TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Trenggalek dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub), Sabtu (24/1/2026).
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek tersebut tercatat sebagai pendaftar pertama dalam pemilihan Ketua KONI Trenggalek sisa masa jabatan 2024–2028.
Keputusan maju diambil setelah Doding menerima berbagai aspirasi dari pengurus cabang olahraga (cabor) yang menyoroti rendahnya prestasi olahraga Trenggalek, khususnya pada ajang Porprov Jawa Timur IX Tahun 2025, di mana kontingen Trenggalek finish di papan bawah klasemen.
Doding menyampaikan, aspirasi tersebut disertai harapan besar agar ke depan prestasi olahraga Trenggalek dapat meningkat, terutama pada Porprov Jatim 2027.
Menurutnya, waktu persiapan menuju Porprov 2027 relatif singkat, sementara hingga saat ini KONI Trenggalek belum memiliki ketua definitif.
“Kondisi ini menuntut langkah strategis dan taktis. Tidak ada pilihan lain, kita harus bergerak cepat agar pembinaan atlet bisa segera dilakukan secara terarah dan prestasi olahraga Trenggalek dapat meningkat,” ujar Doding, Minggu (25/1/2026).
Sebagai bagian dari persyaratan pendaftaran, Doding mengaku telah mengantongi dukungan dari sejumlah pengurus cabang olahraga di Kabupaten Trenggalek. Dia juga memaparkan lima fokus utama yang akan menjadi arah kebijakan apabila dipercaya memimpin KONI Trenggalek.
Lima fokus tersebut meliputi peningkatan kualitas dan kuantitas atlet, peningkatan kualitas pelatih, serta pembenahan sarana dan prasarana olahraga yang saat ini dinilai masih jauh dari standar nasional.
Doding mencontohkan keterbatasan fasilitas olahraga di Trenggalek, mulai dari lapangan sepak bola yang belum memenuhi standar, fasilitas basket yang belum memadai, optimalisasi GOR Gajah Putih, hingga belum tersedianya kolam renang representatif.
Selain itu, Doding menekankan pentingnya perbaikan tata kelola organisasi KONI, khususnya dalam aspek akuntabilitas dan manajemen. Fokus kelima adalah penguatan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar pembinaan olahraga dapat berjalan berkelanjutan dan terukur.
Ia juga mengakui tantangan besar yang dihadapi KONI Trenggalek saat ini adalah keterbatasan waktu dan anggaran.
Penyusunan grand design pembinaan olahraga, menurutnya, harus segera dituntaskan sebelum Musrenbang RKPD yang berlangsung hingga Maret 2026, karena akan menjadi dasar penganggaran tahun 2027.
“Kalau salah langkah di Februari dan Maret ini, peluang meningkatkan prestasi di Porprov 2027 bisa hilang,” tegasnya.
Di sisi lain, anggaran KONI Trenggalek tahun 2026 mengalami penurunan signifikan akibat kebijakan efisiensi.
Dari hasil pengecekan, anggaran yang tersedia sekitar Rp1 miliar untuk membiayai 32 cabang olahraga. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan tersendiri dalam upaya peningkatan prestasi.
Meski menjabat sebagai Ketua DPRD Trenggalek, Doding menegaskan bahwa peningkatan anggaran KONI tidak bisa dilakukan secara instan tanpa mekanisme dan perencanaan yang jelas. Menurutnya, anggaran harus berbasis pada kinerja serta program yang terukur.
“Kita akan uji profesionalitas di situ. Kalau programnya jelas dan kinerjanya baik, insya Allah anggaran akan mengikuti,” pungkas Doding. (aris/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










