Jumat
09 Oktober 2026 | 2 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Naikkan Daya Tarik Pengunjung, DPRD Surabaya Dorong SWK Berinovasi

pdip-jatim-250118-bulek

SURABAYA – Kota Surabaya memiliki sentra wisata kuliner (SWK) yang tersebar di beberapa lokasi. Keberadaan SWK ini adalah bentuk perhatian Pemerintah Kota Surabaya untuk mengangkat kesejahteraan warga Kota Pahlawan.

Pemkot Surabaya menyediakan tempat bagi para pedagang di SWK tanpa dikenakan biaya sewa. Tapi, tak semua kondisi SWK ramai pengunjung. Meski lebih banyak SWK yang ramai, tak dipungkiri masih ada beberapa SWK yang sepi pengunjung.

Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, H. Budi Leksono mengatakan bahwa ada beberapa catatan yang perlu menjadi perhatian terkait alasan mengapa ada beberapa SWK di Surabaya yang sepi.

Di antaranya mengenai lokasinya yang kurang strategis.  “Kalau SWK yang sepi itu karena tempatnya aja yang kurang strategis, “ kata Budi Leksono, dikutip dari Sonora.id, Sabtu (10/5/2025).

Budi menjelaskan akan timbul persaingan yang berat bagi SWK yang lokasinya berdampingan dengan warung-warung lain. Perlu dipertimbangkan jarak yang tepat untuk penempatan SWK.

“Kan ini bersaing ya akhirnya, warung-warung kopi ini berdampingan, nah ini tentunya ada aturan-aturan yang memang harus kenceng. Kelurahan, kecamatan itu harus bisa mencermati, kalaupun ada SWK cuma jualan kopi, ya pasti kalah dengan cangkruk-an yang sebelahnya warung yang sangat besar. Saya berharap tetaplah dikasih radius sekian, jangan sampai ada warung kopi, tapi kalau warung kopi sudah duluan, nggak apa-apa. Tapi kalau dibuka secara besar, otomatis ini kan jadi catatan pasti nggak ada semangat, mereka nge-drop, nah ini tentunya yang harus dievaluasi, ” tuturnya.

Politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Buleks ini pun menyoroti soal kenyamanan. Semisal terkait dengan penerangan, ada keluhan saat malam hari lampunya mati, lalu terkait parkir yang sebenarnya free namun pada kenyataannya jika tidak dijaga tentu akan rawan kehilangan.

Hal-hal ini tentu yang menjadi catatan untuk pembenahan SWK. “Tapi tentunya dengan catatan-catatan. Sempat saya ada WA dari teman-teman terkait lampu, kalau malam itu lampunya mati, “ ungkap Budi.

“Disamping juga kenyamanan dari parkirnya juga. Kita parkir sebenarnya free tapi kenyataannya kalau nggak dijaga, rawan pasti, ini yang perlu dicermati. Kalaupun kita melibatkan bantuan untuk standby baik dari Dishub atau Satpol PP, setidaknya mengeluarkan anggaran, “ tambahnya.

Untuk itu, Budi kembali menyampaikan sebagai solusi, ia mendorong pelaku usaha di SWK untuk menciptakan suasana usaha yang lebih nyaman dan menarik bagi pengunjung. Selain dari monitoring parkir dan penerangan, inovasi-inovasi baru harus diciptakan dan dijalankan.

Langkah ini tentu dapat membantu meningkatkan daya tarik pengunjung. Tempat-tempat SWK yang sepi perlu dihidupkan dengan program-program kelurahan, kecamatan atau program pemerintah kota melalui event-event yang berkolaborasi dengan sponsor.

“Saya berharap tempat-tempat SWK yang sepi itu harus dihidupkan dengan program-programnya kelurahan, kecamatan atau pemerintah kota sendiri dengan event-event mengajak sponsor, tentunya ini untuk pemulihan, “ terang dia.

Inovasi yang bisa dilakukan, menurut Budi, juga terkait menu makanan, harga makanan dan kualitas makanan. Perlu dipertimbangkan untuk menghadirkan menu yang beraneka ragam, harga terjangkau, dengan kualitas makanan yang enak, jika memungkinkan perlu diadakan hiburan live music.

Bagi pengelola juga diharapkan juga turut andil menjamin kebersihan di SWK. Dan tak kalah penting terkait branding, pelaku usaha di SWK bisa membuat konten-konten yang menarik untuk promosi.

“Inovasi terkait dengan kualitas makanannya, harganya, ada mushalanya, ada wifi-nya, nah ini juga tergantung dari pelaku atau pengelola. Di sisi lain, kalau memang saya pelaku usahanya, saya akan berusaha ramah itu sangat perlu, terus pengelolanya menjamin kebersihannya, kalau bersih kan seneng, apalagi ada live musik ada hiburannya, menunya macam-macam, ini daya tarik tersendiri bagi konsumen atau pengunjung, “ katanya.

“Kalau kita ngomong SWK ini menarik, mengubah menu, sehari jual ini, sehari jual lain, ini kan juga daya tarik tersendiri, ini inovasi, terus memang enak, dipromokan melalui konten-konten creator ini sangat perlu, “ tambah dia.

Dengan berbagai inovasi yang dihadirkan, akan mengangkat operasional SWK yang sepi menjadi ramai, yang tentu saja dapat meningkatkan perekonomian para pedagang. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Banyuwangi Tuntaskan Musran dan Musanran, 217 Ranting serta 840 Anak Ranting Terbentuk

BANYUWANGI – DPC PDI Perjuangan Banyuwangi telah menuntaskan pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah ...
LEGISLATIF

Puan di Forum IPU: Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Haruslah Adil

Puan Maharani menegaskan di Sidang Umum IPU ke-153 bahwa tata kelola pemerintahan yang baik haruslah adil, ...
LEGISLATIF

Desak PSU Perumahan Vaganza Segera Diserahkan ke Pemkab Malang, DPRD Siap Kawal

MALANG – Komisi III DPRD Kabupaten Malang mendesak Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Perumahan Vaganza segera ...
SEMENTARA ITU...

Prof Kyungyon Moon Apresiasi Inovasi Bupati Trenggalek, Siapkan Program Pemberdayaan Pemuda

TRENGGALEK – Inovasi Pemerintah Kabupaten Trenggalek mendapat apresiasi dari Prof. Kyungyon Moon dari Jeonbuk ...
LEGISLATIF

DPRD Banyuwangi Ajukan Raperda Inisiatif Pembentukan Produk Hukum Daerah untuk Dibahas

BANYUWANGI – DPRD Kabupaten Banyuwangi mengajukan Rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif tentang ...
UMKM

Bupati Gresik Perintahkan Dinas Koperasi Tetap Lakukan Pendampingan Pasca-Pelatihan kepada UMKM

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta Program Bunda Puspa tidak berhenti pada pelatihan. Para alumni ...