Kamis
17 September 2026 | 7 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Waspada Banjir, Mahfud Husairi Minta Pemkot Pasuruan Perkuat Mitigasi

IMG-20251116-WA0027_copy_794x517
Air menggenang setinggi lutut orang dewasa di perkampungan kawasan Blandongan Kecamatan Kota Pasuruan, Rabu (12/11/2025).
Air menggenang setinggi lutut orang dewasa di perkampungan kawasan Blandongan Kecamatan Kota Pasuruan, Rabu (12/11/2025).

KOTA PASURUAN – Siaga banjir mesti dilakukan berbagai pihak menyusul tingginya intensitas hujan beberapa pekan terakhir. Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi III DPRD Kota Pasuruan, Mahfud Husairi, Minggu (16/11/2025).

Mahfud Husairi menyampaikan sejumlah usulan penanganan jangka pendek yang harus segera dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan.

Menurutnya, jika banjir disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi, maka pemerintah daerah perlu memperkuat infrastruktur penampungan air.

“Salah satu langkah mendesak adalah membangun kolam retensi dan sumur resapan skala kota,” ujarnya

Mahfud, Sekretaris Komisi III itu juga menegaskan pentingnya penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) minimal 30 persen dari luas kota, yang digunakan sebagai area resapan alami yang dapat mengurangi limpasan air saat hujan deras.

Selain itu, ia meminta pemkot melakukan pengendalian dan penataan pembangunan permukiman baru agar tidak mengganggu aliran air serta memperbaiki sistem peringatan dini saat cuaca ekstrem.
“Early warning system harus berfungsi optimal supaya masyarakat bisa lebih siap menghadapi potensi banjir,” tambahnya.

Mahfud Husairi menyerap aspirasi warga Kecamatan Gading Rejo, saat masa reses DPRD Kota Pasuruan, Senin (4/8/2025).

Legislator asal PDI Perjuangan itu juga menyoroti buruknya kondisi drainase di sejumlah titik di Kota Pasuruan. Ia menekankan perlunya pembersihan saluran minimal satu bulan satu kali, termasuk pengangkatan sedimen lumpur serta sampah yang kerap menyumbat pintu – pintu air di kawasan permukiman.

Mahfud mengungkapkan bahwa, salah satu penyebab utama banjir di Kota Pasuruan adalah luapan Sungai Welang dan Sungai Pentung yang kerap tidak mampu menampung debit air saat hujan lebat.

“Kami mendorong pemerintah daerah dan dinas terkai untuk dilakukannya normalisasi sungai melalui pengerukan sedimentasi yang membuat badan sungai dangkal, serta pembersihan sampah secara berkala di bantaran sungai,” ungkap Mahfud.

Pria yang juga Ketua DPD Repdem Jatim ini meminta Pemerintah Kota Pasuruan segera berkoordinasi dengan dinas terkait di tingkat provinsi guna memastikan normalisasi sungai dilakukan secara rutin dan terencana.

“Kota Pasuruan tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan pemerintah provinsi untuk memastikan langkah penanganan banjir dilakukan menyeluruh dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dengan intensitas hujan yang diperkirakan terus meningkat dalam beberapa minggu ke depan, Mahfud berharap pemerintah bergerak cepat agar masyarakat tidak kembali terdampak banjir yang berulang setiap tahun.(df/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kawal Kasus Rudapaksa Disabilitas, Hj. Ansari PDIP Desak Pemulihan Mental Total bagi Korban

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Tulungagung Soroti Tingginya Silpa dan Perjuangkan Kelayakan Gaji PPPK

TULUNGAGUNG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tulungagung menyoroti tingginya SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan ...
SEMENTARA ITU...

Kediri Bidik Emas Senam Porprov 2027, Atlet Dibina Sejak Usia SD

KEDIRI — Kabupaten Kediri mulai mematangkan target prestasi cabang olahraga senam untuk menghadapi Porprov Jawa ...
LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Dorong Perda Pesantren dan Madin Mulai Berlaku Maksimal 2027

TRENGGALEK – Peraturan daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Pesantren dan Madrasah Nonformal atau Madrasah ...
EKSEKUTIF

Terbukti Pungli Retribusi Sampah, Dua PPPK Paruh Waktu DLH Surabaya Diberhentikan

SURABAYA — Pemkot Surabaya memberhentikan dua pegawai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu ...
SEMENTARA ITU...

Tradisi Keduk Beji, Upaya Warga Tawun Melestarikan Sumber Air Jadi Wisata Budaya

NGAWI – Warga Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, terus melestarikan tradisi Keduk Beji sebagai bentuk ...