Kamis
20 Agustus 2026 | 8 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jelang Musim Hujan, Eri Cahyadi Siapkan Langkah Atasi Banjir

pdip-jatim-251007-EC-1

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi banjir menjelang musim hujan. Salah satunya memperbaiki saluran air yang ada di setiap wilayah Kota Surabaya.

Eri mengatakan, langkah antisipasi itu untuk mencegah banjir seperti yang terjadi di daerah lain di Indonesia. Dia mencontohkan, Bali dan Jakarta yang sempat terendam air beberapa waktu lalu.

“Kita lihat kondisi di Bali, Jakarta kemarin, ini menunjukkan curah hujan tidak seperti biasanya. Ketika musim panas hujan pun banjir parah,” kata Eri di Balai Kota Surabaya, Senin (6/10/2025).

Pihaknya akan mengatasi masalah banjir itu per wilayah. Seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Ketintang, Jalan Kebonsari, Jalan Jemursari, hingga Jalan Prapen yang butuh pelebaran saluran air.

“Kalau itu sudah dicarikan solusinya, semoga seperti di Dukuh Kupang. Dukuh Kupang sudah tidak ada banjir sama sekali, yang dulu (banjir) seleher, sekarang sudah tidak sama sekali,” ucapnya.

Kemudian, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperbaiki saluran di wilayah Jalan Pakal dan Jalan Benowo. Wilayah tersebut sebelumnya menerima banjir kiriman dari Gresik.

“Yang belum selesai maksimal itu adalah yang Jalan Kupang Indah yang banjir biasa. Itu, karena kemarin RW-nya berharapnya diperbaiki kampung-kampungnya dulu,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Eri, pihaknya juga menambah bozem atau kolam penampung hujan dan rumah pompa. Nantinya, air dari Kawasan Ketintang akan diarahkan ke Rumah Pompa Kebonsari.

“Banyak bozem yang kita tambahkan, di Ketintang sudah tidak ada lagi tampungan. Kalau itu sudah enggak dikasih itu akan bebannya berat jadi kita melarikan ke arah Kebonsari,” jelasnya.

Terakhir, Eri menyebut, sudah meminta adanya pengerukan di kawasan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Ketintang. Selain itu, dia juga membuat saluran baru yang mengarah ke Kali Tengah Wiyung.

Lebih lanjut, Eri berjanji bakal terus menangani banjir hingga tidak ada wilayah yang tergenang saat musim hujan. Dia juga sudah memasukkan program itu dalam anggaran 2026 mendatang.

“Sampai banjirnya hilang, kita akan terus jalankan. Kalau kita enggak ada percepatan-percepatan, ini bisa kerjanya sampai 2029, kasihan kampung-kampung, makanya ditarik di 2026,” tutupnya. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Bidik Investasi Rp43 Triliun pada 2026, Layanan Digital Diperkuat

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membidik realisasi investasi sebesar Rp43 triliun pada 2026. Untuk ...
KRONIK

Tiga Politisi Muda PDIP Tapal Kuda Masuk Nominasi Penghargaan Nasional

JEMBER – Tiga politisi muda PDI Perjuangan dari kawasan Tapal Kuda masuk nominasi penghargaan yang digelar salah ...
KRONIK

Korban TPPO Asal Jawa Barat Dipulangkan, Sinung Harap Kasus Serupa Tidak Terjadi Lagi

BONDOWOSO – Tiga perempuan asal Jawa Barat yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ...
SEMENTARA ITU...

Doding Dorong Pedagang Pasar Melek Teknologi agar Tak Tergusur Perubahan Zaman

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mendorong pedagang pasar tradisional beradaptasi dengan ...
LEGISLATIF

Komisi B DPRD Jember Soroti Gerobak Cinta dan Kebocoran Retribusi Pasar

JEMBER – Komisi B DPRD Jember meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat menggeser anggaran sejumlah program ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Jember Tolak Tanggung Jawab atas Utang Rp786 Miliar

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember menolak ikut bertanggung jawab atas rencana pinjaman daerah Rp786,573 ...