Sabtu
08 Agustus 2026 | 11 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Komisi C DPRD Surabaya Minta Pemkot Petakan Wilayah Rawan Banjir

pdip-jatim-251223-EI

SURABAYA – Jelang akhir tahun 2025, Komisi C DPRD Surabaya minta pemerintah kota (Pemkot) segera memetakan wilayah-wilayah yang masih rawan banjir. Permintaan ini menyusul terjadinya banjir di kawasan Tambak Wedi akibat intensitas curah hujan tinggi pada Minggu (21/12/2025).

Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, mengatakan Pemkot perlu segera mengidentifikasi wilayah yang masih mengalami genangan air cukup parah.

“Pemkot Surabaya harus segera memetakan sebenarnya wilayah-wilayah yang masih memiliki genangan cukup parah,” ujar Eri Irawan, Senin (22/12/2025).

Dia mencontohkan kondisi di wilayah Tambak Wedi Tengah yang sempat dia tinjau langsung. Menurutnya, genangan air di jalan utama kawasan tersebut bahkan mencapai setinggi lutut orang dewasa.

“Nah ini yang harus dicek penyakitnya itu di mana, masalahnya di mana. Pemkot harus segera memetakan sistem drainase yang ada di sana,” katanya.

Eri menjelaskan, pemetaan sistem drainase menjadi langkah awal yang penting sebelum menentukan skema pengendalian banjir. Dari pemetaan tersebut, lanjutnya, dapat dirumuskan langkah-langkah penanganan, baik melalui pembangunan saluran baru, revitalisasi drainase, maupun pemulihan fungsi saluran yang sudah ada di sekitar Tambak Wedi.

Selain aspek infrastruktur, politisi muda PDI Perjuangan itu juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pengendalian banjir. Dia mengajak warga menjadikan upaya pencegahan banjir sebagai kebiasaan dan budaya bersama.

“Dengan tidak membuang sampah sembarangan, kemudian tidak mendirikan bangunan di atas saluran yang bisa mengganggu fungsi saluran itu,” tutur Eri Irawan.

Menurutnya, sinergi antara pembangunan drainase, pemulihan fungsi saluran, serta menjaga kapasitas saluran agar tetap optimal harus dilakukan secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Eri menilai seharusnya sebelum musim hujan, dinas terkait sudah melakukan pemetaan terhadap sistem drainase di setiap wilayah Surabaya, baik drainase lingkungan maupun drainase perkotaan. Saluran yang membutuhkan normalisasi, pengerukan, dan perawatan rutin harus segera ditangani.

“Kalau pembangunan saluran dilakukan bertahap sesuai ketersediaan anggaran. Tapi paling tidak fungsi saluran bisa optimal dengan normalisasi dan pembersihan rutin, sehingga kapasitas aliran air maksimal dan dampak banjir bisa diminimalkan,” jelasnya.

Seperti diketahui, hujan lebat yang mengguyur Surabaya kembali menyebabkan ratusan warga harus menguras air yang masuk ke rumah mereka.

Sepanjang tahun 2025, banjir dilaporkan berulang kali menggenangi permukiman di kawasan Tambak Wedi Tengah dan Tambak Wedi Baru, Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Pelatihan Pupuk Organik di Kanor Bojonegoro, Solusi Petani Tekan Biaya dan Rawat Tanah

BOJONEGORO – Tingginya harga pupuk kimia yang mengerek beban biaya produksi memicu gerakan kemandirian tani di ...
HEADLINE

Soekarno Cup Bukan Sekadar Sepak Bola, tapi Membangun Karakter Bangsa

Said Abdullah menegaskan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar kompetisi sepak bola, tetapi sarana membangun karakter ...
SEMENTARA ITU...

Dukung PKDI Lumajang di Cup II 2026, Agus Wicaksono Targetkan Juara

LUMAJANG — Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, H. Agus Wicaksono SSos, hadir langsung ...
KABAR CABANG

Musran dan Musranran se Kecamatan Sumbergempol Selesai, Targetkan Penambahan Kursi DPRD Tulungagung

TULUNGAGUNG – Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musranran) PDI Perjuangan se-Kecamatan ...
KRONIK

PUDAM Bangkalan Sehat dan Berprestasi, Bupati Lukman Targetkan Peningkatan PAD

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan peran penting perusahaan daerah terhadap peningkatan ...
SEMENTARA ITU...

Rijanto: Blitaria Expo Jadi Etalase Pembangunan dan Penggerak Ekonomi Kabupaten Blitar

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menegaskan Festival Manggih Raharjo Blitaria Expo bukan sekadar perayaan Hari Jadi ...