Rabu
17 Juni 2026 | 5 : 14

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Upacara Peringatan HSN 2025, Bupati Bangkalan Sampaikan 3 Amanat Santri

PDIP-Jatim-Upacara-HSN-Bangkalan-22102025

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggelar upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025 di halaman Kantor Bupati Bangkalan, pada Rabu (22/10/2025).

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti ratusan santri dari berbagai pondok pesantren se-Kabupaten Bangkalan. Hadir dalam kesempatan tersebut para alim ulama, ibu nyai, jajaran Forkopimda, serta para pejabat di lingkungan Pemkab Bangkalan.

Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menyampaikan amanat bagi para santri untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Hari Santri harus menjadi momentum untuk memperkuat karakter dan literasi digital di tengah derasnya arus informasi.

“Kita hidup di era disrupsi informasi, di mana batas-batas sosial dan geografis seolah lenyap. Tantangan santri hari ini bukan lagi perang fisik, tapi perang informasi, melawan hoaks, ujaran kebencian, dan degradasi moral,” ujar Lukman.

Menurutnya, tantangan zaman modern menuntut santri memiliki tiga karakter utama. Pertama, santri harus memperkuat karakter dan akhlak mulia dengan berpegang pada nilai-nilai pesantren, seperti keikhlasan, kesederhanaan, dan cinta tanah air.

“Karakter santri yang berakar pada nilai pesantren akan menjadi kompas dalam kehidupan bermasyarakat. Santri harus berhati-hati dalam menyikapi setiap informasi dan menjadikan kebenaran sebagai pedoman,” ujar Lukman.

Kedua, santri perlu menjadi generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Lukman mengajak para santri untuk menguasai media digital dan memanfaatkannya sebagai sarana dakwah serta penyebaran nilai-nilai kebaikan.

“Gunakan media sosial bukan sekadar untuk hiburan, tapi sebagai sarana dakwah dan edukasi. Jadikan konten-konten yang kalian sebarkan sebagai bagian dari amal jariyah,” terang politisi PDI Perjuangan itu.

Ketiga, santri harus mampu menjadi filter dan penjaga kebhinekaan dalam menghadapi derasnya arus informasi yang berpotensi memecah belah bangsa.

“Santri memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persatuan dan nilai-nilai kebangsaan. Jadilah pelopor kebaikan yang membawa Islam rahmatan lil ‘alamin,” terang Lukman.

“Mari kita jadikan nilai-nilai kesantrian sebagai kekuatan untuk melangkah maju — menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdikari di tengah kemajuan teknologi,” tandasnya. (hzm/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Desak Raperda Disabilitas Jadi Instrumen Nyata Pemenuhan Hak Warga

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan Raperda Disabilitas harus menjadi instrumen perubahan sosial yang ...
KRONIK

Binti Luklukah PDIP Salurkan Bantuan untuk Yayasan Lansia dan ODGJ

TULUNGAGUNG – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Tulungagung, Binti Luklukah menyalurkan bantuan kepada yayasan lansia ...
KRONIK

Koperasi Mega Bhakti PDIP Jatim Luncurkan Red Corner, Ruang Kreatif untuk Desainer Muda dan UMKM

Koperasi Mega Bhakti DPD PDI Perjuangan Jawa Timur meluncurkan Red Corner sebagai ruang kreatif bagi desainer muda, ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Desak Pemkab Malang Beralih ke Sistem Digital untuk Optimalkan Pendapatan Daerah

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang Abdul Qodir mendorong percepatan digitalisasi pengelolaan ...
KABAR CABANG

PAC Nguntoronadi Bersih-bersih Situs Dewi Sri

MAGETAN – Langkah kaki sejumlah pengurus dan kader Pengurus Anak Cabang (PAC) serta Ranting Nguntoronadi tampak ...
LEGISLATIF

DPRD Ngawi Terima Kunjungan Pelajar, Kenalkan Politik Sejak Dini

NGAWI – DPRD Kabupaten Ngawi menerima kunjungan edukasi dari puluhan siswa SMAN 1 Ngawi di ruang aula DPRD Ngawi, ...