Kamis
11 Juni 2026 | 5 : 06

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Launching “Sangu Sampah”, Mas Ipin Paparkan Strategi Pengurangan Emisi dan Inklusi Keuangan Pelajar

pdip jatim 251219 sangu sampah

TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek resmi meluncurkan program inovatif bertajuk Sangu Sampah, Kamis (18/12/2025). Program ini menjadi langkah konkret Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin), dalam mewujudkan target Net Zero Carbon 2045 sekaligus menanamkan karakter peduli lingkungan dan inklusi keuangan sejak dini kepada pelajar.

Program Sangu Sampah dilaunching langsung oleh Mas Ipin bersama Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut Kementerian Lingkungan Hidup, Edy Nugroho Santoso, di Kantor Desa Malasan, Kecamatan Durenan.

“Program inovasi Sangu Sampah merupakan langkah konkret menuju target Trenggalek Net Zero Carbon 2045,” ujar Mas Ipin.

Dia menjelaskan, gagasan Sangu Sampah berangkat dari penghitungan emisi karbon di Kabupaten Trenggalek. Berdasarkan data tersebut, emisi terbesar berasal dari sektor energi sebesar 42 persen, pertanian 40 persen, sampah 16 persen, dan sisanya dari sektor industri.

“Trenggalek saat ini masih surplus emisi sekitar 115 ribu ton CO₂ ekuivalen. Untuk menutup itu, setara dengan menanam 130 hektare mangrove atau mengelola sekitar 80 persen sampah yang dihasilkan masyarakat,” jelas Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek tersebut.

Namun demikian, keterbatasan fiskal daerah menjadi tantangan tersendiri, khususnya untuk menghadirkan teknologi pengolahan sampah berbiaya tinggi serta tenaga pengelola dalam jumlah besar. Oleh karena itu, Pemkab Trenggalek memilih pendekatan ekonomi sirkular sederhana namun berdampak luas, dengan menjadikan dunia pendidikan sebagai lokus utama program.

“Sampah sebenarnya punya nilai ekonomi jika diolah. Karena keterbatasan anggaran, kami memilih jalur pendidikan karakter di sekolah-sekolah sebagai solusi yang paling realistis,” terang Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Hukum dan HAM di Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) itu.

Program Sangu Sampah mengintegrasikan tiga pilar utama, yakni pendidikan karakter peduli lingkungan, literasi digital melalui aplikasi TGX Waste Coin, serta inklusi keuangan.

Melalui program ini, pelajar diminta memilah dan menyetorkan sampah dari rumah maupun sekolah. Sampah tersebut kemudian dikonversi menjadi poin yang bernilai ekonomi dan dikembalikan dalam bentuk uang saku.

Terdapat delapan jenis sampah yang dikelola sesuai instruksi bupati, mulai dari botol plastik kemasan, plastik umum seperti bungkus sachet, kertas, kaca, kain, logam, elektronik, hingga minyak jelantah. Sampah yang terkumpul akan diambil oleh jaringan TPS 3R, bank sampah, serta mitra pengelola seperti PT Jet untuk selanjutnya diproses oleh para offtaker daur ulang.

“Nilai ekonomi sampah dihitung setiap tiga bulan sekali. Setelah dikurangi biaya operasional dan kontribusi ke PAD, sisanya dibagikan kepada siswa secara proporsional berdasarkan jumlah koin yang dikumpulkan di aplikasi,” paparnya.

Program ini diterapkan di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga perguruan tinggi. Untuk jenjang SMA dan perguruan tinggi, siswa memiliki akun dan rekening mandiri. Sementara untuk siswa SD dan santri pondok pesantren, digunakan sistem pooling account yang dikelola guru, pengurus pondok, atau komite sekolah sebagai wali akun.

“Uang saku dari tabungan sampah ini bisa digunakan untuk kebutuhan pendidikan. Harapannya, bisa membantu ekonomi keluarga sekaligus menjadikan siswa sebagai agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan,” tegas alumni Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya itu.

Tak hanya berhenti pada pengelolaan sampah anorganik, Pemkab Trenggalek juga tengah menyiapkan program pengolahan limbah organik rumah tangga dan sisa program Makan Bergizi Gratis (MBG). Limbah tersebut nantinya akan dikonversi menjadi pupuk dan media tanam untuk pekarangan rumah tangga.

Saat ini, layanan Sangu Sampah dapat diakses melalui laman tgxwastecoin.id. Aplikasi TGX Waste Coin direncanakan tersedia di Play Store untuk pengguna Android mulai Januari, sementara pengguna iOS dapat mengakses melalui versi website.

Salah satu siswi SMAN 2 Trenggalek, Humairah Setya, menyambut positif program tersebut. Menurutnya, Sangu Sampah mampu menumbuhkan kepedulian lingkungan sekaligus semangat menabung sejak dini.

“Harapannya program ini bisa mengurangi sampah dan emisi, serta membantu pembiayaan pendidikan melalui tabungan sampah,” ujarnya.

Dengan program Sangu Sampah, Pemkab Trenggalek optimistis dapat mengubah persoalan sampah menjadi peluang ekonomi sekaligus langkah nyata menyelamatkan lingkungan. (aris/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Abidin Fikri Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude, Soroti Ketimpangan Distribusi Tenaga Medis

JAKARTA – Program Pascasarjana Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur Jakarta resmi meluluskan Abidin Fikri dalam ...
LEGISLATIF

Komisi II DPRD Ngawi Sidak SPMB, Temukan Kesenjangan Jumlah Pendaftar Antar Sekolah

NGAWI – Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SMP Negeri di wilayah ...
KABAR CABANG

Dapur Umum DPC Sidoarjo Mengepul, Bagikan Ratusan Nasi Kotak untuk Pekerja Jalanan

SIDOARJO – Dapur Umum DPC PDI Perjuangan Sidoarjo kembali mengepul. Ratusan kotak nasi beserta lauk dibagikan ...
KABAR CABANG

Tantri Bararoh: Pelemahan Rupiah Harus Dijawab dengan Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan

Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Tantri Bararoh mengingatkan pelemahan rupiah berpotensi menekan daya ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Pastikan Layanan Kesehatan Warga Banyakan Tetap Berjalan Pasca Puskesmas Tiron Terbakar

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memastikan layanan kesehatan bagi warga Kecamatan Banyakan tetap berjalan ...
KRONIK

Bupati Sumenep Tegaskan Sinergi dengan TNI AL Perkuat Kemajuan Daerah Maritim

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan TNI ...