Senin
24 Agustus 2026 | 8 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Soal Kebijakan Pemkot Surabaya Batasi 1 Alamat 3 KK, Ini Penjelasan Eri Cahyadi

pdip-jatim-250926-EC

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi menjelaskan soal kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan pembatasan maksimal 3 kartu keluarga (KK) dalam satu alamat.

Menurut Eri, aturan tersebut diterapkan sebagai langkah memastikan agar bantuan dari Pemkot Surabaya tepat sasaran dan dinikmati warga yang benar-benar tinggal di Kota Pahlawan.

Latar belakang kebijakan ini, tegasnya, bukan untuk mempersulit warga. Tapi untuk memverifikasi keberadaan riil penghuni suatu rumah.

Dia menyebut hal ini menjadi penting karena banyak bantuan sosial diberikan berdasarkan data domisili.

“Pembatasan (1 alamat 3 KK) itu sebenarnya adalah bahwa rumah itu, adalah rumah yang memang cukup ditempati beberapa orang,” kata Eri kepada wartawan, dikutip Kamis (25/9/2025).

Eri menjelaskan, jika satu rumah dihuni lebih dari 3 KK dan sebagian besar dari mereka tidak benar-benar tinggal di lokasi tersebut, bantuan bisa salah sasaran.

Dalam kondisi itu, menurut dia, Pemkot Surabaya akan kesulitan untuk menanggung beban bantuan yang tidak akurat.

“Kita akan tahu jumlah warga yang akan kita bantu. Kalau 1 rumah lebih dari 3 KK, terus setelah itu orangnya tidak tinggal di situ, enggak mampu Surabaya membantu, enggak mampu,” ujarnya.

Eri menyebutkan bahwa bantuan pendidikan dan sosial seperti pembebasan biaya sekolah hanya akan efektif jika data penerima sesuai kondisi lapangan.

Dia mencontohkan kasus di mana anak yang sudah menikah tetap masuk dalam KK orang tuanya. Padahal secara ekonomi dan tempat tinggal sudah mandiri.

“Kaya (bantuan) sekolah, keluarga miskin, pra miskin yang tinggal di Surabaya, yang keluarganya saya gratiskan. Kalau anaknya menikah terus masuk KK-nya, akhirnya gak tepat sasaran,” papar Eri.

Meski begitu, dia menyatakan terbuka terhadap fleksibilitas aturan. Eri menawarkan opsi lain jika memang rumah tersebut dihuni lebih dari tiga KK.

“Makanya kita sepakati, enggak apa lebih 3 KK tapi yang kita bantu 1 KK. Lek kabeh njalok bantuane Pemkot, duwite entek (kalau semua minta bantuannya Pemkot, uangnya habis),” pungkasnya. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Dari Menak Sopal ke Kebaya Fatmawati, Yeni Membawa Cerita Trenggalek ke Panggung Nasional

TRENGGALEK – Ada nama Trenggalek yang kini ikut berjalan menuju panggung nasional. Nama itu bukan hanya tertulis di ...
KRONIK

Hasto Ajak Anak Muda Hidup Sehat: Dari Olahraga Kita Bangun Kekuatan Bangsa

SURABAYA — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak anak-anak muda membiasakan hidup sehat ...
KRONIK

Cerita Risma Saat Baguna Selamatkan Anak Patah Tulang di Gempa NTT

SURABAYA – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Penanggulangan Bencana, Tri Rismaharini, memimpin langsung aksi tanggap ...
KRONIK

Hasto Minta Pembakar Hutan di Kalimantan Diproses Tegas

SURABAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyoroti kebakaran hutan dan lahan ...
HEADLINE

Hasto Ungkap Lima Pesan Megawati untuk Kader PDI Perjuangan Jatim

SURABAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkap lima pesan Ketua Umum PDI ...
HEADLINE

Tiga Desainer Jatim Raih Tiket Nasional Fatmawati Trophy 2026

SURABAYA – Tiga desainer Jawa Timur berhasil meraih tiket menuju babak nasional Fatmawati Trophy 2026 setelah ...