Rabu
30 September 2026 | 4 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ony Setiawan: Pemda Harus Serius Alokasikan Anggaran untuk Penguatan Petani Gurem

PDIP-Jatim-Ony-Setiawan-08022023

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Ony Setiawan, mendorong penguatan petani gurem melalui kebijakan integrasi pertanian dan peternakan.

Hal ini dia sampaikan dalam momentum peringatan Hari Tani Nasional 2025, sebagai respons terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi petani kecil di Jawa Timur.

Menurut Ony, mayoritas petani di Jawa Timur tergolong sebagai petani gurem, yaitu petani yang menggarap lahan kurang dari 0,5 hektare.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lebih dari 60 persen dari total 4,6 juta rumah tangga pertanian di Jawa Timur termasuk dalam kategori tersebut.

“Petani gurem menghadapi banyak keterbatasan, mulai dari akses lahan, permodalan, hingga harga jual hasil panen yang tidak stabil. Karena itu, kami menilai integrasi antara pertanian dan peternakan perlu didorong untuk meningkatkan pendapatan mereka,” kata Ony, Rabu (24/9/2025).

Konsep integrasi ini, sebut Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim tersebut, memungkinkan petani memanfaatkan lahan secara lebih efisien.

sumber foto ilustrasi petani gurem jogjapolitan.harianjogja.com

Limbah pertanian dapat digunakan sebagai pakan ternak, sementara limbah peternakan diolah menjadi pupuk organik. Pola ini dinilai mampu menekan biaya produksi dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Ony menilai, integrasi pertanian dan peternakan bukan hal baru, namun implementasinya masih belum optimal. Dia mendorong Pemprov Jatim dan pemerintah kabupaten/kota agar menjadikan program ini sebagai prioritas dengan dukungan anggaran dan pendampingan teknis yang memadai.

“Kalau petani gurem hanya mengandalkan panen padi atau jagung, jelas penghasilannya tidak cukup. Tapi jika ditambah peternakan kecil seperti ayam, kambing, atau sapi, ada tambahan penghasilan yang bisa meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Selain itu, Ony juga menekankan pentingnya peran BUMD pangan dalam membantu pemasaran produk petani. Dia menyebut, anjloknya harga saat panen raya masih menjadi persoalan serius yang merugikan petani gurem.

Legislator dari dapil Bojonegoro-Tuban ini pun mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran dan distribusi hasil tani. Juga kerja sama dengan perguruan tinggi untuk menghadirkan inovasi teknologi tepat guna di sektor pertanian.

“Ini bukan sekadar wacana. Pemerintah daerah harus serius mengalokasikan anggaran untuk penguatan petani gurem melalui model usaha tani yang berkelanjutan,” pungkas Ony. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Baktiono Minta Seleksi Direksi BUMD Surabaya Bebas Manuver Politik

SURABAYA – Proses seleksi calon Direksi lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Surabaya mendapat perhatian DPRD ...
KRONIK

Sinung Soroti Rencana Utang Rp45 Miliar dalam APBD Bondowoso 2027

BONDOWOSO – Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, menyoroti rencana pemerintah daerah menarik utang Rp45 ...
EKSEKUTIF

Debit Sumber Air Menurun, 500 Warga Selorejo Kediri Dapat Bantuan Air Bersih

KEDIRI – Sekitar 500 warga Dusun Selorejo, Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mengalami kesulitan ...
LEGISLATIF

Rencana Kementerian Haji dan Umrah Mengaudit Forensik BPKH, Abidin Fikri Setuju dengan Catatan

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Abidin Fikri meminta pemerintah, khususnya ...
KRONIK

Tiga Pilar Cup Ngawi; Sepakbola Lintas Profesi, Lariskan UMKM

NGAWI – Setiap sore, suasana di Lapangan Alun-Alun Merdeka Kabupaten Ngawi ramai oleh pertandingan sepak bola dan ...
LEGISLATIF

Pemkot-DPRD Surabaya Sepakat Desil Bukan Patokan Mutlak Penyaluran Bansos

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Kota Surabaya sepakat tidak menjadikan klasifikasi desil dalam data ...