Rabu
13 Mei 2026 | 10 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dengan Konsep ‘Funky’, Ponorogo Siapkan Peringatan Hari Santri Universal

PDIP-Jatim-Sugiri-Sancoko-07102025

PONOROGO – Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang jatuh pada 22 Oktober siap digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo. Rencana rangkaian kegiatan dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di ruang rapat Bantarangin, pada Senin (6/10/2025).

Rapat tersebut dipimpin oleh Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko. Juga dihadiri Wakil Bupati Ponorogo, Lisdyarita, perwakilan pondok pesantren dan berbagai organisasi masyarakat (ormas).

Bupati Sugiri mengatakan, peringatan Hari Santri kali ini akan berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Ia ingin menyatukan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, Hari Santri bukanlah hanya milik santri, namun milik bersama. Meskipun setiap ormas Islam/pondok pesantren menyelenggarakan acara sendiri, pihaknya mengemas Hari Santri dengan konsep Hari Santri Universal.

“Kami ingin mensinkronkan semua kegiatan hari santri. Ada HSN yang universal yang bersama-sama kita harus membentuk kepanitiaan besar dan Ponorogo adakan itu,” ungkapnya.

Politisi PDI Perjuangan itu merinci, akan ada banyak serangkaian acara sejak H-9 atau 13 Oktober sampai 22 Oktober 2025. Dengan konsep “funky” yang melibatkan generasi muda/millenial seperti Santri Run, Santri Ekstravaganza, Halaqoh Kebangsaan, Tabligh Akbar, Manuskrip Pesantren, hingga Apel Akbar.

Bahkan, santri dan masyarakat umum dihimbau untuk memakai sarung selama 9 hari.

“Bagaimana agar pesantren ini kami tampilkan sesuatu yang sangat funky, muda, millenial, agar anak-anak muda melihat pesantren yang menarik dan ada minat untuk mondok sesuai dengan Gerakan Ayo Mondok (GAM) yang digagas para kyai,” jelasnya.

Selain itu, bupati dua periode itu juga ingin menerapkan ekoteologi di pondok pesantren yang digagas oleh Menteri Agama. Yaitu penerapan nilai-nilai dan prinsip-prinsip keagamaan Islam untuk menjaga dan melestarikan lingkungan

“Pesantren harus berwawasan lingkungan. Termasuk bagaimana menanam di pesantren, pengolahan sampah di pesantren. Jadi, tidak sampai buang sampah di luar pesantren,” tandasnya. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Pemimpin Bukan Dinilai dari Penghargaan, Tapi Dampaknya bagi Rakyat

Eri Cahyadi menegaskan pemimpin sejati tidak diukur dari penghargaan, tetapi dampaknya terhadap kesejahteraan ...
KRONIK

Sensus Ekonomi 2026, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Memberikan Data yang Benar dan Jujur

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyambut baik Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan oleh Badan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Minta Pengawasan Daycare Diperketat usai Kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta

Novita Hardini meminta pengawasan daycare diperketat usai kasus dugaan kekerasan anak di Yogyakarta menjadi sorotan ...
KABAR CABANG

Perkuat Narasi Digital, DPC Ngawi Gembleng Kader Muda Kelola Media Sosial

NGAWI – Dinamika era digital telah mengubah perilaku publik secara fundamental, mulai dari cara mengakses informasi ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Jangan Sampai Indonesia Jadi Basis Judi Online Internasional

Puan Maharani mengingatkan pentingnya antisipasi agar Indonesia tidak menjadi basis operasional judi online ...
SEMENTARA ITU...

Dari Anak Buruh Tani, Hafif Memilih Masuk Politik: “Anak Muda Jangan Cuma Mengeluh dari Kejauhan”

Kisah Hafif Rohmatullah, anak buruh tani asal Jember yang memilih masuk politik lewat PDIP demi memperjuangkan ...