Jumat
02 Oktober 2026 | 10 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Industri Tekstil Tertekan Impor dan Biaya Produksi Tinggi, Novita Desak Regulasi Pro Industri Lokal

pdip jatim 250721 NH tekstil bandung 1

BANDUNG – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menegaskan pentingnya langkah cepat dan konkret untuk menyelamatkan industri tekstil nasional dari ancaman keruntuhan akibat derasnya arus impor dan minimnya perhatian terhadap isu lingkungan.

Hal ini dia sampaikan saat kunjungan kerja spesifik Komisi VII ke Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Bandung, Senin (21/7/2025).

Saat kunjungan, politisi PDI Perjuangan itu menyebutkan bahwa biaya produksi yang tinggi, mahalnya bahan baku, serta minimnya pengelolaan limbah menjadi masalah serius yang membelit sektor tekstil nasional.

Bahkan, menurut data BPS tahun 2024, Indonesia masih mengimpor tekstil dari Tiongkok sebesar 2,19 juta ton atau setara 8,94 miliar USD.

“Kalau kita diam dan bergerak lambat, berapa banyak lagi industri dalam negeri yang akan gulung tikar? Di balik itu semua ada ribuan tenaga kerja yang terdampak. Kita tidak boleh membiarkan bangsa ini dijajah kembali, kali ini lewat sektor tekstil,” tegas Novita.

Lebih lanjut, dia juga menyoroti rendahnya proporsi industri hijau di Indonesia, yang saat ini baru mencapai sekitar 35 persen.

 

 

Legislator asal Trenggalek itu menilai bahwa investasi untuk pengolahan limbah tekstil dari level rumah tangga hingga industri besar masih sangat minim dan harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat.

“Masalah limbah industri harus ditangani dari hulu ke hilir. Bukan hanya soal ekonomi, tapi juga kelangsungan lingkungan hidup kita. Industri yang besar harus diimbangi dengan tanggung jawab ekologis,” tuturnya.

Dia pun mendesak Kementerian Perindustrian RI agar lebih sigap dalam menangani permasalahan tekstil nasional, mulai dari keterbatasan bahan baku hingga regulasi yang berpihak pada pelaku industri lokal.

Menurutnya, ekosistem industri hijau bukan sekadar tren global, tetapi menjadi penentu masa depan ekonomi nasional.

“Kita butuh regulasi kuat dan insentif nyata bagi daerah-daerah yang aktif membangun industri ramah lingkungan. Sertifikasi hijau harus diperluas, dan teknologi pengolahan limbah harus mendapat dukungan maksimal dari negara,” sebutnya.

Sebagai satu-satunya legislator perempuan dari Dapil VII Jawa Timur, Novita beserta komisi VII DPR RI berkomitmen untuk terus mendorong legislatif, eksekutif, dan dunia industri agar bersama-sama mendorong transformasi tekstil Indonesia menjadi industri hijau yang berkualitas dan kompetitif di pasar global. (red/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Perda Pilkades Trenggalek Disahkan, Doding Rahmadi Ajak Warga Kawal Pelaksanaannya

TRENGGALEK – DPRD Kabupaten Trenggalek mengesahkan perubahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang ...
LEGISLATIF

PDI Perjuangan Soroti Ruang Fiskal Jember, Minta Anggaran Tak Berhenti di atas Kertas

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menghitung ulang ruang ...
LEGISLATIF

DPR RI Kaji Kepastian Hak Cipta di Era Kecerdasan Buatan

JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) memunculkan persoalan baru di bidang hak kekayaan intelektual (HKI), ...
KRONIK

Kick Off Hari Santri 2026, Bupati Fauzi: Momentum Perkuat Kebersamaan dan Menghargai Perjuangan para Pendahulu Kita

SUMENEP – Memperingati Hari Santri 2026, PCNU Sumenep resmi menggelar Kick Off Hari Santri 2026 di Aula Al-Ikhlas ...
KRONIK

Karhutla Gunung Botak Belum Padam Sepenuhnya, Wabup Ngawi Prioritaskan Permukiman Warga

NGAWI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Botak, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, belum ...
KRONIK

Soroti Potensi Kenaikan Biaya Haji 2027, Ansari PDIP: Jangan Langsung Bebankan ke Rakyat

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta pemerintah tidak menjadikan kenaikan harga ...