Selasa
11 Agustus 2026 | 5 : 48

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dengan Konsep ‘Funky’, Ponorogo Siapkan Peringatan Hari Santri Universal

PDIP-Jatim-Sugiri-Sancoko-07102025

PONOROGO – Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang jatuh pada 22 Oktober siap digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo. Rencana rangkaian kegiatan dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di ruang rapat Bantarangin, pada Senin (6/10/2025).

Rapat tersebut dipimpin oleh Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko. Juga dihadiri Wakil Bupati Ponorogo, Lisdyarita, perwakilan pondok pesantren dan berbagai organisasi masyarakat (ormas).

Bupati Sugiri mengatakan, peringatan Hari Santri kali ini akan berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Ia ingin menyatukan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, Hari Santri bukanlah hanya milik santri, namun milik bersama. Meskipun setiap ormas Islam/pondok pesantren menyelenggarakan acara sendiri, pihaknya mengemas Hari Santri dengan konsep Hari Santri Universal.

“Kami ingin mensinkronkan semua kegiatan hari santri. Ada HSN yang universal yang bersama-sama kita harus membentuk kepanitiaan besar dan Ponorogo adakan itu,” ungkapnya.

Politisi PDI Perjuangan itu merinci, akan ada banyak serangkaian acara sejak H-9 atau 13 Oktober sampai 22 Oktober 2025. Dengan konsep “funky” yang melibatkan generasi muda/millenial seperti Santri Run, Santri Ekstravaganza, Halaqoh Kebangsaan, Tabligh Akbar, Manuskrip Pesantren, hingga Apel Akbar.

Bahkan, santri dan masyarakat umum dihimbau untuk memakai sarung selama 9 hari.

“Bagaimana agar pesantren ini kami tampilkan sesuatu yang sangat funky, muda, millenial, agar anak-anak muda melihat pesantren yang menarik dan ada minat untuk mondok sesuai dengan Gerakan Ayo Mondok (GAM) yang digagas para kyai,” jelasnya.

Selain itu, bupati dua periode itu juga ingin menerapkan ekoteologi di pondok pesantren yang digagas oleh Menteri Agama. Yaitu penerapan nilai-nilai dan prinsip-prinsip keagamaan Islam untuk menjaga dan melestarikan lingkungan

“Pesantren harus berwawasan lingkungan. Termasuk bagaimana menanam di pesantren, pengolahan sampah di pesantren. Jadi, tidak sampai buang sampah di luar pesantren,” tandasnya. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...
SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...
KRONIK

Bupati Bupati Ipuk Lepas 32 Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Jambore Nasional ke-12 di Cibubur

BANYUWANGI – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang siswa berbagai SMP di Banyuwangi akan mengikuti Jambore Nasional ...
KRONIK

Guntur Wahono: Tiban Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Merawat Persaudaraan Antar Daerah

BLITAR – Seni tradisi Tiban tidak semestinya berhenti sebagai tontonan budaya. Di balik pertarungan para jawara di ...
OLAHRAGA

Kalah 1-4 dari Jabar, Deni Wicaksono Tegaskan Peluang Banteng Jatim Masih Terbuka

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung ...
OLAHRAGA

Aji Santoso Dorong Soekarno Cup Berkelanjutan, 400 Talenta Muda Dibuka Jalan ke Klub Profesional

SURABAYA – Lapangan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar tempat bagi pemain muda mengejar kemenangan. Di balik ...