Sabtu
02 Mei 2026 | 1 : 47

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Libatkan TNI/Polri, Pemkot Surabaya Akan Tindak Tegas Jukir Liar dan Premanisme

pdip-jatim-250603-ecah-sidak-minimarket

SURABAYA – Masalah perparkiran dan premanisme, belakangan menjadi isu yang menjadi sorotan di Kota Surabaya. Viralnya beberapa kasus terkait parkir disertai aksi premanisme dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, agar keamanan serta kenyamanan masyarakat bisa terjamin.

“Mulai sekarang tidak ada lagi preman, jukir liar lagi di Surabaya. Ayo warga Surabaya, kita lawan bareng premanisme di Surabaya. Ini kota kita, masa diinjak kita diam saja,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat sidak minimarket di kawasan Merr, Selasa (3/6/2025).

Demi memastikan tidak adanya juru parkir (jukir) liar hingga aksi premanisme, Pemkot Surabaya melalui jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Satpol PP Surabaya, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya akan bekerja sama dengan pihak TNI/Polri.

“Nanti akan kami sertakan nomor dari TNI, Polri maupun Pemkot Surabaya, sehingga nanti warga bisa melaporkan kesana,” ujar dia.

Eri juga menegaskan bahwa setiap tempat usaha harus punya tempat parkir serta bagi tempat usaha yang telah membayar pajak parkir wajib menyediakan jukir beratribut resmi dari perusahaan dan memastikan tidak ada lagi masyarakat yang membayar parkir.

“Setiap tempat usaha yang membayar pajak parkir maka saya minta toko itu menugaskan petugas parkir dengan menggunakan rompi khusus dari perusahaan dengan keterangan parkir gratis. Sehingga ketika ada yang parkir maka tidak perlu lagi membayar. Apabila tidak ditaati maka akan kami tutup usahanya,” tegasnya.

Eri juga menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya berencana untuk menentukan beberapa titik tertentu yang nantinya akan menggunakan metode parkir berlangganan.

Sehingga nantinya masyarakat tidak perlu lagi membayarkan parkir dengan uang tunai, tetapi dengan metode berlangganan dengan skema yang nantinya akan diatur.

“Titik-titik tertentu kita akan pakai parkir berlangganan, jangan bayar lagi dengan uang, tapi dengan karcis berlangganan, akan kami koordinasikan dengan TNI, Polri,” ungkap Eri.

Pemkot Surabaya juga akan melakukan sidak di beberapa lokasi, dimana nantinya akan dilakukan tindak pelanggaran yang akan dikenai tindak pidana ringan (Tipiring).

“Ada tipiring, kami minta KTP-nya dan akan kami proses ke Polrestabes,” pungkasnya. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Hardiknas 2026, Deni Wicaksono Soroti Ketimpangan Pendidikan dan Tantangan Digital di Jatim

Deni Wicaksono soroti ketimpangan pendidikan dan tantangan digital di Jawa Timur pada Hardiknas 2026. SURABAYA — ...
KABAR CABANG

Dialog Dengan KPU, DPC Tulungagung Tekankan Pendidikan Demokrasi bagi Gen Z dan Pemilu Bersih

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menekan pentingnya pendidikan ...
LEGISLATIF

Hardiknas 2026, Untari Tegaskan Pendidikan Harus Lahirkan Generasi Peka Masalah Sosial

Sri Untari tegaskan pendidikan harus lahirkan generasi peka sosial di Hardiknas 2026, bukan sekadar unggul ...
KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Sumenep Gelar Konsolidasi bersama PAC untuk Perkuat Basis

SUMENEP – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Pimpinan Anak Cabang ...
KRONIK

May Day 2026, Armuji Berbaur dengan Buruh, Tegaskan Komitmen Kesejahteraan Pekerja

SURABAYA – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di depan Kantor Gubernur Jawa Timur berlangsung ...
KRONIK

May Day di DPRD Jatim, Yordan Tegaskan Tuntutan Buruh Akan Diteruskan ke Pusat

Aksi May Day di DPRD Jatim, Yordan Batara-Goa pastikan tuntutan buruh soal outsourcing, upah, dan PHK diteruskan ke ...