Sabtu
26 September 2026 | 7 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Komisi B DPRD Jember Minta Anggaran 2026 Disparbud Lebih Efektif dan Merata

Candra-Ary-Fianto
Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto
Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto

JEMBER – Rencana anggaran kegiatan untuk Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Jember banyak diminta DPRD untuk diefektifkan lagi agar pemerataan anggaran lebih berdampak pada semua sektor yang dicakup. Permintaan itu terungkap rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Jember, Senin (24/11/2025).

Beberapa anggaran yang diminta untuk diefektifkan lagi itu di antaranya JFC direncanakan ditambah Rp 2 miliar untuk tahun 2026, ditetapkan Rp 1,5 miliar seperti tahun 2025. Selanjutnya, Jember Fashion Week diwacanakan tak lebih dari Rp 100 juta.

Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto pada RDP itu mengatakan, banyak kegiatan seni kebudayaan lain tidak mendapat anggaran hanya karena terfokus pada kegiatan-kegiatan tersebut di atas.

Untuk itu, sambungnya, agar semua sektor seni dan kebudayaan bisa terakomodir lebih merata, maka anggaran-anggaran seperti diatas tak perlu ditambah. Anggaran yang ada dimaksimalkan.

“Selama ini kita melihat JFC itu sejak awal lahir merupakan kegiatan yang mandiri. Tapi semakin ke depan kok berbeda,” ujar Candra.

Apalagi, sambung politisi Banteng tersebut, meski sudah disupport anggaran dari APBD sebesar Rp 1,5 miliar fakta di lapangan masih ditemukan adanya penjualan tiket masuk senilai ratusan ribu.

Selanjutnya untuk anggaran Jember Fashion Week, komisi B memandang anggaran kegiatan Rp 100 juta cukup karena ada kemiripan kegiatan dengan JFC. Sama-sama menampilkan peragaan busana.

Sementara di tahun 2025 ada beberapa seniman yang tak bisa berkegiatan karena tidak memiliki support anggaran. Alhasil mereka berkegiatan mandiri dengan tampilan seadaya.

Sementara di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bobby Ari Sandi menyikapi wacana penyelarasan anggaran tersebut tidak mempersoalkan. Namun pada keterangan di RDP usulan anggaran untuk JFC ditambah, karena memang ada kegiatan yang memiliki anggaran besar dan tak bisa dicover seperti di tahun 2025.

“Contohnya untuk me-mokup kereta yang digunakan pada rangkaian JFC itu besar,” terangnya. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

MILANGKORI

Malam Ketika Para Penari Tayub Diwisuda, Merawat Warisan Leluhur Trenggalek

ALUNAN gamelan terdengar mengalun di tengah keheningan malam. Irama musik tradisional itu berpadu dengan gerak ...
OLAHRAGA

Pemkot Surabaya Siapkan Fasilitas Olahraga Gratis untuk Putaran Nasional Piala Soeratin

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah kota untuk ...
KRONIK

Bukan Cuma Soal Trofi, Bupati Lukman Sebut PORSADIN Jadi Ajang Level Up Karakter Santri Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengingatkan para santri diniyah untuk menjaga kepercayaan dan tanggung ...
KRONIK

E-PAD dan SIMPLING Masuk Nominasi JAWARA 2026, Bupati Ipuk: Kami Kembangkan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

BANYUWANGI – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Anas Karno: Layanan Online dan Kehadiran ASN di Balai RW Harus Berjalan Bersamaan

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Anas Karno menegaskan seluruh upaya untuk memberikan pelayanan ...