEGISLATIF

Syaifuddin Zuhri Usulkan Sumur Resapan Jadi Alternatif Pengendalian Banjir Surabaya

SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri mengusulkan pembangunan sumur resapan sebagai alternatif ...
LEGISLATIF

Sound Horeg Picu Pro-Kontra, DPRD Jember Siapkan Jalan Tengah Lewat Perda

JEMBER – Pro-kontra penyelenggaraan sound horeg di Kabupaten Jember mendorong DPRD mencari jalan tengah melalui ...
LEGISLATIF

44 Ribu Anak Tak Sekolah di Jatim, Sri Untari Usulkan Perluasan PJJ

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, mengusulkan perluasan program Pembelajaran Jarak ...
KRONIK

Sukseskan Bulan Bakti KKP, Pemkab Banyuwangi Bersiap Perluas Kampung Nelayan

BANYUWANGI – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar peringatan HUT ke-27 KKP dengan program Bulan Bakti ...