BLITAR – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar, Syahrul Alim, menyambut baik langkah DPD PDIP Jatim yang memulai program rehabilitasi Istana Gebang, rumah masa kecil Bung Karno di Kota Blitar
Proses revitalisasi resmi dimulai dengan seremoni peletakan batu pertama yang dilakukan Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Jatim, Budi Sulistyono, Minggu (30/11/2025).
Syahrul mengaku bersyukur karena perhatian terhadap Istana Gebang justru muncul di tengah kondisi efisiensi anggaran nasional dan penurunan signifikan alokasi APBD Kota Blitar.
Baca juga: Jaga Kelestarian Warisan Bung Karno, DPD PDI Perjuangan Jatim Rehab Istana Gebang
“Kami berharap renovasi ini selesai tepat waktu dan dapat diresmikan pada Juni mendatang. Tentu ini akan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan untuk lebih sering berkunjung ke Blitar,” ujar Syahrul.
Ketua DPRD Kota Blitar ini menegaskan, bahwa Istana Gebang bukan sekadar lokasi wisata, melainkan ruang sejarah yang menyimpan perjalanan masa muda Bung Karno saat tinggal di Blitar.
Dia berharap generasi muda kelak dapat belajar dan terinspirasi dari nilai-nilai perjuangan serta pemikiran Soekarno.
“Semoga anak muda bisa menghidupkan kembali semangat soekarnoisme pemikiran dan petuah beliau tentang kecintaan pada bangsa ini. Harapan kami, estafet perjuangan Bung Karno terus dilanjutkan oleh generasi penerus,” katanya.
Perencana rehabilitasi Istana Gebang, Farid Yudabara, menjelaskan bahwa pembaruan bangunan akan tetap mempertahankan bentuk asli sebagai bangunan bersejarah. Namun sejumlah elemen akan dipoles agar tampil lebih representatif sebagai ikon wisata sejarah Bung Karno.

Menurut Farid, sentuhan utama pada tahap awal dilakukan pada area halaman depan. Desainnya terinspirasi dari penataan kompleks Makam Bung Karno yang memberikan kesan elegan dan khidmat.
“Lantainya nanti kita ganti batu andesit. Di sisi kanan akan dibangun pembatas dengan area kuliner, dan kami pasang dinding barrier berisi relief perjalanan hidup Bung Karno,” paparnya.
Bagian depan bangunan nantinya juga dilengkapi deretan kolom tinggi untuk menghadirkan kesan monumental. Sementara itu, patung Bung Karno yang selama ini berdiri di halaman akan diganti dengan patung Bung Karno dengan posisi duduk.
Permintaan perubahan tersebut datang langsung dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
“Beliau menginginkan patung Bung Karno dalam posisi duduk, menggambarkan sosok Bapak Bangsa yang sedang membaca dan belajar,” jelas Farid.
Pada ruang utama, renovasi dilakukan tanpa mengubah nilai historis bangunan. Perbaikan hanya menyentuh bagian atap, pengecatan ulang, dan pembenahan plafon yang rusak.
“Bentuk bangunannya tetap. Kami hanya merawat dan mempercantik,” tambah dia.
Farid menegaskan seluruh biaya rehabilitasi berasal dari swakelola dan dukungan pribadi, bukan bersumber dari APBN maupun APBD.
Proyek ini ditargetkan rampung dalam lima hingga enam bulan, sementara pembuatan patung membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










