Kamis
24 September 2026 | 1 : 57

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Komisi C DPRD Surabaya Minta Pemkot Petakan Wilayah Rawan Banjir

pdip-jatim-251223-EI

SURABAYA – Jelang akhir tahun 2025, Komisi C DPRD Surabaya minta pemerintah kota (Pemkot) segera memetakan wilayah-wilayah yang masih rawan banjir. Permintaan ini menyusul terjadinya banjir di kawasan Tambak Wedi akibat intensitas curah hujan tinggi pada Minggu (21/12/2025).

Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, mengatakan Pemkot perlu segera mengidentifikasi wilayah yang masih mengalami genangan air cukup parah.

“Pemkot Surabaya harus segera memetakan sebenarnya wilayah-wilayah yang masih memiliki genangan cukup parah,” ujar Eri Irawan, Senin (22/12/2025).

Dia mencontohkan kondisi di wilayah Tambak Wedi Tengah yang sempat dia tinjau langsung. Menurutnya, genangan air di jalan utama kawasan tersebut bahkan mencapai setinggi lutut orang dewasa.

“Nah ini yang harus dicek penyakitnya itu di mana, masalahnya di mana. Pemkot harus segera memetakan sistem drainase yang ada di sana,” katanya.

Eri menjelaskan, pemetaan sistem drainase menjadi langkah awal yang penting sebelum menentukan skema pengendalian banjir. Dari pemetaan tersebut, lanjutnya, dapat dirumuskan langkah-langkah penanganan, baik melalui pembangunan saluran baru, revitalisasi drainase, maupun pemulihan fungsi saluran yang sudah ada di sekitar Tambak Wedi.

Selain aspek infrastruktur, politisi muda PDI Perjuangan itu juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pengendalian banjir. Dia mengajak warga menjadikan upaya pencegahan banjir sebagai kebiasaan dan budaya bersama.

“Dengan tidak membuang sampah sembarangan, kemudian tidak mendirikan bangunan di atas saluran yang bisa mengganggu fungsi saluran itu,” tutur Eri Irawan.

Menurutnya, sinergi antara pembangunan drainase, pemulihan fungsi saluran, serta menjaga kapasitas saluran agar tetap optimal harus dilakukan secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Eri menilai seharusnya sebelum musim hujan, dinas terkait sudah melakukan pemetaan terhadap sistem drainase di setiap wilayah Surabaya, baik drainase lingkungan maupun drainase perkotaan. Saluran yang membutuhkan normalisasi, pengerukan, dan perawatan rutin harus segera ditangani.

“Kalau pembangunan saluran dilakukan bertahap sesuai ketersediaan anggaran. Tapi paling tidak fungsi saluran bisa optimal dengan normalisasi dan pembersihan rutin, sehingga kapasitas aliran air maksimal dan dampak banjir bisa diminimalkan,” jelasnya.

Seperti diketahui, hujan lebat yang mengguyur Surabaya kembali menyebabkan ratusan warga harus menguras air yang masuk ke rumah mereka.

Sepanjang tahun 2025, banjir dilaporkan berulang kali menggenangi permukiman di kawasan Tambak Wedi Tengah dan Tambak Wedi Baru, Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Said Abdullah: Bukan UU Baru, Aturan Turunan P2SK dan Kelembagaan yang Perlu Diakselerasi

JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI Said Abdullah menilai kebutuhan mendesak sektor keuangan saat ini bukan ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Dorong Hidroponik dan Greenhouse untuk Petani Muda Blitar

BLITAR – Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur Guntur Wahono mendorong pengembangan pertanian hidroponik dan greenhouse ...
SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Gandeng Bintang Timur Gelar Coaching Clinic Futsal ke Sekolah SD-SMP

SURABAYA — Wali Kota Eri Cahyadi merancang program coaching clinic futsal yang melibatkan langsung pemain dan ...
BERITA TERKINI

PDI Perjuangan Trenggalek Rutin Droping Air Bersih ke Pelosok, Sasar Warga yang Kesulitan Air

TRENGGALEK — Memasuki puncak musim kemarau, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek terus menggencarkan bantuan air ...
KRONIK

Turun Langsung ke Rubaru, Ketua TP PKK Sumenep Tekankan Pencegahan Stunting

SUMENEP – Upaya percepatan penurunan angka tengkes (stunting) di Kabupaten Sumenep terus digencarkan melalui ...
KRONIK

Pimpin Rakor Stunting, Bupati Lukman: Data Harus Selaras dengan Kondisi Faktual Lapangan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menekankan bahwa keberhasilan penanganan stunting membutuhkan data yang ...