Jumat
25 September 2026 | 9 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Upacara Peringatan HSN 2025, Bupati Bangkalan Sampaikan 3 Amanat Santri

PDIP-Jatim-Upacara-HSN-Bangkalan-22102025

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggelar upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025 di halaman Kantor Bupati Bangkalan, pada Rabu (22/10/2025).

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti ratusan santri dari berbagai pondok pesantren se-Kabupaten Bangkalan. Hadir dalam kesempatan tersebut para alim ulama, ibu nyai, jajaran Forkopimda, serta para pejabat di lingkungan Pemkab Bangkalan.

Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menyampaikan amanat bagi para santri untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Hari Santri harus menjadi momentum untuk memperkuat karakter dan literasi digital di tengah derasnya arus informasi.

“Kita hidup di era disrupsi informasi, di mana batas-batas sosial dan geografis seolah lenyap. Tantangan santri hari ini bukan lagi perang fisik, tapi perang informasi, melawan hoaks, ujaran kebencian, dan degradasi moral,” ujar Lukman.

Menurutnya, tantangan zaman modern menuntut santri memiliki tiga karakter utama. Pertama, santri harus memperkuat karakter dan akhlak mulia dengan berpegang pada nilai-nilai pesantren, seperti keikhlasan, kesederhanaan, dan cinta tanah air.

“Karakter santri yang berakar pada nilai pesantren akan menjadi kompas dalam kehidupan bermasyarakat. Santri harus berhati-hati dalam menyikapi setiap informasi dan menjadikan kebenaran sebagai pedoman,” ujar Lukman.

Kedua, santri perlu menjadi generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Lukman mengajak para santri untuk menguasai media digital dan memanfaatkannya sebagai sarana dakwah serta penyebaran nilai-nilai kebaikan.

“Gunakan media sosial bukan sekadar untuk hiburan, tapi sebagai sarana dakwah dan edukasi. Jadikan konten-konten yang kalian sebarkan sebagai bagian dari amal jariyah,” terang politisi PDI Perjuangan itu.

Ketiga, santri harus mampu menjadi filter dan penjaga kebhinekaan dalam menghadapi derasnya arus informasi yang berpotensi memecah belah bangsa.

“Santri memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persatuan dan nilai-nilai kebangsaan. Jadilah pelopor kebaikan yang membawa Islam rahmatan lil ‘alamin,” terang Lukman.

“Mari kita jadikan nilai-nilai kesantrian sebagai kekuatan untuk melangkah maju — menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdikari di tengah kemajuan teknologi,” tandasnya. (hzm/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

OLAHRAGA

Pemkot Surabaya Siapkan Fasilitas Olahraga Gratis untuk Putaran Nasional Piala Soeratin

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah kota untuk ...
KRONIK

Bukan Cuma Soal Trofi, Bupati Lukman Sebut PORSADIN Jadi Ajang Level Up Karakter Santri Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengingatkan para santri diniyah untuk menjaga kepercayaan dan tanggung ...
KRONIK

E-PAD dan SIMPLING Masuk Nominasi JAWARA 2026, Bupati Ipuk: Kami Kembangkan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

BANYUWANGI – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Anas Karno: Layanan Online dan Kehadiran ASN di Balai RW Harus Berjalan Bersamaan

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Anas Karno menegaskan seluruh upaya untuk memberikan pelayanan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Ekspansi Industri Tak Boleh Abaikan Aspek Ekologis

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan ekspansi industri harus berjalan seiring dengan ...