Jumat
02 Oktober 2026 | 5 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

500 Penari Ramaikan Festival Langen Beksan di Blitar, Guntur: Bangun Kembali Kesadaran Budaya

pdip jatim 250727 langen beksan blitar 1

BLITAR – Sebanyak 500 penari dari 25 kelompok tari di Jawa Timur turut ambil bagian dalam Festival Langen Beksan yang digelar di Alun-alun Kanigoro, Kabupaten Blitar, Sabtu (26/7/2025) malam.

Kegiatan ini merupakan inisiatif Guntur Wahono, anggota DPRD Jawa Timur sekaligus Sekretaris Badan Kebudayaan Nasional (BKN) PDI Perjuangan Jawa Timur, sebagai upaya menghidupkan kembali warisan budaya Majapahit.

“Ini bukan sekadar pertunjukan seni, tapi bagian dari upaya membangun kembali kesadaran budaya masyarakat Jawa Timur,” jelas Guntur.

Langen Beksan merupakan tarian yang memiliki akar sejarah kuat dari masa kejayaan Majapahit.

Tarian ini dulunya dipentaskan sebagai bentuk syukur masyarakat agraris atas hasil panen, serta menjadi bagian dari prosesi penyambutan tamu kerajaan.

“Kata ‘klangen’ artinya kesenangan, dan ‘beksan’ adalah tarian. Jadi, ini adalah bentuk hiburan yang luhur maknanya,” bebernya.

Festival ini menampilkan dua gaya utama, yakni versi Tulungagung dengan 10 grup tari dan versi Malang dengan 15 grup. Masing-masing kelompok membawa gaya khas daerahnya, memperlihatkan kekayaan gerak dan karakter tarian.

“Ini bukti bahwa budaya kita begitu beragam dan hidup di tengah masyarakat,” imbuh Guntur.

Tidak hanya melestarikan, acara ini juga bertujuan menumbuhkan regenerasi. Guntur menargetkan 30 persen peserta berasal dari kalangan muda.

“Tanpa melibatkan generasi muda, tradisi akan mati perlahan. Maka, kami dorong anak-anak muda untuk terlibat aktif,” tegasnya.

Sebagai puncak acara, seluruh peserta bersama tamu undangan dan pejabat daerah diajak menari bersama di arena festival.

Momen ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus ajakan untuk merawat budaya bersama.

“Kami ingin menunjukkan bahwa budaya bukan milik segelintir orang, tapi milik semua lapisan masyarakat,” ujar Guntur.

Dia berharap Langen Beksan dapat diterima kembali sebagai seni pertunjukan rakyat yang membanggakan, bukan hanya sebagai tontonan tradisi.

“Tarian ini harus kembali hadir di tengah masyarakat sebagai identitas budaya yang menyatukan dan membangun semangat gotong royong,” harapnya. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPR RI Kaji Kepastian Hak Cipta di Era Kecerdasan Buatan

JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) memunculkan persoalan baru di bidang hak kekayaan intelektual (HKI), ...
KRONIK

Kick Off Hari Santri 2026, Bupati Fauzi: Momentum Perkuat Kebersamaan dan Menghargai Perjuangan para Pendahulu Kita

SUMENEP – Memperingati Hari Santri 2026, PCNU Sumenep resmi menggelar Kick Off Hari Santri 2026 di Aula Al-Ikhlas ...
KRONIK

Karhutla Gunung Botak Belum Padam Sepenuhnya, Wabup Ngawi Prioritaskan Permukiman Warga

NGAWI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Botak, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, belum ...
KRONIK

Soroti Potensi Kenaikan Biaya Haji 2027, Ansari PDIP: Jangan Langsung Bebankan ke Rakyat

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta pemerintah tidak menjadikan kenaikan harga ...
EKSEKUTIF

Bupati Gresik Pantau Penyaluran Air Bersih untuk Warga Balongpanggang Terdampak Kekeringan

GRESIK – Krisis air bersih mulai menghimpit 315 kepala keluarga (KK) di Desa Ganggang, Kecamatan Balongpanggang, ...
KRONIK

Resmi Beroperasi, Pasar Banyuwangi Padukan Konsep Modern-Heritage

BANYUWANGI – Pasar Banyuwangi yang selesai direvitalisasi oleh Kementerian PU mulai beroperasi pada Kamis ...