Rabu
22 Juli 2026 | 8 : 48

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Komisi B DPRD Jember Minta Anggaran 2026 Disparbud Lebih Efektif dan Merata

Candra-Ary-Fianto
Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto
Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto

JEMBER – Rencana anggaran kegiatan untuk Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Jember banyak diminta DPRD untuk diefektifkan lagi agar pemerataan anggaran lebih berdampak pada semua sektor yang dicakup. Permintaan itu terungkap rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Jember, Senin (24/11/2025).

Beberapa anggaran yang diminta untuk diefektifkan lagi itu di antaranya JFC direncanakan ditambah Rp 2 miliar untuk tahun 2026, ditetapkan Rp 1,5 miliar seperti tahun 2025. Selanjutnya, Jember Fashion Week diwacanakan tak lebih dari Rp 100 juta.

Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto pada RDP itu mengatakan, banyak kegiatan seni kebudayaan lain tidak mendapat anggaran hanya karena terfokus pada kegiatan-kegiatan tersebut di atas.

Untuk itu, sambungnya, agar semua sektor seni dan kebudayaan bisa terakomodir lebih merata, maka anggaran-anggaran seperti diatas tak perlu ditambah. Anggaran yang ada dimaksimalkan.

“Selama ini kita melihat JFC itu sejak awal lahir merupakan kegiatan yang mandiri. Tapi semakin ke depan kok berbeda,” ujar Candra.

Apalagi, sambung politisi Banteng tersebut, meski sudah disupport anggaran dari APBD sebesar Rp 1,5 miliar fakta di lapangan masih ditemukan adanya penjualan tiket masuk senilai ratusan ribu.

Selanjutnya untuk anggaran Jember Fashion Week, komisi B memandang anggaran kegiatan Rp 100 juta cukup karena ada kemiripan kegiatan dengan JFC. Sama-sama menampilkan peragaan busana.

Sementara di tahun 2025 ada beberapa seniman yang tak bisa berkegiatan karena tidak memiliki support anggaran. Alhasil mereka berkegiatan mandiri dengan tampilan seadaya.

Sementara di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bobby Ari Sandi menyikapi wacana penyelarasan anggaran tersebut tidak mempersoalkan. Namun pada keterangan di RDP usulan anggaran untuk JFC ditambah, karena memang ada kegiatan yang memiliki anggaran besar dan tak bisa dicover seperti di tahun 2025.

“Contohnya untuk me-mokup kereta yang digunakan pada rangkaian JFC itu besar,” terangnya. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Said Abdullah Salurkan Seluruh Dana Reses untuk Renovasi Rumah Warga Miskin di Sumenep

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Said Abdullah menyalurkan seluruh dana reses periode ini untuk membantu ...
LEGISLATIF

Zulham Dorong Pasar Sumedang Dikerjasamakan dengan Swasta agar Tak Terus Mangkrak

Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang Zulham Akhmad Mubarok mendorong pengelolaan Pasar Sumedang ...
SEMENTARA ITU...

Syaifuddin Zuhri Dorong Turnamen Usia Dini Digelar Rutin untuk Cetak Pesepak Bola Berkualitas

SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mendorong turnamen sepak bola usia dini digelar secara rutin ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Gandeng Praktisi, Latih Petani Bikin Pupuk Organik Murah Meriah

BOJONEGORO – Upaya menjaga ketahanan pangan dan merespons tingginya harga pupuk kimia terus dilakukan di daerah. ...
KRONIK

Sambut Bulan Kemerdekaan, Bupati Lukman Pimpin ASN Percantik Kota Bangkalan

BANGKALAN – Menyambut Bulan Kemerdekaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggerakkan aparatur sipil negara ...
EKSEKUTIF

Pemkab Ngawi Siapkan Regulasi Mengemudi Sepeda Motor bagi Anak Usia 17 Tahun Ke Bawah

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku prihatin atas meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang ...