Senin
25 Mei 2026 | 8 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Soal Kebijakan Pemkot Surabaya Batasi 1 Alamat 3 KK, Ini Penjelasan Eri Cahyadi

pdip-jatim-250926-EC

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi menjelaskan soal kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan pembatasan maksimal 3 kartu keluarga (KK) dalam satu alamat.

Menurut Eri, aturan tersebut diterapkan sebagai langkah memastikan agar bantuan dari Pemkot Surabaya tepat sasaran dan dinikmati warga yang benar-benar tinggal di Kota Pahlawan.

Latar belakang kebijakan ini, tegasnya, bukan untuk mempersulit warga. Tapi untuk memverifikasi keberadaan riil penghuni suatu rumah.

Dia menyebut hal ini menjadi penting karena banyak bantuan sosial diberikan berdasarkan data domisili.

“Pembatasan (1 alamat 3 KK) itu sebenarnya adalah bahwa rumah itu, adalah rumah yang memang cukup ditempati beberapa orang,” kata Eri kepada wartawan, dikutip Kamis (25/9/2025).

Eri menjelaskan, jika satu rumah dihuni lebih dari 3 KK dan sebagian besar dari mereka tidak benar-benar tinggal di lokasi tersebut, bantuan bisa salah sasaran.

Dalam kondisi itu, menurut dia, Pemkot Surabaya akan kesulitan untuk menanggung beban bantuan yang tidak akurat.

“Kita akan tahu jumlah warga yang akan kita bantu. Kalau 1 rumah lebih dari 3 KK, terus setelah itu orangnya tidak tinggal di situ, enggak mampu Surabaya membantu, enggak mampu,” ujarnya.

Eri menyebutkan bahwa bantuan pendidikan dan sosial seperti pembebasan biaya sekolah hanya akan efektif jika data penerima sesuai kondisi lapangan.

Dia mencontohkan kasus di mana anak yang sudah menikah tetap masuk dalam KK orang tuanya. Padahal secara ekonomi dan tempat tinggal sudah mandiri.

“Kaya (bantuan) sekolah, keluarga miskin, pra miskin yang tinggal di Surabaya, yang keluarganya saya gratiskan. Kalau anaknya menikah terus masuk KK-nya, akhirnya gak tepat sasaran,” papar Eri.

Meski begitu, dia menyatakan terbuka terhadap fleksibilitas aturan. Eri menawarkan opsi lain jika memang rumah tersebut dihuni lebih dari tiga KK.

“Makanya kita sepakati, enggak apa lebih 3 KK tapi yang kita bantu 1 KK. Lek kabeh njalok bantuane Pemkot, duwite entek (kalau semua minta bantuannya Pemkot, uangnya habis),” pungkasnya. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Stadion Ketonggo Ngawi Bersiap Jadi Tuan Rumah Liga 4 Nasional

NGAWI – Stadion Ketonggo di Ngawi bersiap menyambut gelaran putaran 64 besar Liga 4 Nasional yang akan berlangsung ...
EKSEKUTIF

Tingkat Kualitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Bupati Lukman Resmikan Kanal Pengaduan

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih ...
KRONIK

Festival Perempuan Pesisir, Ruang Solidaritas dan Aspirasi Perempuan Kawasan Pantai

SUMENEP – Ratusan pengunjung memadati Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk, Sumenep, menyaksikan Festival Perempuan ...
KRONIK

Hadapi Ancaman El Nino dan Degradasi Sosial, Wiwin Sumrambah Desak Penguatan Kemandirian Warga

JOMBANG – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, mengeluarkan peringatan keras terkait kondisi sosial ...
KRONIK

Harlah Muslimat NU, Bupati Ipuk: Gotong Royong Kunci Keberhasilan

BANYUWANGI – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Banyuwangi berlangsung meriah ...
KABAR CABANG

Mengenal Tari Sekar Arum, Kesenian Pembuka Acara Pelantikan PAC Se-Kota Probolinggo

KOTA PROBOLINGGO — Pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kota Probolinggo berlangsung meriah dan ...