Senin
27 Juli 2026 | 12 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDI Perjuangan Blitar Dorong Perempuan Jadi Kekuatan Politik dan Penopang Kualitas Bangsa

pdip jatim 251119 seminar pendidikan 3

BLITAR – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar menggelar seminar pendidikan politik bagi kader perempuan, di gedung LEC Garum, Rabu (19/11/2025).

Kegiatan yang melibatkan jajaran pengurus DPC, PAC hingga ranting itu menghadirkan Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kerakyatan DPP PDI Perjuangan Sri Rahayu, sebagai pemateri utama.

Dalam paparannya, Sri Rahayu menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan menjadi mandat langsung dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Menurutnya, kader perempuan harus tampil sebagai energi perubahan yang bergerak bersama rakyat.

“Perempuan-perempuan ini harus berdaya. Karena ketika perempuan bergerak, tujuannya satu: Indonesia Raya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pelatihan ini tidak hanya bertujuan memperluas pemahaman politik, tetapi juga meningkatkan kualitas diri kader perempuan agar mampu menjalankan peran ganda. Baik di keluarga maupun di ruang sosial dan politik.

Melalui perempuan, kata Sri Rahayu, partai ingin memperkuat kedekatan dengan masyarakat. “Kami berharap kader perempuan punya daya gerak, menyatu dengan masyarakat, menjadi jembatan antara PDI Perjuangan dan rakyat,” tambahnya.

Perempuan yang akrab disapa Mbak Yayuk ini juga mengutip pemikiran Bapak Bangsa Bung Karno dalam buku Sarinah, bahwa perempuan adalah tiang negara. Jika perempuan kuat, negara ikut kuat; sebaliknya jika perempuan rapuh, masa depan bangsa ikut terancam.

Prinsip itu, menurut Sri Rahayu, harus menjadi kesadaran kolektif dalam membangun kualitas generasi penerus. Untuk itu, dia menekankan pentingnya peran ibu dalam membentuk karakter dan kesehatan anak, terutama pada periode seribu hari pertama kehidupan.

Mulai dari kehamilan hingga usia dua tahun, lanjutnya, kualitas pengasuhan dan pemenuhan gizi menjadi faktor penentu tumbuh kembang anak.

“Seribu hari kehidupan itu krusial. Jika pengasuhan dan gizinya tidak diperhatikan, anak berisiko mengalami stunting. Dampaknya bukan hanya fisik, tetapi juga intelektualitas. Ini merugikan masa depan bangsa,” tuturnya.

Karena itu, Sri Rahayu mengajak seluruh kader perempuan PDIP ikut bertanggung jawab menyebarkan pemahaman tentang pentingnya peran ibu dalam pembangunan kualitas manusia Indonesia.

“Perempuan punya peran luar biasa. Baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat, kualitas masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kekuatan perempuan,” tutupnya.

Kegiatan seminar berjalan interaktif, dengan para kader perempuan mengikuti sesi diskusi dan materi penguatan kapasitas politik.

PDIP Blitar berharap kegiatan serupa terus memperkokoh barisan perempuan sebagai garda terdepan perjuangan partai dan pembangunan bangsa. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Refleksi Kudatuli, DPC Bojonegoro Ajak Mahasiswa dan Budayawan Tak Takut Bersuara

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro menggelar acara refleksi untuk ...
KABAR CABANG

Cahaya Lilin dan Ingatan Kudatuli yang Tak Pernah Padam di DPC PDI Perjuangan Ngawi

NGAWI – Gedung Fatmawati DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi pada Minggu malam (26/7/2026) tampak lebih sunyi dari ...
KABAR CABANG

Peringati 30 Tahun Kudatuli, DPC Magetan Nyalakan 27 Lilin dan Gelar Doa Bersama

​MAGETAN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menggelar acara renungan dan silaturahmi ...
KABAR CABANG

30 Tahun Kudatuli, DPC Kabupaten Pasuruan Gelar Renungan dan Sarasehan Sejarah

KABUPATEN PASURUAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan menggelar renungan dan sarasehan untuk mengenang ...
KRONIK

Deni Wicaksono Ajak Kader PDI Perjuangan Pegang Teguh Prinsip ‘Jas Merah’

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Deni Wicaksono mengajak seluruh kader memegang teguh prinsip Jas Merah dalam ...
HEADLINE

PDIP Jatim Buka Ruang Dialog Mahasiswa, Perkuat Fungsi Kontrol terhadap Pemerintah

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur membuka ruang dialog bagi gerakan mahasiswa untuk memperkuat fungsi kontrol terhadap ...