Kamis
17 September 2026 | 7 : 35

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Reses di Baratajaya, Fuad Benardi Beber Masih Ada Pungutan Iuran Komite di SMA dan SMK Negeri

pdip-jatim-251121-fb-reses-baratajaya

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Fuad Bernardi, mengungkapkan, dirinya menerima keluhan terkait masih adanya pungutan iuran komite kepada siswa.

Hal tersebut disampaikan Fuad dalam penyerapan aspirasi masyarakat, atau reses DPRD Jawa Timur, di wilayah Kelurahan Baratajaya, Kecamatan Gubeng, Kamis (20/11/2025).

“Kami masih banyak menemukan sambatan (keluhan) terkait SMA atau SMK Negeri yang masih ada semacam iuran atau uang komite yang dulu awalnya saat masih dipegang provinsi itu sifatnya wajib. Tapi Fraksi PDI Perjuangan melakukan protes hingga akhirnya sekarang berubah jadi sukarela,” ungkap Fuad.

Menurutnya, sejak SMA/SMK berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, berbagai permasalahan masih terus menghantui. Salah satunya ialah terkait iuran komite yang tak kunjung usai.

“Ini memang agak berbeda dibanding dulu ketika SMA/SMK ketika masih dipegang oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, hingga di eranya Bu Risma itu benar-benar gratis-tis. Jadi anak-anak harus belajar, harus sekolah semua,” ujarnya.

Anggota Komisi C DPRD Jatim menjelaskan bahwa akibat dari adanya iuran komite tersebut kerapkali mengakibatkan larangan siswa mengikuti ujian atau adanya penahanan ijazah.

“Kendalanya itu dari di sekolah, akibat oknum itu ada beberapa siswa yang karena tidak membayar, baik iuran ataupun komite, kemudian akhirnya itu entah tidak boleh ujian atau bahkan ijazahnya ditahan,” beber Fuad.

Menurutnya, edukasi terhadap masyarakat terkait iuran komite dapat mencegah terjadinya pemaksaan pungutan yang seharusnya bersifat sukarela tersebut.

“Yang mana terkadang itu masyarakat itu masih awam bahwa kalau sifatnya sukarela itu memang sebenarnya tidak perlu bayar, tidak wajib, sesuai dengan kemampuan ekonomi masing-masing,” tuturnya.

Dia menegaskan, akan menindaklanjuti langsung kepada Dinas Pendidikan Jatim apabila mendapatkan temuan pemaksaan iuran komite. Terlebih yang mengakibatkan adanya pelarangan siswa mengikuti ujian ataupun penahanan ijazah.

“Kami juga sudah menyampaikan ke Dinas Pendidikan Jawa Timur. Waktu itu saya sempat video juga statementnya beliau bahwa kalau memang ada sekolah negeri yang menahan ijazah atau melarang siswa-siswinya itu ikut ujian, nanti laporkan saja. Supaya nanti pihak-pihak yang menahan itu akan dibebas tugaskan,” tegas putra sulung mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tersebut. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sadarestuwati: Padi MSP 65 Bisa Jadi Salah Satu Solusi Swasembada Pangan

JOMBANG – Padi MSP 65 atau GP 65 Bogor yang dikembangkan di lahan demplot Kabupaten Jombang menunjukkan hasil di ...
HEADLINE

Padi MSP 65 Panen 10 Ton per Hektare di Jombang, Ganjar Minta Uji Coba 3-4 Kali

JOMBANG – Padi GP 65 Bogor atau MSP 65 yang diuji coba di Kabupaten Jombang mencatat hasil panen rata-rata sekitar ...
HEADLINE

Wabup Ngawi Terus Pantau Kebakaran Lereng Utara Lawu, Sekat Bakar Dibuat untuk Melokalisir Api

NGAWI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng utara Gunung Lawu wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ...
KRONIK

Wakil Ketua DPRD Magetan Datangi Posko Penanganan Kebakaran Lereng Gunung Lawu, Suppport Petugas Pemadam Api

​MAGETAN — Wakil Ketua DPRD Magetan, Suyatno, menyambangi Posko Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) ...
LEGISLATIF

Fery Sudarsono Ikut Pasang Paving Bersama Warga Desa Bener

MADIUN – Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono tak sekadar datang melihat kerja bakti. Ia ikut turun langsung ...
SEMENTARA ITU...

Tantri Bararoh Pimpin PA GMNI Kabupaten Malang, Komitmen Kawal Nasib Kaum Marhaen  

MALANG – Tantri Bararoh resmi memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional ...